Nutrisi Penuh Yang Musti Diasup Ke Tubuh Warganet Sekalian


Di postingan sebelumnya aku udah mencontohkan cara merinci kebutuhan nutrisi harian, utamanya untuk perempuan semi dewasa kayak aku. Ada karbohidrat, protein lemak nabati, lemak hewani, sayuran, kasih sayang, bahu untuk bersandar dan masih banyak lagi. 

Sebenarnya ini dari SD dulu kita udah belajar sih, tapi biar postingan tentang nutrisinya makin sip. Hitung hitung kita meriewiew ulang ajalah materi-materi IPA itu. Kali aja kan, kalian segenap warganet yang nyasar ke blog ini jadi terinspirasi untuk belanja sayur model apa buat menu hari ini. 

Demi hidup sehat dengan gizi seimbang, mari kita saling menyemangati. Jujur aja, aku mulai mikirin asupan nutrisi begini semenjak ditolak untuk donor darah sebab HBku kurang dan berat badan turun dan menjadi kurang. Di donor darahku yang ke 4. Itu rasanya sedih banget. Macem mergoki pacar selingkuh pas lagi yakin-yakinnya kalau dialah jodohku. Alseee! 

Sejak itu aku jadi mikir-mikir kalau mau mengasup makanan ke tubuh. Supaca HBku oke, dan berat badan konstan. Supaya tiga bulan berikutnya aku bisa donor darah lagi, yeay! 

Oh ya, selipan dikit. Buat kamu yang masih takut donor darah, aku sarankan untuk be brave. Sebab enggak semengerikan seperti apa yang kamu bayangkan. Setelah donor kamu akan merasakan rasa yang luarbiasa, yang aku sendiri gak mampu ungkapkan lewat kata-kata. Dan itu bikin ketagihan lho. Disamping bikin tubuh kita sehat dan bermanfaat untuk orang lain.

Oke, berikut merupakan nutrisi yang kudu dipenuhi oleh tubuh seluruh umat manusia tak terkecuali warganet yang suka komentar gak nyambung di kolom komentar selebgram hehe. 

Karbohidrat 

Karbohidrat manfaatnya untuk menjaga kesehatan tubuh, mempercepat waktu pemulihan tubuh setelah sakit, menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dalam melakukan aktivitas, sebagai perfoma serta kapasitas ketahanan tubuh yang baik. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, konsumsi nutrisi yang baik adalah memenuhi total kebutuhan energi (kalori) melalui konsumsi makro nutrisi dengan proporsi 60-70% melalui konsumsi karbohidrat. 

Sumber: Nasi, sereal, roti putih, kentang, ubu jalar, sagu, singkong, jagung, buah segar. 

Protein 

Selain mengonsumsi karbohidrat, gizi yang harus dipenuhi adalah protein. Sebab berperan penting dalam pembentukan struktur, fungsi, dan regulasi sel-sel. Protein juga bekerja sebagai neuritransmiter dan pembawa oksigen dalam darah disamping sumber energi untuk tubuh. 

Sumber: Ekstrak jamur, produk kedelai, produk susu, biji dan kacang-kacangan, ikan dan telur. 

Lemak 

Lemak dapat ditemukan pada hewan maupun tumbuhan dalam bentuk organik yang disebut dengan lipid. Lipid penting bagi penyimpanan energi yang tinggi, meningkatkan kalori karbohidrat dan menyediakan bantalan serta penyekatan. Lemak mengandung asam lemak bebas, baik yang jenuh maupun yang tidak jenuh, tergantung pada struktur kimianya. Konsumsi lemak harus diimbangi dengan makanan yang mengandung serat, karena serat mengikat kolesterol dan menyingkirkannya dari darah. 

Sumber: Lemak nabati (kedelai, alpukat, minyak kelapa), lemak hewani (Minyak ikan, ikan laut, daging, susu, telur) 

Vitamin dan Mineral 

Vitamin dan mineral berfungsi untuk memperkuat tubuh agar tubuh dapat bekerja dengan baik. Vitamin dan mineral terdapat pada makanan sehari-hari, contohnya pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Akan tetapi karena gaya hidup, diet, maupun hal lain yang menyebabkan seseorang tidak seimbang dalam mengonsumsi makanan membuat kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh menjadi tidak terpenuhi. 

Aneka Varian Vitamin 
  1. Vitamin A, befungsi untuk mencegah kerusakan mata, meningkatkan kesehatan imun, juga berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sel serta menjaga kesehatan kulit.

    Sumber:
    wortel, labu, aprikot, peach, pepaya, dan mangga.
  2. Vitamin C, berfungsi dalam pembentukan kolagen, yaitu jaringan tissue yang menahan sel. Vitamin C juga penting untuk pertumbuhan tulang, gigi, gusi serta pembuluh darah, membantu penyerapan zat besi dan kalsium, dan membantu dalam proses penyembuhan luka.

    Sumber: buah berry, kiwi, jeruk, tomat, jambu biji, dan anggur.
  3. Vitamin D, berfungsi untuk memperkuat tulang karena vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.

    Sumber: diproduki oleh tubuh saat terkena sinar matahari atau makanan seperti kuning telur, minyak ikan, dan susu.
  4. Vitamin E, berfungsi sebagai anti oksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan. Vitamin E juga penting untuk kesehatan sel darah merah.

    Sumber: kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, alpukat, dan gandum.
  5. Vitamin B1, berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi energi, diperlukan juga oleh jantung, otot, dan sistem saraf agar dapat berfungsi dengan baik.

    Sumber: daging, ikan, kacang-kacangan, makanan yang terbuat dari kedelai, gandum, dan beras.
     
  6. Vitamin B2, berfungsi dalam pembentukan sel darah merah dan kesehatan mata.

    Sumber: kacang polong, telur, daging, produk olahan susu.
  7. Vitamin B3, berfungsi membantu mengubah makanan menjadi energi, menjaga kesehatan kulit, dan fungsi saraf.

    Sumber: daging, unggas, ikan, dan kacang.
  8. Vitamin B6, berfungsi untuk menjalankan fungsi normal otak dan saraf, serta bermanfaat untuk memecah protein.

    Sumber: pisang, kentang, buncis, bayam, dan kacang-kacangan.
  9. Vitamin B9 biasa disebut asam folat, berfungsi membantu pembentukan sel darah merah dan DNA.

    Sumber: telur, daging merah, sayuran berdaun hijau, asparagus, roti, mie, dan sereal.
  10. Vitamin B12 berfungsi untuk menjaga fungsi saraf.

    Sumber: ikan, telur, daging, susu, dan makanan yang telah difortifikasi. 
Oke itu aja, dulu. Lumayan postingan blogku kali ini bisa membantuku mengingat nama-nama bahan pokok makanan beserta kandungannya yang tentu sangat berguna untuk murid-murid privatku di rumah hehe. Kalau lupa aku bisa langsung buka blog sendiri, oke ini aslinya modus doang. 
Tapi gak papa, mereview pelajaran IPA jaman sekolahan dulu ternyata asik. Yows gitu aja. Pesanku di postingan kali ini yaitu metabolism dalam tubuh adalah hal dasar yang sangat penting bagi tubuh kita. Jika asupan makanan beserta nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak seimbang, maka kebutuhan nutrisi untuk si metabolism itu tadi akan terganggu yang berimbas pada terganggu pula fungsi tubuh kita. 

Mungkin kalau sekali dua kali masih oke, apalagi kita di usia produktif yang masih tergolong segala fungsi tubuh sedang optimal. Tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi 10 hingga 20 tahun ke depan. Atau malah jangka pendek 5 tahun ke depan. Jangan sampai menyesal di hari tua nanti sebab abai pada asupan nutrisi di masa sekarang. 



Salam sayang,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.