Menapak Tilas JASMERAH Kabupaten Semarang

wisata sejarah kabupaten semarang
(Via: https://www.instagram.com/a_rizal_budiman)
Ingat gak dengan semboyan presiden Soekarno yang berbunyi JASMERAH?

“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah!”

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki tempat wisata sejarah. Saya pribadi, selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat sejarah setiap berwisata ke suatu daerah. Baik itu museum, benteng, candi, situs, petilasan dan lain sebagainya. 

Bagi saya, dengan berkunjung langsung ke situs sejarah atau melihat langsung peninggalan sejarah, bisa membantu untuk lebih mudah melogikakan kronologi tragedi sejarah itu sendiri. Ingatan akan sebuah fakta sejarah lebih lama melekat di kepala, ketimbang saat membacanya di buku. 

Dan yang paling penting, saya bisa berimajinasi dengan menghayati dan menatap lamat-lamat benda yang pernah bersaksi dalam peristiwa penting.

Ngomong apaan sih, Fah?

Susah dimengerti ya? HAHA! Oke, simpelnya gini. Dulu saya selalu bertanya-tanya ‘Kenapa orang suku asli Lampung pasti beragama islam?’ 

Toh, misal mereka menganut agama non-islam, itu bisa dipastikan sebab mereka keluar dari agama islam (murtad). Bukan bawaan dari orangtua atau orangtuanya orangtua dia. 

Dan pertanyaan itu terjawab oleh saya sendiri saat mengatar seorang teman Berkunjung Ke Museum Lampung. Di sana, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri—gak meminjam kepala teman lho—silsilah keluarga Raden Imba Kusuma, ayah dari Raden Intan II yang merupakan pahlawan asal Lampung. Di mana Raden Imba mewakili masyarakat suku Lampung masih keturunan dari raja kerajaan Samudra Pasai. 

Ingat gak pelajaran sejarah jaman SD dulu?

Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan islam pertama di Indonesia. Nah, dari sini saya nemu korelasinya antara suku Lampung dan kepercayaan islam. Yang tidak mungkin saya dapatkan kalau tidak berkunjung ke museum. 

Ya, secara baca buku sejarah kan malas. Bikin ngantuk. Dan gak kekinian. HAHA  

Alasan itulah yang selalu bikin saya ngebet berwisata ke tempat sejarah. Saya selalu penasaran, kira-kira fakta sejarah apalagi ya, yang bisa saya ungkap dari tempat bersejarah yang saya kunjungi. 

Dan kalau di Kabupaten Semarang, kira-kira ada bangunan dan tempat wisata apa saja ya, yang mengandung fakta-fakta sejarah?


Mari kita telusuri!

Candi Gedong Songo


Yang pertama ada Candi Gedong Songo, konon masih bersaudara dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Bercorak hindu yang dibangun pada abad ke 9 Oleh Raja Putera Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. 

candi gedong songo
Candi Gedong Songo
(Via: https://www.instagram.com/paawijaya)

Pada tahun 1804, Gubernur Jendral Hidia Belanda, Thomas Stamfor Bingley Raffles memperkenalkan candi ini untuk pertama kali, sebagai Candi Gedong Pitoe. Sebab kala itu baru tujuh bangunan candi yang ditemukan. Pitu dalam bahasa jawa atinya tujuh.

Satu abad kemudian sekitar pertengahan 1980 arkeolog asal Belanda, Van Stein Calefells melakukan penelitian di kawasan Candi Gedong Pitoe dan berhasil menemukan dua buah bangunan candi lagi. Sejak saat itu nama Candi Gedong Pitoe berubah menjadi Candi Gedong Songo

candi-gedong-songo-1
Candi Gedong Songo berselimut kabut
(Via: https://www.instagram.com/andripikas)

Sebab lokasi candi yang jaraknya cukup berjauhan satu sama lain, ditambah aksesnya yang sulit, candi itu kurang dikenal dan diminati. Tapi sekarang pemerintah Kabupaten Semarang telah mengelola dan melakukan beberapa pemugaran. Sehingga lokasinya relatif mudah diakses untuk wisatawan. 

Meski jarak antar candi yang satu dengan lainnya berjauhan, tapi petualangan dan keseruan menjelajah situs sejarah di antara bentangan alam eksotis kaki Gunung Ungaran, gak akan pernah tergantikan.

Terbayang kan gimana kerennya bentangan pemandangan hijau kaki gunung dengan udara sejuk? 

Lokasi: Dusun Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

Monumen Palagan Ambarawa


Dibangun pada tahun 1973 dan diresmikan oleh presiden Soeharto pada tanggal 15 Desember 1974. Monumen Palagan Ambarawa ini dibuat dengan tujuan untuk mengenang peristiwa Perang palagan yang terjadi tanggal 12 desember dan berakhir tanggal 15 desember 1945 di Ambarawa. 

Saat itu pasukan sekutu yang terdesak kalah dari Magelang lari ke Ambarawa, dan pasukan TKR yang dipimpin Kolonel Soedirman berhasil mengalahkan tentar sekutu pada tanggal 15 desember 1945 yang sampai saat ini diperingati sebagai hari Infanteri.

monumen palagan ambarawa
Mengenal sejarah perang palagan
(Via: https://www.instagram.com/megy_hermanto)

Mengunjungi Monumen ini kita tidak hanya bisa melihat-lihat relief yang menggambarkan peristiwa Perang Palagan. Tetapi juga bisa sekaligus berkunjung ke Museum Palagan Ambarawa. Di sana turut dipajang atribut perang seperti: seragam tentara baik Jepang, Belanda, maupun tentara Indonesia tempo dulu, ada pula aneka senjata perang mulai dari bambu runcing hingga bedil.

Kendaraan-kendaran sisa perang seperti tank, kendaaan angkutan personil militer hingga pesawat Mustang milik Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening ikut menghiasi halaman Museum Palagan Ambarawa.

monumen palagan
Kendaraan sisa perang
(Via: https://www.instagram.com/wis4win)

Lokasi: Jl. Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Ambaawa, Kabupaten Semarang

Candi Klero


Candi Klero juga dikenal sebagai Candi Tengaran yang merupakan candi bercorak hindu didirikan sekitar abad 9-10 Masehi. Candi Klero memang tidak seterkenal Candi Gedong Songo, selain karena lokasinya yang ngumpet di antara perkebunan warga, juga sebab bangunannya yang sendirian. Tidak seperti candi hindu pada umumnya yang biasanya terdiri dari beberapa bangunan candi.

candi klero
Candi Klero
(Via: https://www.instagram.com/abiaquarius)

Tapi meskipun sendirian dan kecil, hanya berukuran sekitar 1,5 x 1,5 meter, candi ini masih digunakan untuk aktifitas beribadah dan ritual tertentu lho. Jadi jangan heran kalau kamu berkunjung ada sisa pembakaran dupa dan bebungaan. 

Pemerintah Kabupaten Semarang juga tapak peduli dengan memberi pagar disekeliling areal candi. Sehingga si candi meski berdiri sendirian terhindar dari tangan-tangan nakal yang memiliki maksud jahat.

candi klero
Cagar Budaya Candi Klero
(Via: https://www.instagram.com/asnawex)
Lokasi: Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan tengaran, Kabupaten Semarang

Benteng Pendem Ambarawa


Bangunan bersejarah selanjutnya dikenal juga sebagai Benteng Fort Williem I, merupakan  peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Awal berdiri difungsikan sebagai barak militer dan penyimpanan logistik militer tentara Belanda. 

benteng pendem ambarawa
Benteng Pendem Ambarawa yang tampak vintage dan eksotis
(Via: https://www.instagram.com/
anangsetiawan0812)

Yang unik dari Benteng Pendem yaitu bangunannya yang masih difungsikan dengan cukup optimal. Bangunan benteng yang kokoh dengan corak bata berlumut yang eksotis ini masih termasuk ke dalam kompleks Lapas Kelas II Ambarawa. Bagian lantai duanya digunakan sebagai tempat tinggal petugas lapas, sebab itulah pengunjung hanya bleh berkunjung di area lantai satu dan tidak boleh berisik. Nanti menganggu warga sekitar.

benteng pendem
Berani uji nyali di sini?
(Via: https://www.instagram.com/rudicayo)

Oh ya, Benteng Pendem Ambarawa ini pernah dijadikan lokasi syuting film Soekarno lho. Omong-omong, apa gak ngeri ya tingal di bangunan tua dengan sensasi tembok mengelupas dan sangat kental akan suasana mistis gitu. Lebih cocok dijadikan lokasi uji nyali sih, ketimbang ditinggali :D 

Kalau kamu gimana, berani tinggal di Benteng Pendem Ambarawa?

Lokasi: Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang

Candi Dukuh


Masih ingat pelajaran sejarah Kerajaan Majapahit?

Nah, Candi Dukuh ini merupakan salah satu candi peninggalan Prabu Brawijaya V, yang merupakan penguasa terakhir Kerajaan majapahit. 

candi dukuh
Sunset di Candi Dukuh
(Via: https://www.instagram.com/
nikidina)

Candi Dukuh letaknya persis di pinggiran Rawa Pening. Menuju lokasi candi harus melalui jalur menanjak serupa naik bukit. Tapi jangan sedih, justru di sini letak keseruannya. Sebab setelah mencapai area candi pemandangan Rawa Pening dari ketinggian telah menanti untuk menyejukkan mata. Terbayang kan gimana cantiknya. Maka tidak mengerankan kalau Prabu Brawijaya V memilih tempat bertapa di sini. 

candi dukuh semarang
Situs Candi Dukuh
(Via: https://www.instagram.com/
agus.em)

Konon dahulu di Candi Dukuh ini banyak terdapat arca-arca yang bernilai tinggi lho. Bahkan saat balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah melakukan pemugaran tahun 2011, ditemukan lempeng emas berbobot 4,1 gram. Sayangnya arca-arca yang bernilai tinggi beberapa di antaranya sudah raib saat belum dikelola dulu. Duh sayang sekali ya. 

Lokasi: Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, kabupaten Semarang

Saya beri sedikit tips jika berkunjung ke tempat sejarah. 

  • Jika pergi ke museum jangan hari senin. 
Hampir seluruh museum di Indonesia setiap hari senin tutup. Katanya sih, hari senin itu hari di mana ruangan dan benda-benda dirawat demi menjaga keutuhan koleksinya. Jadi kalau mau berkunjung lebih baik hari lain. Terutama weekend dan hari libur.
 
Kebanyakan museum menggratiskan tiket masuk untuk lansia. Kalau tidak percaya, ajaklah nenekmu ke museum. Niscaya gak akan diminta uang tiket. Meskipun berbayar untuk kita yang belum lansia, tempat wisata sejarah kebanyakan mematok tiket masuk yang relatif murah. Apalagi jika kamu pelajar dan mahasiswa.

  • Kalau yang dikunjungi situs sejarah serupa candi dan Petilasan.
Pakailah sepatu atau sendal yang ringan dan nyaman. Sebab yang namanya berwisata ke candi pasti banyak jalan kakinya. Siapkan tenaga dan mood. Jangan kebanyakan foto-foto, tapi nikmati suasanaya. 

Jangan malas membaca papan informasi yang ada. Biar pengetahuan dan wawasamu tentang sejarah nambah. 

  • Terakhir, untuk semua tempat bersejarah
Jagalah sopan-santun. Jangan membuang sampah sembarangan. Jangan merusak apapun. Dan yang terakhir jangan meninggalkan jejak vandaisme serupa “Sungkono Was Here!” pakai pilok. Hargailah bangunan bersejarah yang dibuat susah payah pada masanya itu. 

Biarkan mereka utuh dan terjaga untuk kemudian dikenang dan dipelajari oleh generasi setelah kita. Ingat ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah!’
 
 
menapak tilas jasmerah kabupaten semarang
 
End of this post,
 
Jadilah wisatawan yang bermartabat. Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak kaki. Jangan merusak apapun kecuali mood buruk. dan jangan mengambil apapun kecuali gambar dan pengetahuan. Biarkan mereka tetap di tempatnya untuk menjadi saksi bergulirnya sang waktu.
 
 
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti “Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang


Salam sayang, dari calon menantu idaman :*




*Sumber gambar tercantum
*Sumber informasi dikutip dari:
https://id.wikipedia.org/
https://wisatapedi.com/
http://www.semarangplus.com/
https://www.kompasina/bamset2014/
https://www.smartphonegraphers.blogspot.co.id/ 

16 komentar:

  1. Selalu deh kalo liat jalan-jalan orang ke semarang aku jadi pengen ikut,
    Semarang masih masih jadi destinasi impian aku haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kuy kemas ransel, langsung berangkat. dah gausah mikir Leon. berangkat pokoknya!

      Hapus
    2. Besoknya langsung dipecat haha ..

      Hapus
    3. memecatkan diri sebelum dipecat haha

      Hapus
  2. Semarang itu memang indah. Multikultur iya, toleransi iya, historis pun juga iya. Kuliner pun iya banget. Udah sering denger tentang ambarawa, tapi jujur belum pernah ke semarang sih ehehehe. Kalau foto2 ditempat historis itu kece-nya keliatan kayak kece yang berintelektualitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener jev, ayolah sekali-kali berkunjung ke kabupaten semarang

      Hapus
  3. keren2 ya wisata sejarah kab semarang :) pengen bisa menyambangi semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyak mbak santi benar sekali, kuy berangkat, cus now! haha

      Hapus
  4. semarang. enggak begitu jauh daari cirebon.

    jas merah. kece nih.

    seru banget lihat foto fotonya. segala yang bernuansa historis entah mengapa kece aja untuk dibahas.

    moga ada kesempatan untuk gue pergi ke semarang. melihat lihat sejarah di sana. karna paling jauh gue ke tegal. ahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tuh bang Yoga pasti ada lah kesempatan. kan cuma dari cirebon. kepleset aja nyampe bang. asal keplesetnya didalem bus antarkota sih. haha

      Hapus
  5. Aku belum peenah ke Semarang, tapi kepengen banget ke semarang karna masjid Agung Jawa Tengahnya, tapi setelah lihat postingan ini ternyata semarang banyaaaaaaak tempat destinasi yg indah dan bersejarah yang harus di telusuri. Di telusuri oleh hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap bener banget kak Elva, aku juga selalu menyempatkan diri untuk sholat di masjid agung suatu daerah yang aku datangi. itu semacam kepuasan tersendiri, dan seru.

      Hapus
  6. Latifah, itu khan my hometown, aku juga dari Ambarawa, yaitu Jambu. haahaha..Aduh, jadi kangen tempat tempat itu..apalagi kalau foto foto di Benteng Pendem itu rasanya macam horor horor seru gituuu...tinggal jalan dikit juga bisa berwisata ke Kampung Rawa. wehehehehe..

    Seneng jadinya ada yang mengulas tentang Ambarawa dan sekitarnya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah asik miss, beruntung sekali punya hometown yang keren dan punya banyak tempat sejarah gitu.

      kampung rawa ya, hmmm okedeh dinoted nanti ke sana kalo ada kesempatan dan waktu. sip!

      Hapus
  7. Mantap. Meski ak org jogja. Malah ga pernah ke t4 itu..kayak kalo pulkam mengagendakan kesana...ditunggu ya kabar jalan jalannya

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, silakan berkomentar.
Semua komentar akan mendapatkan feedback, berupa blogwalking.
Dan, pulsanya sekalian Kak?