[Done Read 16 Books] KBS; Kau Begitu Sempurna


Kau Begitu Sempurna – Ariny NH


Berawal dari kegalauan dan kekoplakan seorang gadis yang selalu terbalik-bolak tiap membedakan daerah bernama ‘Kedaton’ dan ‘Pahoman’. Padahal, jelas-jelas keduanya sangat berbeda jauh; baik dari struktur huruf, makna, pun letak. Entah faktor apa dua hal itu sulit dibedakannya. Si gadis ini punya otak, emang kadang rada gak singkron.

Walhasil, galaulah dia untuk memastikan apakah harus mengunjungi kantor pos ‘Kedaton’ atau kantor pos ‘Pahoman’. Sebab, sepanjang ingatannya kantor pos pusat kota Bandarlampung adalah di Plaza Pos yang notabebenya dekat dengan ‘Kedaton’. Namun secara geografis Plaza Pos ini sudah masuk area Tanjung Karang. Si gadis pun galau tingkat dewa harusnya menuju kantor pos yang mana.

Dan dengan gak nyambungnya, si gadis ini membelokkan arah laju motor ke Gramedia,, gitu aja. tanpa tndeng atau aling-aling. Si gadis merasa, butuh inspirasi, butuh berpikir butuh ngadem, dan butuh jodoh. Emang Gramedia dan Kantor Pos ini gak ada korelasi apa-apa. Namanya juga gadis random. Baiklah, gadis itu sebenarnya adalah—saya.

Di antara rak-rak buku dan lagu bunda Rita remix melow (genre macam apa ini?) yang siang itu diputar seluruh ruangan toko, si gadis—saya maksudnya—mulai mengotak-atik aplikasi google maps di tablet untuk mencari arah dan letak kantor pos pusat, yang ternyata memang berada di Pahoman. Saya rasa google maps ini dicetuskan oleh semakhluk gadis yang suka nyasar tapi tengsin mau tannya, thanks Mbah google

Fiyuh! Baru tahu kalau Plaza Pos bukan kantor pos pusat. Oke stop! Jangan menohok saya dengan pertanyaan “Berapa tahun sih Lo tinggal di Lampung, Fah?!?” saya sudah bosan dengan pertanyaan itu. Saya memang buta arah dan butuh kasih sayang *krikk

Saya tengoklah arloji yang melingkar di pergelangan tangan, “Pukul sebelas lebih seperempat.” tangan—mas-mas yang lagi merobek plastik sebuah buku secara diam-diam di sebelah saya.

“Duh, nanggung banget. Sampe sana pasti jam istirahat, nih!” Pikir si gadis yang aslinya masih bingung ke sana lewat jalan mana.

Tercetuslah ide untuk singgah dan berlama-lama di Gramedia, minimal sampai jam satu siang, lah. Dan hasil singgah itu membuahkan ide untuk memindahkan beberapa buku ke kasir. Pindahin aja.

Meski tanggal di kalender semakin menua, tapi itu tidak jadi prahara. Sebab si gadis random itu ceritanya habis gajian. Apasih yang gak bisa dibeli seorang gadis dengan otak random dan jomblo?

“Kasih sayang?”

Cih! Jangankan ‘kasih sayang’, mulut nyinyir yang barusan bilang gitu juga akan dibelinya muehehe

Oke-oke langsung saja, si gadis jomblo ini memang kalau buat prolog suka pance.

***

Seperti khalayak saksikan pada judulnya, ini adalah buku ke-16 yang saya baca. Kalender sudah menunjukkan bulan ke-5. Tapi si gadis masih menumpuk utang pada empat buah buku. Duh Gusti, cepet amat mantan move on!

Awal membaca buku yang konon based on true story ini, kita akan langsung disuguhkan oleh sebuah quotes seperti ini:

Jangan sedih saat kamu menerima penolakan. Jika seseorang menutup pintu untukmu, maka akan banyak orang yang membuka pintu lebar-lebar untukmu—Ariny NH.

Saya mengenal kak Ariny—penulisnya ini dari event-event penerbit Goresan Pena Publishing. Iya saya kenal penulisnya, si penulis gak kenal saya (akumah apa atuh!) Kebetulan beberapa kali saya ikut event cerpen di situ. Hingga kini si kak Ariny sudah memiliki penerbitan sendiri bernama Arsha Teens dan menerbitkan novel yang cukup buanyakkk.

Hal yang mendasari saya untuk membeli buku ini adalah, harganya masih di bawah 50K, masih manusiawi. Dan—saya juga penasaran banget dengan sosok yang bernama mas Adit-Adit itu. Yang sering blio update di status-status facebook-nya. Sebegitu besarkah the power of first love?

Ini adalah tentang perjuangan. Ini adalah tentang bertahan hidup. Ini adalah tentang usaha, air mata, rasa sakit, rasa ihlas. Dan pelajaran tentang bagaimana kau akan dikenang, juga dibadikan di dunia, nantinya.

Adalah Ariny Nur Haq—seorang gadis penyandang difabilitas. Multiple fraktur merupakan suatu kondisi medis dimana terjadi patah pada anggota gerak, berakibat pada penderitanya mengalami lumpuh total. Pada kasus kak Ariny, terjadi karena sang ibu terjatuh saat mengandung.  

Sebagai seseorang anak yang memiliki fisik berbeda dari kebanyakan, kak Ariny sudah terbiasa ditempa hatinya; Mulai dari ditolak saat mendaftar sekolah dasar, berteman sepi di setiap hari-harinya, hingga di pandang sebelah mata oleh orang yang lebih sempurna secara fisik.

Tanpa pernah mereka—si orang yang merasa dirinya sempurna—sadari, sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Tuhan. Dan Tuhan memiliki supermasi untuk menganugrahkan ‘kesempurnaannya’ pada siapapun. Kadang mereka yang ‘merasa sempurna’ terlalu sibuk menyinyiri orang yang menurut mereka ‘kurang sempurna’ tanpa peduli kesempurnaan mereka sejatinya cacat sana-sini.

Sejatinya kesempurnaan tergantung bagaimana manusia memaknainya. Sebagian orang akan ‘sempurna’ ketika merasa cukup dan mensyukuri apa yang telah ia miliki. Sebagian orang lagi akan ‘cacat’ ketika tidak bisa melihat dan merasa cukup pada apa yang telah melekat di diri mereka.

“Ngomong apa sih Lo, Fah?”

Pokoknya Intinya itulah! Bawel Lo!

Dan, rasa penasaran saya, tentang sosok Mas Raditya Haris Susanto, terjawab tuntas dalam buku ini. Mata saya seperti terbuka lebar, ternyata di dunia ini masih ada ya, lelaki sejenis Mas Radit. Duh jadi ngiri. Bagaimana kisah asmara kak Ariny yang dulu sering dipandang rendah orang lain dan kini sering diburu wartawan untuk dimintai wawancara? Bagaimana pula blio menghadapi rimba kehidupan yang keras ini? Dan ilham apa yang membuatnya gigih untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis?

Kak Arini yang kini sering mejeng di media #Asikkk

Meskipun tipis, tapi justru itulah kelebihan buku ini, maksudnya jadi harganya gak mahal-mahal banget gitu #MentalAnakKos. Gak cuma itu, buku ini termasuk kategori ringan dan sangat inspiratif. Sangat cocok dibaca oleh semua kalanngan. Sembari nyantai atau sembari nge-refresh otak yang penat, juga cocok. Apalagi untuk kalian yang merasa hidup ini gak adil. Coba tengoklah dulu perjuangan hidup kak Ariny!

Overall, saya suka sekali dengan buku ini bahasanya renyah dan ringan.  tanpa melepas makna dan pelajaran hidup yang tersirat dari rangkaian cerita hidup blio. Setela membacapun saya mengangguk-angguk dan geleng-geleng, lalu mengguman “Oh iya, ya. Hmm...bener juga.”

Ada sebuah paragraf lain yang sukses nohok saya, kira-kira seperti ini, saya ingat betul kalimatnya: 

Menjadi penulis itu, layaknya seorang ibu yang akan melahirkan anak. Tampak mudah namun prosesanya begitu panjang. Begitu pula menjadi penulis, jangan mikir duitnya dulu. Yang penting memperbaiki kualitas karya! 

Slapp!!! Saya tertegun, bagaimana dengan kualitas karya saya? Apa kabar naskah yang teronggok tak berdaya? Bagaimana dengan—ah sudahlah!

Keterbatasan bukanlah penghalang seseorang untuk meraih kesuksesan, yang menghalangi kesuksesan justru ingin meraih kesuksesan dengan cara yang cepat dan instan. Kalau kamu ingin jadi penulis, kamu harus berjuang meskipun kamu sering ditolak penerbit—Ariny NH.

Perjuangan, Fah! Sudahkah kamu memperjuangkan mimpimu?

Bonus untuk Kak Ariny
KBS di Gramedia Lampung


*Done read 16 of 60 books in 2016



Bandarlampung, 13 Mei 2016

14 komentar:

  1. Emang ya, kalo udah baca buku kita bakalan dapet sudut pandang yang baru. "Sejatinya kesempurnaan tergantung bagaimana manusia memaknainya" bener banget itu. Lanjutkan baca 44 buku lagi supaya punya sudut pandang yang lebih banyak dan wawasannya lebih luas wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin thans bank eh bang fazrin hahaha

      Hapus
  2. oh ini jadi penulisnya difable ya ?
    gue baru tau nih, hmmm yag difable aja bisa jadi inspirasi, gimana kita yang sempurna nih ?

    kunjungan pertama nih ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, benar yam.
      Kunjungan pertama? Perasaan enggak deh

      Hapus
  3. Ehm, yg desain headernya kek kenal... :D Wah... baru mampir lagi ni fah. Maaf, ya. Gue kemaren ada sesuatu yg terjadi. Nanti gue ceritain di post baru.

    Mau OOT dulu, ya. Selamat buat keyakinannya sudah pindah ke .com ya. Eh, iklannya hilang ya? :D Semoga dengan dot com ini makin semangat ngeblognya. Amin..

    Buat materi kali ini. Gue ngerasa iri plus pengen bisa terus membuat karya. Karena, orang2 seperti yg ada di buku ini contohnya bisa menginspirasi banget. Gue juga harus bisa..HARUS!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya hahahahaha, paham bener jangan jangan bang heru dan bang topik..... Ahsudhlah
      Hehe iya makasih pangeran, bukan ilang sih. Anu aku gak bisa masang, yg biasa masangin lagi mati, iya mati dari hati ini.
      Semangat pangeran! Haruss!!

      Hapus
  4. Wah jadi pengen beli buku lagi nih.
    Sepertinya cerita mba Ariny bakalan menginspirasi banget. Sebagai seorang calon penulis harusnya lebih banyak buka inspiratif seperti ini.
    Sukses juga buat kmu yg masih ada tunggakan baca bukunya. Mudah-mudahan makin suatu saat nanti bisa nyusul mba Ariny
    Nice post... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin thanks bang ichsan, yah seperti itulah menulis selalu butuh inspirasi. Salah satunya helajar dari sosok inspiratif

      Hapus
  5. sumpah yang galau tingkat dewa tadi gak penting bangettt!! tapi sukses bikin ngakak haha.

    otakku langsung gak sinkron nih hbs baca artikel ini. tanggung jawab fahh. tanggung jawab perbuatanmu inii haha

    wih aku belum prnh baca karya ka ariny ini. harganya manusiawi lagi. bisa tuh nanti di cek toko buku terdekat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang, cuma curhat aja sih, curhat emang selalu gak penting, tapi bikin lega. Macem abis boker
      Tanggung jawab? Kamu hamil di?
      Iya di cek aja. Cek aja! Hahaha

      Hapus
  6. kbs? singkatannya terdengar kayak channel tv berbayar dari korea, kbs world. hahaha. jadi, si gadisnya ini otakny alemot gitu ya? hmm, gue setuju tuh. jadi penulis emang nggak semudah yang dibayangkan. proses nulis naskahnya berbulan2, belum kalau ditolak teru sngulang lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget, kpop lo ya jev? Paham bener
      Iya macem ibu mengandung gitu lah, walaupun aku blm pernah mengandung sih.

      Hapus
  7. Awalnya gw pikir ini tentang apa gitu ya... sumpah intro sama isinya jomplang wkwk
    Sekarang2 ini lg jarang baca buku, dan pas liat postingany ini ada tanda bintangnya *done read ... books of ... in 2016* :(
    Jadi merasa tertampar klo baca kisah ttg seorang yg dipandang sblh mata ternyata memiliki kualitas yg lebih drpd menurut kita normal. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha intro=curcol,
      Sama sih aku juga tadinya jarang baca buku, makanya bikin resolusi ini

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung, silakan berkomentar.
Semua komentar akan mendapatkan feedback, berupa blogwalking.
Dan, pulsanya sekalian Kak?