[Done Read 3, 4 Books] Touche & Touche Alchemist


Touche & Touche Alchemist — Windhy Puspitadewi



*Sedikit cerita*

Sebenernya ini buku termasuk jajaran novel remaja jadul. Saya kenal buku ini dari sebuah link blog yang diberikan oleh seorang teman, katanya novel ini bagus. Bikin saya jadi penasaran. Jadilah hari minggu sore seusai mengantar adik kembali ke asrama, saya menyambangi toko buku langganan untuk membeli buku… Dilan. Ini serius, sebab niat awal saya memang hendak membeli buku Dilan.  

Tanpa saya duga, ternyata buku ini ada di deretan rak toko buku BBC. Karena di luar hujan turun dengan derasnya, saya jadi terjebak di dalam toko buku satu setengah jam lamanya. Saat itu pengunjung hanya saya seorang. Bahkan seorang kasir di lantai bawah menghilang entah kemana. Saya sempatkan diri untuk membaca seri buku nightmare side yang belum sempat saya beli—sebab keuangan negara sedang tidak stabil :D
. Hitung-hitung sembari menunggu hujan reda.

Sayang seribu sayang hujan tak kunjung reda, jadilah saya menimang-nimang novel touché apakah akan saya bawa serta ke meja kasir atau tidak. Sesungguhnya saya ingin sekali membelinya, namun bagaimana nasib keberlangsungan hidup saya untuk beberapa minggu kedepan—you know-lah anak kos. Awal tahun ini benar-benar besar pasak daripada tiang bagi saya.

Akhirnya saya hanya menebus novel Dilan di meja kasir.

Sesampainya di kosan saya memikirkan bagaimana caranya membaca novel touché tanpa perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Sampai di sini, sepertinya saya sudah cocok menjadi emak-emak, sebab kepelitan saya dalam menggunakan uang hehe. Meminjam kepada teman jelas tidak mungkin, sebab teman-teman saya tipe manuisa yang senang membaca buku….milik orang. Mereka saja langganan minjam buku-buku saya, sangat mustahil mereka memiliki buku—terlebih ini buku, novel remaja.

Tak kehabisan akal, saya tanya saja sama simbah goggle, yakali kan dia punya dan boleh saya pinjam. Dan gayung pun bersambut jamban, ternyata di goggle sudah banyak versi e-book yang bisa di download gratis. Saya bersiul dalam hati, doa saya dikabulkan Tuhan. Disinilah saya tahu ternyata touché ini ada dua versi.

Touche pertama yang saya baca yaitu touché alchemist

Touche dibaca tusye yang artinya sentuhan. Sebuah kemampuan tidak biasa yang diturunkan secara acak dari generasi ke generasi. Masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda ada yang dapat menyerap data digital dalam sentuhannya, menyerap tulisan, menyerap ingatan mesin, membaca pikiran bahkan menyerap identitas kimia.

Di sini kita akan dipertemukan dengan tokoh Hiro, yang memiliki kemampuan menyerap unsur-unsur kimia dalam benda. Bahkan ia mampu mendeteksi unsur itu hingga tingkat DNA, wow! Sebagai seorang anak yang genius, Hero ini memiliki karakter yang sangat sengau dan cendrung kepedean. Tak heran jika dia lebih cepat mendapat musuh ketimbang teman.

Berangkat dari penemuan seorang mayat wanita di Central Park, Hero yang hanya seorang anak remaja mampu mengetahui pelakunya tak kurang dari satu jam hanya dengan menyentuh percikan darah di sekitaran TKP. Dari situlah ia mengenal detektif Hudson dan putrinya Karen. Tidak sampai di situ, atas dasar rekomendasi detektif Hudson, Hero lantas diangkat sebagai penasihat kepolisian kota New York.

Sejak itu Hero acap kali membantu proses penyidikan kepolosian kota New York terutama yang mengalami kebuntuan. Dari kasus pembunuhan yang dilakukan seorang CEO hingga kasus pengeboman berantai—yang sesungguhnya di tujukan untuk mempermainkan dirinya. Suasana semakin runyam ketikan Karen menjadi sandra pelaku pengeboman. Berkat bantuan Yunus, Hero dapat menemukan Karen yang akan diledakkan bersama bom di sebuah gedung bobrok dan berlumut di Hell’s Kitchen. Lantas siapakah Yunus? Dan bagaimana ia dapat dengan menemukan Hero di manapun ia berada?

Saya hanya memerlukan waktu kurang lebih tiga jam lamanya untuk menyelesaikan novel ini. Memang novel ini tergolong bacaan ringan dan seru. Semenjak membaca seri novel J.D. Robb, (akan saya ceritakan suatu hari nanti), saya jadi tertarik membaca novel-novel detektif.

Touché selanjutnya,

Selesai membaca touché alchemist, saya langsung mendownolad e-book touché selanjutnya. Saya tidak tahu touche mana yang duluan beredar. Alasana saya membaca touché alchemist terlebih dahulu karen file itu yang sukses terdownload duluan.

Berbeda dari touché sebelumnya, touché yang ini berseting di Indonesia tepatnya di kota Surabaya dan Solo. Jujur, setelah membaca touché alchemist, touché yang ini menjadi terasa garing, sebab konfliknya tidak segreget cerita detektif. Hanya tentang kemampuan touché yang dimiliki tiga anak sma yang terlibat kasus penculikan.

Di novel ini sosok Yunus kembali hadir, kali ini ia berlakon sebagai guru pelajaran musik. Kekuatan touché yang dimiliki masih sama yaitu track finder. Ia dapat dengan mudah menemukan seseorang hanya dengan menyentuh sebuah peta.

Tokoh yang paling saya suka adalah si Indra dengan kemampuan mind reader. Kemampuan ini yang membuatnya dijauhi oleh orang-orang terdekatnya termasuk orang tuanya. Sebab pikiran adalah tempat jati diri seseorang bersemayam. Ketika pikiran kita mampu dibaca orang lain seluruhnya, bukankah sangat mengerikan? Indra, hanya perlu menyentuk tangan seseorang maka dengan mudah pikiran orang akan terlihat transparan untuknya.

Indra bersahabat dengan Dani yang juga seorang touché, kemampuannya adalah  menyerap ingatan dari buku. Tak heran jika Dani selalu mendapatkan peringkat satu umum di sekolah. Sementara Riska, dia memiliki kemampuan yang nyaris sama dengan Indra yaitu menyerap perasaan orang. Dengan menyentuh tangannya ia dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Tak heran jika ia sering menggunakan sarung tangan atau memasukan kedua tanganpada kantung rok maupun jaket.

Petualangan mereka bermula dari informasi pak Yunus yang mengatakan bahwa di dunia sedang marak penculikan kaum mereka. Bahkan dalam waktu dekat penculiknya sudah datang ke Indonesia tepatnya di kota mereka. Dalang dibalik penculikan Indra terungkap ketika mereka berhasil memecahkan arti puisi yang selalu di tinggalkan pelaku setelah menculik. Bahkan mereka mengikuti si penculik hingga ke kota Solo.

Sebelum mereka berangkat ke Solo, untuk pertama kalinya Riska mampu merasakan perasaan seseorang hanya dengan menatap matanya. Seseorang itu tak lain adalah Indra. Menyadari tangannya disentuh Riska ia seketika marah. Padahal saat itu Riska mengenakan sarung tangan. Ya, seorang touché tidak mampu membaca perasaan orang jika tidak bersentuhan langsung.

Kedua novel ini, membuat saya berandai andai memiliki kemampuan seperti Dani. Saya membayangkan betapa kerennya, jika hanya menyentuh buku kalkulus, ilmu-ilmu di dalamnya langsung terserap ke otak. Super sekali pasti haha. Tapi tetap tokoh favorit saya si Indra yang cool, tenang, kalem, datar dan misterius.

Saya merasa ada beberapa kejanggalan dalam buku ini, di buku touché alchemist disebutkan bahwa di dunia ini dari sekitar 10.000 jiwa setidaknya terdapat seorang touché. Namun anehnya Indra, Dani dan Riska ketiganya touché namun bisa satu sekolah yang notabebenya berada di lingkungan yang berdekatan. Terebih pak Yunus, dia juga memiliki seorang kakak touché, dengan kemampuan data absorber. Favorit saya tetap novel touché alchemist, sebab karakter tokohnya lebih kuat. Saya benar-benar dapat jelas membayangkan karakter tengil dan sengaknya Hero.

Saya tidak tahu sebenarnya membaca e-book gratisan itu termasuk tindakan yang baik atau buruk. Merugikan penulisnya atau tidak. Tapi saya akui inilah kenyataannya, saya termasuk jajaran pembaca nista, tipe pelanggan setia e-book gratisan hehehe.


*Done read 4 of 60 books must read in 2016




Bandarlampung 06 Januari 2015


6 komentar:

  1. Wah menarik bukunya, apalagi kalau kita bisa punya ilmu kek Dani, ilmu2 pelajaran pasti dilahap habis hahaha

    Ya, kalau bisa sih beli, biar kita juga bisa menghargai karya orang. tapi ak jg kadang download gratisan *tepukjidat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga pengen tuh,

      Kalo bisa kan ya Kak, kalo enggak, gak papa kali yah, sesekali hehe

      Hapus
  2. Owalah ternyata ini buku seperti orang yang punya kekuatan gitu, ya. Sepertinya seru, ya. Apalagi kalo dijadikan film. Yakin deh, bakalan keren banget.

    Bisa menyerap bahan kimia dan bahkan mengetahun DNA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sayang aja pangeran genrenya remaja. Agak gak cocok sih buat lelaki dewasa macem pangeran hahaha

      Iya betul, keren ya

      Hapus
  3. Pertama-tama, salut deh cara lo nyeritain ulang isi ebook yang lo baca. Gue jadi ikut penasaran...hehe

    Gue pengen jadi love touch, sekali sentuh orang yang kita sentuh bisa langsung sayang sama kita... Hmmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Bang, download aja di gugel banyak.

      Itusih bukan love touch bang, possesive touch :D

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.