Seberapa Penting Mikirin Asupan Nutrisi Untuk Tubuh?

nutrisi untuk tubuh


Enaknya jadi mahasiswa yang hidup di kos-kosan, yaitu kita punya kebebasan lebih ketimbang anak rumahan. Gak perlu ikutan aturan main orang-orang rumah perihal harus pulang jam berapa, harus bangun jam berapa atau harus membantu beberes apa. Pokoknya hidup ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. 

Tapi enggak enaknya hidup di kos-kosan ialah kita dituntut untuk mandiri. Dalam artian kita harus menentukan sendiri asupan nutrisi yang masuk ke tubuh kita. Kalau biasanya di rumah bangun tidur sudah tersaji aneka makanan bikinan Emak, atau minimal sudah ada bahan baku makanan untuk diolah, kalau di kos-kosan berbeda. Kita harus mikir sendiri mau makan apa. Di mana. Beli makanan siap santap atau beli bahan bakunya saja. 

Sebab kebebasan itulah, kadang para anak-anak kos jadi malas untuk mengolah makanan. Imbasnya beli makanan di warung makan yang tinggal hap. Kualifikasi makanan yang dimakan pun enggak muluk-muluk. Asal murah, porsi melimpah dan enak itu sudah lebih dari cukup. Sebab hidup mandiri di perantauan tentu kita dituntut untuk bisa menghemat pengeluaran seminim mungkin. 

Enggak peduli seberapa higienis makanan yang kita makan. Tanpa mikir nilai gizinya sudah seimbang untuk mengasup kebutuhan nutrisi harian atau belum. Pokoknya yang penting kenyang aja. Tapi pernah gak sih, kamu para warga kos-kosan khususnya, memikirkan apa sih nutrisi itu? Seberapa penting perannya untuk keberlangsungan hidup kita di belantara kampus demi seonggok toga ini. 

Kemudian ahli kos-kosan wal jamaah pun menyahut. “Yah, jangankan mikirin nutrisi, makan teratur sehari tiga kali aja udah prestasi bangsa banget!” Hahaha! Bener gak nih? 

Apa sih nutrisi itu? 


Nutrisi, konon merupakan ikatan kimia yang dibutuhkan tubuh kita agar dapat menjalankan fungsi dan sistem di dalam organ tubuh supaya berjalan normal. Nah dari si nutrisi ini jaringan di dalam tubuh kita memperoleh bahan baku untuk membentuk energi yang akan digunakan bekerja secara optimal dan maksimal. 

Gak cuma itu aja lho, si nutrisi ini juga memiliki peran sebagai pembangun dan pemelihara jaringan tubuh bahkan mengatur proses-proses kehidupan agar berjalan dan berfungsi dengan normal. Kita bisa menganalogikan peran nutrisi ini layaknya cinta. Yang harus terus-menerus dipupuk, diperhatikan, dibangun agar terus membesar, dipelihara agar selalu dalam keadaan kokoh. Dengan begitu, kita bisa tenang dan bahagia menjalani hidup. Tanpa merasa was-was kalau suatu hari nanti cinta diantara kita akan berpaling. Azekkk! 

Kenapa Nutrisi Harian Harus Terpenuhi?


Selama ini artikel mengenai asupan nutrisi untuk balita sering banget bersliweran di timeline. Tapi jarang yang membahas kebutuhan nutrisi untuk orang dewasa usia-usia produktif cem kita-kita ini. Padahal kan baik balita, dewasa maupun lansia semuanya butuh motor penggerak untuk beraktifitas sehari-hari yah. 

Apalagi kita mahasiswa, yang katanya agent of chage dengan segudang aktifitasnya. Inget, kita ada di usia produktif, sudah pasti produktifitasnya lagi muncak, kebutuhan akan energi yang berasal dari asupan nutrisi pasti tidak kalah tinggi juga dong. 

Jangan sampai kita sok tegar, mentang-mentang sedang di masa kejayaan kondisi fisik, kemudian jemawa. Terlena dengan ketangguhan fisik dan mulai membudayakan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh serius pada kehidupan masa tua. Jangan masa tua deh, kejauhan. Atau malah karena kebiasaan buruk yang membudaya ini, kondisi fisik kita malah menurun drastic padahal masih di usia produktif. Simplenya, menua lebih dini. Kan ngeri. Apalagi jomblo dan belum laku. Duh! 

Oleh sebab itu kita akan berbicara soal fungsi. Pada dasarnya nutrisi untuk tubuh semua orang, tak terkecuali jomblo dan baru diputusin pacar ini memiliki fungsi utama seperti yang aku paparkan di atas. Di samping itu, nutrisi juga berperan dalam memberikan tenaga, kebayang dong gimana capeknya untuk tampak pura-pura bahagia dan panjat sosial. 

Nah capek ini butuh tenaga, Cuy hehe! Kemudian mengatur suhu tubuh, apalagi kalo lagi deket si doi. Adem-panas gak tuh si tubuh? Kalo asupan nutrisimu kurang. Pingsan-pingsan dah. Nah yang gak kalah penting juga yaitu melindungi tubuh dari serangan penyakit. Sakit itu gak enak lho. kalau tubuh tidak sehat produktifitas menurun itu sudah pasti. Dan membentuk cadangan makanan dalam tubuh. 

Jika Nutrisi Harian Tidak Terpenuhi 


Nah, sebab kita kini sudah tahu fungsi-fungsi dari nutrisi dan semoga kamu tidak lantas close tab sebab bosan membaca tulisan Mantuidaman mertua ini, maka lebih baik kita langsung saja membasas tentang bahaya kelebihan maupun kekurangan nutrisi. Sebab di artikel ini aku kan ceritanya mencoba untuk memaparkan pengetahuan mengenai kebutuhan nutrisi. 

Seperti yang aku tulis di awal, sebagai anak kos-kosan kadang tahu info aja gak cukup, tapi kita juga butuh perhatian, kasih saying dan bahu untuk bersandar. Cailahhh! Terkadang kondisi dompet di akhir bulan memaksa kita untuk makan ala kadarnya. 

Tapi semoga melalui tulisan ini kamu sebagai anak kos lantas agak tercerahkan agar tidak berhedon-hedon ria di awal bulan, lalu promaag menanti di akhir bulan. Mari kita sama-sama belajar bijaksana menyikapi kondisi keuangan yang terbatas agar pembagian budget perihal nutrisi adil bagi seluruh hari selama sebulan. Siap! 

Sebab kekurangan nutrisi, terutama pada kalangan remaja mendekati dewasa cem kita ini akab berdampak cukup buruk. Seperti menurunnya produktivitas dan tingkat kesehatan tubuh. Kebayang gak sih kalau deadline (entah itu tugas atau pekerjaan) lagi numpuk-numpuknya tapi badan lagi gak fit. Kan ngeselin ya. Alhasil ngerjainnya jadi ngasal, asal cepat selesai. 

Makanya jangan sampai deh kebutuhan energi secara umum dan sumber protein tubuh kita ini kekurangan. Ibarat karena setitik nila rusaklah susu sebelangga. Karena kebutuhan energi tidak tercukupi kemudian sistem imun menurun, anemia, letih-lesu-lemas, malas-malasan, ngantukan, gak fokus. Bahkan lebih parah lagi sampai menderita penyakit ringan hingga serius. 

Nah, agar seimbang maka perlu juga memerhatikan risiko kelebihan nutrisi. Sebab itu juga bikin kamu hadi ribet harus diet ketat. Pokoknya sewajarnya ajalah mengasup nutrisi ke tubuh. Kalau istilah sunahnya itu, makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Sebab segala sesuatu yang berlebihan emang enggak baik. Haha! 

Pesan Untuk Jemaah Ahli Koskosaan Wal Jamaah 


Oke, ini udah masuk end of the post ya. Intinya peduli akan nutrisi tubuh sendiri itu amat sangat penting adanya. Siapa lagi yang akan memerhatikan kesehatan dan kebugaran tubuh kita kalau bukan diri kita sendiri. Jangan nyedih lah mentang-mentang ngekos sendiri, ke mana-mana sendiri gak punya sandaran hati pula, jadi nyedih. Hidupmu enggak semengenaskan itu kok, asal kamu bisa belajar mencintai diri sendiri sebelum mulai untuk belajar mencintai aku. Cieee! 

Pokoknya baik kekurangan maupun kelebiha nutrisi itu enggak baik. Jangan lupa kalau sudah peduli dengan asupan makanan yang akan bertranformasi sebagai energi di tubuhmu yang rentan baperan itu, diimbangi juga dengan aktifitas fisik yang cukup. Alias olahraga teratur. Biar tetap bugar. Lari sore di lapangan kampus atau GOR terdekat misal. 

Selain bisa sambil olahraga yang baik untuk kesehatan tubuh, bisa juga sembari cuci mata yang baik untuk kesehatan mata. Kalau kata Jemy di buku DO karya Arie Risaf Arisandi “Menatap cewek/cowok cakep selama satu menit setara dengan makan satu kilo wortel” bikin mata bening. 

Yaaa, kali aja kan. Namanya juga usaha. 



Salam sayang,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.