[Review] Dua Bulan Menggunakan Xiaomi Yi Action Cam


Motif saya membuat postingan ini hanya ingin berbagi pengalaman saja terutama untuk teman-teman yang berniat membeli action cam dan kebetulan sedang membandingkan kualitas dari beberapa merk. Saya lihat, dibeberapa situs belanja online banyak sekali merk-merk action cam. mulai dari haraga terjangkau gak masuk akal hingga mahal warbiyazahh.


Saya sempat membatin “Ini action cam harganya gak sampe setengah jeti, accecorisnya lengkap pula. Edyan! Gimana kualitas fotonya ya? Hmmm….” Yang pasti, ada harga ada rupa lah ya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, sebelum membeli saya cari-cari review sana-sini. Mulai dari artikel blog, hastag instagram sampai video youtube, tapi kebanyakan mereka hanya membahas mengenai unboxing!

Baca Juga: UNBOXING: Nanas Kaleng PT Great Giant Pineapple Lampung

Padahal kan, sebagai calon pembeli saya keppo bingittt mengenai hasil jepretan action cam-nya (kalau di tempat gelap seperti apa? Di tempa terang? Foto pemandangan? Foto manusia? Indoor atau outdoor!) Terutama yang berharga miring semiring-miringnya itu. ya gak sih?


Tapi yang ngereview kebanyakan malah fokus ke isi boxnya. Accecorisnya apa aja. Dan ngerekan video. Ah, elah!

Langsung saja kita unboxing!

Sebab saya cuma punya xiaomi yi action cam, jadi yah ... cuma ini saja yang saya review. Saya membeli paket xiaomi yi action cam yang basic banget. Karena memang rasanya hanya itu yang saya perlukan. Kebetulan budget saya juga emang pas-pasan.

Dan alasan saya menjatuhkan pilihan action cam besutan merk xiaomi, karena berdasarkan pengalaman bersentuhan langsung, lebih puas aja pakai xiaomi yi ketimbang bpro walau harganya lebih malahan si bpro. Wadawww puas cuk!

Tapi, jangan dibandingin sama gopro yeah!

Awalnya saya berniat membeli secon-an saja, hitung-hitung menghemat budget. Tapi ternyata yang diajakin COD-an pada drama, sementara saya enggak sabar. Daripada dongkol lebih baik langsung beli baru aja. “Mahal dikit tapi puas, sementara accecoris seadanya dulu (yang basic). Yang lain gampang menyusul.” Begitu pikir saya.

Saya menjatuhkan pilihan pada Xiaomi Yi International Version yang Black Eddition. Alasannya biar mirip gopro hero black eddition gitu ehehe. Gak ding! Lebih gahar aja tampaknya. Kalau putih terlalu kalem (bukan karakter saya banget). Kalau yang hijau stabilo terlalu cerah, bukan international version juga. 

Black body, lebih gahar!

Apasih bedanya Xiaomi Yi International dan China Version?

Nah, awalnya saya juga gak sadar nih kalau Xiaomi Yi ini ada dua versi. Dan mereka ternyata berbeda. 
  • Batrai. Pada China Version kapasitas batrai lebih lemah dibandingkan dengan yang internatonal version. Meski MaHnya lebih besar. Ini karena international version menggunakan batrai buatan Sony.
  • Penutup batrai. Xiaomi Yi China Version, case baterai terbuat dari bahan plastik, sedangkan versi international dari bahan stainles.
  • Bahasa. Xiaomi Yi international version menggunakan bahasa inggris, di dus book, buku panduan, dan keterngan di balik batrai, sedangkan China Version menggunakan bahasa China (yaiyalah, ya!)
  • Warna. Pada Xiaomi Yi International Version ada warna hitam dan putih. 
  • Katanya juga kualitas gambar pada Pada Xiaomi Yi International Version lebih baik ketimbang yang China Version.
Kalau mau baca lengkap, bisa langsung pada sumbernya (Disini). Yang pasti international version ini lebih disempurnakan lah initinya. 

Bagaimana dengan Hasil Jepretan Xiaomi Yi?

Berikut hasil foto-foto saya menggunakan Xiaomi Yi. Semua foto yang saya tampilkan murni dari kamera, tanpa disentuh editan.

Lenskep

Tanah lapang calon perumahan Jl. Tirtayasa

Menjelang Senja di Pantai Sari Ringgung, Pesawaran

Bukit Jagung Pasca Panen, Tanjung Bintang, Lampung Selatan

Mendung di Pantai Mutun, Pesawaran

Kebun Karet Pening, Tanjung Bintang

Langit Kelabu Bukit (PJR) Panjerejo, Pringsewu

Sunset di Fly Over Antasari


Objek Manusia

Masih di Bukit Tanjung Bintang 

Ketika Iqbal yang Jauh dari Kalimantan Mengunjungu Museum Lampung

Yo, salam jomblo! 
Dari Mountain View Pantai Sari Ringgung, Pesawaran

Teropong Laut Muncak Tirtayasa 

Outdoor

Prasasti yang belum diterjemahkan 
Situs Megalitikum Batu Bedil, Tanggamus

Bunderan Gajah (Adipura) Bandarlampung

Iqbal jauh-jauh dari ITK mengunjungu Bunderan Hajimena, Bandarlampung

Indoor

GGS (Gadis Gadis Syantikkk) :D

Yang bulat, manis-manis, manja

Bebek Belur ZA Pagar Alam

BPTM-LIPI Lampung

Si Dede Nazih yang botak dan keppo

Gimana, gimana hasil fotonya? Lumayan to. Gak kalah kan sama gopro. 16 MP yang sangat memuaskan menurut saya. Meski banyak diantararanya dijepret hanya mengandalkan perasaan. Sebab gak ada sinyal dan gak bisa disambungkan ke smartphone :D 

Untuk spesifikasinya googling aja yah. Sebab saya juga gak terlalu ngerti ngelelasinnya hehe. 

Kekurangan dan Kelebihan Xiaomi Yi International Version 

Plus:
  • Haga relatif terjangkau. Dengan harga satu jutaan, jelas lebih terjangkau lah ya ketimbang gopro. Lumayan kan kalau budgetnya lebih sisanya bisa ditabung untuk investasi masa depan. Asikkk
  • Bentuk relatif kecil dan sangat presisi. Bagi saya tipe orang yang gak suka ribet action cam ini sangat sempurna. Kecil dan gampang dibawa kemana-mana. Gak makan tempat dan merepotkan. masukin dompet aja ok.
  • Sering dikira gopro. Ini untuk kalangan awam aja sih, mungkin. Apalagi kalau lagi dipakaikan waterproof, dari jauh emang enggak kedeteksi merknya gopro atau bukan. Saya sering banget ditanyain teman“Itu kamu beli gopro harganya berapa?” sambil sok maksud. Ehehe, saya sih diem kalem aja. Ternyata masih banyak orang yang mengira action cam itu mereknya Cuma gopro. Atau memang mereka menyebut  action cam dengan sebutan gopro? Serupa menyebut aqua, untuk semua air mineral. 

Minus:
  • Batrai cepat habis. Bisa disiasati dengan membeli batrai cadangan. Atau seperti saya bawa powerbank always.
  • Jika hunting di daerah minim sinyal, tidak bisa disambungkan dengan smartphone. Ini membutuhkan skill dan chemistry khusus. Hati dan perasaan sangat dibutuhkan untuk mengira-ngira hasil bidikan.
  • Harus menggunakan smartphone. Ini karena Xiaomi Yi action cam tidak dilengkapi dengan layar. Tapi menurut saya gak terlalu penting juga sih, toh kalai lagi selfie layarnya gak akan ngadep ke arah kita juga.
  • Sulit dapat foto yang pas untuk ilustrasi postingan blog. Mungkin ini hanya saya saja yang mengalami. Sebab teman-teman sudah serebut-rebutan untuk berselfie jadi saya sering gak kebagian momen untuk memfoto suasana tempat dengan tenang. Mesti saya dihujami tatapan seruap “ini anak ngapain sih? Gak penting banget ngefoto-foto objek yang gak ada orangnya!” Padahal bagi kita (yang blogger) itu penting banget yes, untuk dijadikan penunjang artikel blog -_-“
Tips Sebelum Membeli

  • Jangan malas membandingkan harga dari satu toko ke toko lain (baik online maupun offline). Kan ada Priceza tuh, bisa lebih mudah hehe #promomodeon. Sebab, biasanya mereka memasang tarif yang berbeda-beda. Pastikan juga tokonya terpercaya. Kalau saya lebih sukaa beli langsung. Langsung buka segel, dan kalau ada masalah bisa menghubungi Mas penjualnya, gitu.
  • Tentukan warna dari rumah, daripada galau pas di tokonya. Seperti saya hehe
  • Kalau budgetnya minin, beli saja yang paket basic. Sebab banyak accecoris Yi Cam yang yang menurut saya gak penting-penting amat. Malah cendrung merepotkan. Accecoris paling utama menurut saya; monopod, microsd, udah. Satu lagi ding waterproof. Itupun hanya sekali saya pakai selama dua bulan terakhir. saat berenang-renang di pantai Mutun. Saya emang bukan tipe orang yang senang main di air hehe. Kalau di laut juga cuma dipinggir-pinggir aja. Kalau takut tergores tambah softcase deh. Malah lebih ppenting batrai cadangan menurut saya.


Rate

Saya memberikan rate 4,5/5.

Sejauh ini saya sangat puas dengan peforma kamera Yi. Begitu pula dengan teman-teman sepermainan saya. Sejauh ini sih hasrat foto-foto saya dan teman-teman telah tersalurkan sebelum si kamera low. Saat dibawa main seharian full (dari pagi-malam) saya menyiasatinya dengan membawa power bank. Jadi saat move dari satu tempat ke tempat lain si kamera Yi, saya carge pakai PB. Seperti yang kalian lihat di atas, hasil foto-fotonya juga cukup cerah. Kalau masih kurang, kan tinggal diedit aja. Banyak aplikasi edit foto di smartphone, kan.

Semoga postingan ini dapat membatu mempertimbangkan action cam merk apa yang ingin kamu beli. Kalau mau bertanya atau berbagi pengalaman, share aja di kolom komentar ya :)

Tabik!



Bandarlampung, 10 Oktober 2016



18 komentar:

  1. Dari dulu udah naksir sama Xiaomi Yi ini. Nanti sepulang ke China, setelah gajian, rencananya saya pengen beli. Tapi ya itu, so far saya liat kekurangannya tuh karena ga ada layar, jadinya sangat hambur batere dan juga batere smartphone wkwkwk. Terima kasih untuk reviewnya, sangat membantu kita-kita yg pengen beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi untuk layar menurutku ga terlalu berpengaruh sih ko. Kalau batrai kayaknya semua action cam emang boros, solusinya ya beli batrai cadangan aja. So far so good kok :)

      Hapus
  2. Ahh iya nih biasanya review2 itu jarang yg kasih hasil fotonyaaa. Waktu itu pernah liat jg temen pake act cam warna item dan aku jg pikir itu gopro taunya xiaomi. Ini lumayan banget dan emg sebelumnya udh tertarik utk beli xiaomi, cuma budgetnya aja belom ada haha.
    Oh ya, kalo soal batre keknya rata2 act cam emg butuh double batre atau pb sih, soalnya temenku yg dulu pke gopro juga ga awet2 banget kok batrenya.
    Overall ini bagus.

    Tp makasih banyak ya mbak, sangat sangat membantu! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget kak cil, emang aku perhatiin semua action cam batrenya botos. Tak terkecuali gopro.
      Warna item ini lebih cakep aja sih menurut aku. Selera orang kan beda beda ya hehe

      Krmbali kasih kak

      Hapus
  3. Wah itu bener harganya segitu ya? Boleh juga tuh. Hehehe.
    Pengen sih beli act cam semacam itu, tapi takut nggak kepake.
    Masih lebih suka make kamera digital biasa nih. enggak tau kenapa.

    Nice post, telah membuat saya pengen nabung buat beli xiaomi yi ini. Tapi mengingat saya susah menabung, kayaknya cuma pengen doang jadinya. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dion bener kok. Digital action cam emang beda beda sih fungsinya, sesuain aja sama kebutuhan. Kalo aku ya rmang lebih butuh ke action sih hehehe.

      Hapus
  4. Aku juga xiaomi yi user loh.

    kendala xiaomi yi versiku ga beda jauh ko kayak teteh.
    tapi pasti bisa disiasati.

    kayak batre xiaomi yi yang ga tahan lama bisa disiasati dengan beli batre cadangan, kalo tetehkan selalu bawa charg gitu ya.

    selebihnya aku puas lah sama xiaomi yi, sesuai sama harganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada masalah yg gak bisa disiasati kok. Sebagai pengguna harus pinter pinter aja cari celahnya.
      Sama berati kita cukup puas.
      Cie puas haha

      Hapus
  5. Oh iya aku pernah nih kepo-kepo soal tipe International-nya. Awalnya kepoin GoPro, tapi harganya duh, nggak kuat yaaaa.... Mana kepengin mirrorless juga hahaha. Aku kalo ngomongin soal kamera suka banyak maunya. action cam mau, SLR juga pengin. Ah, nggak ngerti deh.

    Tapi setelah baca review kamu, lumayan juga ya. Dengan harga 1 jutaan dapet hasil foto yang lumayan. Meskipun itu di tempat gelap, untuk objek manusia agak kurang jelas. Tapi okelah bisa dicerah-cerahin dikit hehe.

    Cuma masalah batrenya ya, sayang banget. Kan lebih enak kalo bisa seharian tanpa ribet bawa-bawa PB :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo menurutku mbak wi, sesuin aja sama bugdet dan kebutuhan. Lebih butuh yang mana. Emang kalo ngikuti kemauan ya semuanya pengen hehe

      Kayaknya emang semua action cam kelemahannya ada pada batrai, ya sma lah kek smartphone, dibandingin hp jadul gitu

      Hapus
  6. Rekomended juga yah ternyata, harga juga lumayan terjangkau dan hasil fotonya bagus-bagus. eh tapi ini serius harganya nggak sampe setengah jeti? masa sih? Kalo kameranya berapa MP? Jiaah malah jadi kepo... hehehe

    BalasHapus
  7. dari dulu kepengen banget beli action cam gitu fah, tapi enggak pernah sempet, kepake terus duitnya hahaha... tapi ini keren sih, walau harga terjangkau, tapi kualitas juga gak terlalu minim. recomended lah.

    BalasHapus
  8. Action Cam dari Xiaomi Yi imi juga nggak kalah kok kualitasnya sama Go Pro. Lagian lumayan juga kan dananya buat kegiatan yang lain. Di kantor pun, tiap bikin program berhadiah apalah apalah untuk beberapa brand yang timku handle, atasanku seneng banget ngerekomendasiin action cam xiaomi yi untuk reward-nya.

    Btw foto senjanya di flyover antasari keceeeeee.

    BalasHapus
  9. Aku awam loh soal beginian jadi ya masih norak.

    Tapi itu foto-foto di atas udah bagus kok, mayanlah buat apdet-apdet di ig. Dan setelah baca ini jadi pengen punya, soalnya harganya juga ga mahal-mahal banget hahaha :D

    BalasHapus
  10. untuk kualitas gambar, hampir sama dengan canon pocketku yang 900 k

    BalasHapus
  11. Aku kadang ga bisa ngebedain loh mbak ._. kamera-kamera begituan sih aku sering nyebutnya go pro. Udah, gitu aja ._. wkwkw ternyata ada merk-merk lain dibalik itu wkwkw :D

    BalasHapus
  12. untuk hasil gambarnya cukup bagus juga kok ..

    BalasHapus
  13. emang keren apalagi bisa dihubungkan ke handphone juga

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, silakan berkomentar.
Semua komentar akan mendapatkan feedback, berupa blogwalking.
Dan, pulsanya sekalian Kak?