Pesona Wisata Kabupaten Pringsewu

wisata kabupaten pringsewu

Ada anekdot yang mengatakan bahwa:

“Jika kamu sudah 10 tahun lamanya tinggal di Pringsewu, niscaya kamu akan menjadi penduduk Kabupaten Pringsewu seutuhnya.” 

Awalnya saya juga tidak terlalu ngeh, dengan anekdot ini. Tapi, seiring berjalannya waktu—percaya atau tidak, anekdot ini memang nyata adanya.

Sepuluh tahun, bukanlah kurun waktu yang singkat. Bahkan syarat seorang WNA yang ingin berkewarganegaraan Indonesia hanya butuh setidaknya lima tahun berturut-turut tinggal di wilayah RI. Lantas, ngapain sih orang daerah lain mau tinggal selama itu di Kabupaten Pringsewu?

Memang di Kota Pringsewu ini, ada apa ya?

Begini, sejak dulu Kabupaten Pringsewu memang dikenal sebagai Kota Pendidikan. Utamanya di daerah Lampung bagian selatan. Sebab jauh sebelum mengalami pemekaran dari Kabupaten Tanggamus, kota kecil ini sudah memiliki jenjang pendidikan yang amat komplit. Mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Sebut saja TK Aisyiah, SDN 1 Pringsewu, SD Muhammadiyah Pringsewu, SMPN 1 Pringsewu, SMAN 1 Pringsewu, SMAN 1 Gadingrejo, STMIK Pringsewu, STKIP Muhammadiyah Pringsewu dan masih banyak instansi pendidikan lainnya.

Saya sendiri mulai tinggal di Pringsewu sejak masuk SMP, mengikuti jejak kakak yang sudah duluan menempuh pendidikan di sana. Tentu dengan alasan demi memperoleh fasilitas dan suasana pendidikan yang lebih baik. Namun lokasinya tidak terlalu jauh dari orangtua dan masih dalam pantauan keluarga.

Pringsewu adalah kota yang ideal, mengingat domisili orangtua saya berada di Kecamatan Pulau Pangung (saat saya SMP, 2007 Pringsewu masih dalam lingkup Kabupaten Tanggamus) hanya berjarak beberapa kecamatan saja, menimbang pula cukup banyak sanak-saudara yang tinggal di Pringsewu.

Gimana, kamu yang juga menempuh pendidikan di Pringsewu, apa orangtuamu beralasan sama dengan orangtua saya?

Baiklah, terlepas dari tittle Kabupaten Pringsewu sebagai Kota Pelajar, percaya atau tidak kalau kota kecil nan asri ini juga menyimpan sejuta pesona pariwisata? Yang belakangan mulai dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah daerahnya. Mulai dari wisata bukit, wisata religi, wisata air terjun, wisata danau dan masih banyak lagi wisata lainnya.

Gimana, penasaran dengan Potensi Wisata Kabupaten Pringsewu? Mari simak pemaparan saya berikut ini:

WISATA BUKIT 

1. Bukit Pangonan dan Talang Indah Pajaresuk 

Taman Wisata Talang Indah Pajaresuk, merupakan salah satu wisata alam favorit di Kabupaten Pringsewu, termasuk pula di dalamnya Bukit Pangonan. Talang yang merupakan warisan Pemerintah Kolonial Belanda itu, sejak dulu hingga kini difungsikan sebagai jalan penyebrang air untuk mengairi sawah-sawah di sekitaran Pringsewu, lantas dikembangkan menjadi lokasi wisata yang amat komplit.

talang indah
Jembatan air di Talang Indah Pajaresuk
Via: https://www.instagram.com/talang_indah_
Talang air sepanjang 100 meter yang melewati lembah dengan ketinggian 25 meter ini terdapat besi yang berjejer di atasnya sehingga tidak hanya air yang dapat menyebranginya tetapi kita juga. Di sana terdapat pula fasilitas kolam berenang anak, perahu bebek hingga flying fox lho.

Lokasinya yang berada di antara perbukitan sangat mendukung sebagai lokasi berfoto yang instagramable. Berlatar hijaunya perbukitan Kabupaten Pringsewu yang masih asri dan hijau, kita akan dimanjakan dengan beraneka ragam spot berfoto.

Mulai dari spot berbentuk sarang burung, bunga teratai, kupu-kupu atau kamu ingin berfoto di atas jembatan talang yang eksotis, di atas kapal yang menjorok ke hijaunya perdu perbukitan, di depan rumah hobbit, atau di atas rumah pohon juga bisa.

bukit pangonan
Berpose di spot kapal Bukit Pangonan
(Doc. Pribadi penulis)
Semuanya akan tampak keren untuk dipamerkan di feed sosial mediamu. Tempat ini juga acap kali digunakan untuk foto prewedding pasangan-pasangan yang hendak menikah lho.

Lokasi: Jalan Raya Sampang (Lintas Pringsewu - Tanggamus), Kelurahan Pajaresuk, Kab. Pringsewu. 

2. Bukit PJR dan BLT 

Dua lokasi wisata ini saya satukan sebab letaknya yang amat berdekatan. PJR (Panjerejo) dan BLT (Blitarejo) merupakan dua bukit yang berada di Desa Panjerejo dan Desa Blitarejo, sesuai dengan nama masing-masing desanya. Berbeda dengan Bukit Pangonan, dua tempat wisata ini menawarkan sensasi adrenalin untuk pengunjungnya.

Sebab untuk mencapainya, wisatawan perlu treking naik bukit sekitar 15 menit lamanya. Tapi kamu tidak perlu khawatir sebab medannya tidaklah berat, di sisi kanan-kiri jalur treking juga sudah banyak bale-bale bambu dan warung tenda yang menjajakan makanan-minuman ringan untuk pengunjung. 

bukit panjerejo
Hamparan sawah sepanjang mata memandang dari ketinggian Bukit Panjerejo
(Via: https://www.instagram.com/lampunginsta_)
Dan setelah kamu sampai di atas, lelahmu akan terbayar dengan view persawahan yang membentang luas sejauh matamu bisa memandang. Dilengkapi lika-liku sungai, kendaraan yang tampak kecil melaju di atas jalan beraspal dan deretan rumah-rumah penduduk yang tampak serupa miniatur. Pokoknya, dari atas kedua bukit ini kita bisa menikmati keindahan Kota Pringsewu seutuhnya.

bukit blitarejo
Menatap semburat sunset Bukit Blitarejo
(Doc. Pribadi Penulis
Jika ingin berkunjung, saya sarankan kamu untuk mengunjungi kedua bukit ini sekaligus, sebab keduanya menawarkan suasana pemandangan yang berbeda dan melengkapi satu sama lain. Waktu yang tepat untuk kamu berkunjung adalah saat pagi hari dengan view berkabut ala-ala pegunungan, dan sore hari saat matahari hendak tergelincir di kaki langit dengan bias warna serupa emas yang menakjubkan. Jangan lupa pakai alas kaki yang nyaman untuk berjalan dan siapkan gadget terbaikmu untuk berfoto, ya.

Lokasi: Pekon Panjerejo dan Pekon Blitarejo (lokasinya berdekatan) Berada di Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu 

WISATA RELIGI 

1. Goa Maria Padang Bulan 

Goa yang acap kali dijuliki Lourdes van Lampung ini sangat menarik untuk dikunjungi, sebab konon tidak kalah indah dengan Lourdes yang ada di Perancis. Merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi umat katolik jika berkunjung ke Lampung. Lokasinya berada di perbukitan yang teduh dan asri. Dengan geografis lembah perbukitan, di tengah hutan kecil, dan di tepian sungai, amat cocok untuk berdoa dan bermeditasi dengan khusyuk ditemani nyanyian alam berupa gemercik aliran air, suara gesekan pepohonan dan kicauan burung.

goa maria pringsewu
Goa Maria Padang Bulan
(Via: https://www.instagram.com/sugistino_)
Awalnya Goa Maria Padang Bulan ini merupakan tempat bersembunyi bagi para imam dan masyarakat sekitar pada masa penjajahan Jepang sekitar tahun1942. Tempat ziarah yang namanya memiliki makna sumber air hidup yang diberkati oleh sang cahaya ini, juga sudah dibangun Gereja Stasi Padang Bulan, dilengkapi fasilitas aula yang besar pula rumah rehat bernama La Verna.

Setelah selesai berdoa dan beribadah, peziarah dapat mengambil air dari sendang yang berada tak jauh dari goa yang dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit bagi yang meminumnya.

Lokasi: Jl. Jend. Sudirman, Padangbulan, Kel. Pajaresuk, Kab. Pringsewu 

2. Makam KH Ghalib 

Makam KH Ghalib berada di area TPU Pringsewu Barat dengan lokasi makam yang ditempatkan tersendiri pada bangunan menyerupai rumah. KH Ghalib sendiri adalah seorang ulama terkemuka dan tokoh pejuang kemerdekaan.

Sebagai komandan pasukan Hizbullah, beliau dengan gagah berani turut melawan penjajahan Belanda dan Jepang. KH Ghalib dan pasukannya turut mengambil andil dalam pertempuran di front Baturaja, Martapura dan beberapa pertempuran lainnya. Hal yang wajar apabila setiap tahunnya makam KH Ghalib ini banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah luar Lampung.

makam kh ghalib
Berziarah ke Makam KH Ghalib
(Via: http://lampung.tribunnews.com/)
Pada akhir masa perjuangannya, KH Ghalib memutuskan untuk menetap dan mendirikan Pondok Pesantren di daerah Pringsewu. Dan untuk mengenang jasa perjuangan dan sosok kepahlawanannya, nama KH Ghalib diabadikan menjadi salah satu nama jalan protokol di Kabupaten Pringsewu.

Lokasi: Jl. KH. Ghalib No.17, Kec. Pringsewu, Kab. Pringsewu 

3. Pura Giri Sutra Mandala 

Sempat menyangka tidak, kalau di Kabupaten Pringsewu ini terdapat Pura seperti di Bali?

Pura Gili Sutra Mandala ini, sempat dinamakan dengan Pura Tiban. Sebab awalnya pura ini diketahui masyarakat secara tiba-tiba. Apalagi lokasinya berdiri di atas gunung yang tidak dihuni manusia. Bangunan pura ini berpondasi batu dan pada badan bangunan terbuat dari batu bata dengan ketinggian puncak mencapai 7 meter.

Diberi nama Pura Giri karena berada di atas pegunungan yang tinggi, sedangkan Mandala adalah tempat suci yang ada di gunung. Jadi beribadah di Pura Giri Sutra Mandala dapat dimaknai sebagai ritual mensucikan diri seperti layaknya kain sutra.

pura giri sutra mandala
Menilik kemegahan Pura Giri Sutra Mandala
(Via: https://www.instagram.com/jelajahpringsewu_)
Jika kamu berkunjung dengan tujuan berwisata, maka hanya diperkenankan hingga batas Kori Agung. Dengan melepas alas kaki dan harus berpakaian bersih atau memakai adab persembahyangan yang bisa dipinjam di sana. Ini demi menghargai dan untuk kenyamanan beribadah umat Hindu yang sedang beribadah tentunya.

Lokasi: Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu 

WISATA KOTA 

1. Rest Area Wates 

Ini semacam lokasi wajib disinggahi jika kamu datang atau melewati Kabupaten Pringsewu. Lokasinya sangat strategis dan amat dominan. Berada di jalur Lintas Barat Sumatera yang merupakan salah satu jalur tersibuk di Provinsi Lampung. Rest Area ini, dilengkapi dengan gapura selamat datang berbentuk pilar bambu yang ikonik. Berdiri besar, gagah dan kokoh seolah menyambut dengan ramah dan hangat pada siapapun yang hendak singgah di Kota Pringsewu.

rest area pringsewu
Gapura selamat datang Rest Area Pringsewu
(Via: https://www.instagram.com/muhrakha08)
Di sisi kanan-kiri gapura dan rest area terdapat hamparan sawah yang sangat khas dan bisa dikatakan Pringsewu bangettt. Tenang, tidak hanya orang yang sedang melakukan perjalanan di Jalur Lintas Barat Sumatra saja kok, yang sah mampir ke sini. Sebab tempat ini juga menjadi tempat nongkrong wajib penduduk dan kawula muda sekitaran Pringsewu. Tak jarang orang luar daerah memang niat ke Pringsewu untuk berkunjung ke sini lho.

Ikon Pringsewu
(Via: https://www.instagram.com/muhrakha08)
Kamu bisa mengajak pasangan, teman, maupun keluarga untuk sekadar duduk-duduk di kursi plastik berkanopi warna-warni sembari menikmati pemandangan persawahan yang membetang luas dengan angin semilirnya di sore menjelang petang. Akan lebih lengkap jika ditemani jagung bakar aneka rasa dan dan minuman hangat yang mengepulkan asap tipis. Aneka macam jajanan lain juga bisa kamu beli dari tenda-tenda penjual di sekitaran lokasi.

tugu gajah pringsewu
Tugu Gajah angkat barbel
(Via: https://www.instagram.com/muhrakha08)
Menjelang malam hari, apalagi akhir pekan suasana Rest Area ini akan semakin ramai pengunjung dan semarak dengan adanya panggung terbuka yang sering digunakan seniman dan band lokal menggelar pentas. Area ini juga sudah dilengkapi dengan outlet kuliner, outlet souvenir, sarana bermain, mushola, toilet umum, hingga sport area lho.

Jika hendak bersantai dan menghabiskan waktu di sini, pastikan batrai gadgetmu sudah terisi penuh, sebab tugu gajah angkat barbel yang merupakan simbol Kabupaten Pringsewu sebagai lumbung atlet angkat besi nasional, Ikon huruf bertuliskan PRINGSEWU dengan latar pemandangan persawahan dan gapura bambu selamat datang yang gagah adalah spot terbaik untuk mengabadikan momen jalan-jalanmu di Pringsewu.

Lokasi: Jl. Raya Wates, Desa Wates, Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu

2. Alun-Alun Pendopo Pringsewu

Masih ingin menikmati wisata Kota Pringsewu namun dengan suasana yang agak berbeda, maka datanglah ke Pendopo Pringsewu. Bangunan utama pendopo merupakan saksi diselenggarkannya berbagai aktifitas, segala rupa acara dan aneka festival di Kabupaten Pringsewu.

Sementara lapangan pendoponya mulai ramai pada pukul 17.00 WIB, dengan hadirnya cafe-cafe misbar (gerimis bubar), disebut demikian lantaran umumnya cafe-cafe di sini berupa jejeran kursi-kursi plastik warna-warni. Pengunjungnya akan otomatis bubar mencari tempat berteduh kala gerimis datang.

pendopo pringsewu
Alun-alun Pendopo Pringsewu
(Via: 
https://www.instagram.com/jelajahpringsewu_)
Kamu bisa menikmati jajanan, makanan ringan dan aneka macam kuliner di sini sembari bercengkrama bersama teman-teman atau mengamati aktifitas warga Pringsewu yang ramah-ramah itu. Jika musim durian tiba, banyak pula penjual durian dadakan di sini.

Alun-alun Pendopo Pringsewu ini juga menyediakan hiburan-hiburan yang terjangkau seperti mandi bola untuk anak-anak, becak mini, motor mini, mobil mini dan permainan menyenangkan lainnya. Sekilas akan mengingatkanmu pada Alun-alun Kota Yogya. Hanya saja di sini angkringannya tidak digelari tikar, digantikan dengan kursi-meja plastik yang berjajar siap menyambut para pengunjung.

Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman, Pringsewu Utara, Kec. Pringsewu, Kab. Pringsewu 

WISATA AIR TERJUN 

1. Air Terjun Way Pagasan 

Kamu ingin berwisata alam yang menantang di daerah Kabupaten Pringsewu, maka Air Terjun Pagasan inilah jawabannya. Berada di daerah Kecamatan Pagelaran Utara, berpatokan dari perempatan Pasar Pagelaran dari arah Pringsewu kamu bisa berbelok ke kanan menuju desa Fajar Baru menuju desa Neglasari lalu berakhir di Pagasan. Di sana kamu bisa bertanya arah persis air terjun pada warga Pringsewu yang ramah-ramah itu.

air terjun pagasan
Air Terjun Pagasan
(Via: 
https://www.instagram.com/pagelarankota)
Air terjun yang jatuhnya mengenai bebatuan dengan kontur berlapis-lapis dengan ketinggian berbeda-beda ini tampak begitu cantik karena membentuk aliran air yang seolah bertingakat-tingkat. Air terjun ini tergolong destinasi wisata baru, bahkan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menggandeng serta Komunitas Motor Trail baru akhir tahun 2017 ini menijau lokasi air terjun dan berencana memberdayakan potensi pariwisata tersebut.

Menurut saya, saat ini adalah waktu terbaik untuk kamu berpetualang ke air terjun Pagasan sebelum banyak wisatawan mainstream yang mengunjunginya.

Lokasi: Pekon Way Kunyir, Kec. Pagelaran Utara, Kab. Pringsewu 

2. Air Terjun dan Goa Selapan Pardasuka

Berwisata ke daerah Pardasuka ini, kamu akan medapatkan paket kombo. Bagaimana tidak? Kamu bisa mengunjungi Air Terjun Selapan sekalian Goa Selapan atau yang masyarakat sini sebut dengan Goa Harimau, karena keduanya memang hanya berjarak sekitar 2 KM saja.

goa selapan
Goa Selapan
(Via: http://blogkab-pringsewu.blogspot.co.id)
Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka merupakan salah satu desa yang berada di ujung selatan wilayah Kabupaten Pringsewu. Hanya berjarak sekitar 27 km dari pusat Kota Kabupaten Pringsewu, namun hal yang perlu dicatat jika hendak kemari, yaitu medan menuju desa tersebut cukup berat.

Air terjun yang berada di lembah di antara perbukitan juga menambah berat perjalanan sebab harus menuruni lereng yang curam. Namun jika kamu seorang pecinta alam sejati yang hobi menjelajah alam sudah melekat di hati, tentu ini akan menjadi tantangan seru tersendiri, bukan?

air terjun selapan
Air Terjun Selapan
(Via: http://airterjunselapan.blogspot.co.id)
Bukankan menjumpai perbukitan dan pemandangan pegunungan yang membentang hijau alami adalah bonus dari alam yang tidak ternilai harganya.

Lokasi: Pekon Selapan, Kec.Pardasuka,Kab. Pringsewu 

WISATA DANAU 

1. Telaga Gupit 

Meskipun tempat wisata ini baru resmi dibuka akhir tahun 2017 lalu, namum masyarakat Gadingrejo dan sekitarnya sudah sangat akrab dengan telaga yang satu ini, sebab masih berfungsi sebagai pengairan sawah di daerah sekitarnya. Letaknya sekitar 4 KM dari Jalan Raya Gadingrejo, waduk ini menempati luas lahan kurang lebih 13 hektare.

Telaga Gupit berada di kaki Bukit berdekatan dengan lokasi Pura Giri Sutra Mandala. Sehingga kamu akan menjumpai pemadangan serupa danau luas yang dipagari hijaunya panorama alam berupa perbukitan hijau sejauh mata memandang, yang pasti bisa memanjakan mata pengunjung lengkap dengan bonus angin sepoi-sepoi segar dari arah telaga.

Suasana senja di Telaga Gupit
(Via: https://www.instagram.com/widys7339)
Di sana kita bisa menikmati panorama alam sembari mengendarai perahu rakit bambu atau speed boot berkapasitas enam orang yang siap mengelilingi telaga. Bahkan fasilitas wisata serupa saung dan gazebo, jalan setapak ber-paving block, mushala, kios cinderamata, toilet, kios dan warung tenda sudah tersedia di sana.

Saya merekomendasikan kamu tempat ini untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga sembari piknik dan makan-makan bersama dengan suasana alam terbuka telaga Gupit.

Lokasi: Pekon Mataram, Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu 

WISATA EDUKASI 

1. Rumah Kalkun Mitra Alam 

Rumah Kalkun Mitra Alam merupakan peternakan ayam kalkun yang ada di Kabupaten Pringsewu. Omong-omong, kamu tahu kan jenis ayam kalkun itu seperti apa?

Jika belum tahu, kamu tidak perlu khawatir sebab di daerah Sukoharjo I, ada peternakan ayam kalkun yang bisa kamu kunjungi untuk sekadar berwisata edukasi dengan keluarga. Rumah kalkun yang dimiliki Pak Bambang Cahyo ini memiliki koleksi sekitar 600-an ekor ayam kalkun bahkan pernah mencapai angka 1000 lho. Hebat sekali, ya.

Aktifitas yang bisa dilakukan di sana, tidak hanya melihat-lihat peternakan, belajar bertenak kalkun atau membeli ayam kalkun saja. Tetapi juga tersedia santapan kuliner berbahan baku ayam kalkun yang bisa dipesan. Di antaranya kalkun guling, kalkun panggang, sate kalkun dan masih banyak lagi. Sambil menyantap menu kalkun, kita juga bisa menikmati suasa khas pedesaan Pringsewu dengan pemandangan embung serupa danau mini lengkap dengan saung bambu. Ah, jika sudah begini, nikmat Tuhan mana yang ingin kamu dustakan?

rumah kalkum mitra alam
Mari menangkap ayam kalkun
(Via: http://kalkun-indonesia.blogspot.co.id/)
Jangan lupa bawa serta anak, keponakan atau adik yang masih kecil ke rumah kalkun ini. Pasti mereka sangat senang dan antusias melihat ayam-ayam berbadan bongsor yang jumlahnya amat banyak di sini.

Lokasi: Jl. Betara, Desa sukoharjo I, Kab. Pringsewu

Demikian beberapa kategori wisata yang bisa di-explore jika berkunjung ke Kabupaten Pringsewu. Salah satu kota kecil di Provinsi Lampung yang nyaman dan membikin betah siapa saja yang singgah maupun tinggal. Saya katakan demikian sebab saya sendiri sudah membuktikannya dengan berdomisili sekitar enam tahun (menempuh pendidikan SMP dan SMA) di sini.

Menyambung anekdot yang saya paparkan di atas, “Jika kamu sudah 10 tahun lamanya tinggal di Pringsewu, niscaya kamu akan menjadi penduduk Kabupaten Pringsewu seutuhnya.” Saya katakan itu benar adanya.

Sebab kakak saya sudah membuktikannya, dengan bersekolah SMP (3 tahun), SMA (3 tahun) dan Kuliah (4 tahun) di Kabupaten Pringsewu. Total ia sudah menghabiskan waktu 10 tahun lamanya tinggal di Kabupaten Pringsewu. Selepas kuliah, ia akhirnya menikah, bekerja, bertempat tinggal di daerah Pringsewu dan bahkan kini resmi pindah domisili di Kecamatan Adiluwih. Sedang saya sendiri, tidak berhasil membuktikan anekdot itu sebab selepas lulus SMA saya mendaftar kuliah di Kota Bandarlampung. Hehe!

Tapi enam tahun bukanlah kurun waktu yang singkat, meski sekarang saya tidak lagi tinggal di Pringsewu, tapi saudara, sahabat dan teman saya banyak yang tinggal di sana. Bahkan jika pulang ke Tanggamus sudah pasti saya lewat Kabupaten Pringsewu. Jadi seperempat hati saya seperti tertinggal di sana. Tentu sebagai pelajar yang pernah tinggal lama di Pringsewu, saya turut senang dan bangga melihat Kabupaten Pringsewu yang terus maju pesat seiring bergulirnya waktu, salah satunya dalam bidang pariwisata.

Kadang, sebagai kids jaman now kita merasa lebih keren dan bangga jika bisa pamer di sosial media sedang berwisata ke kota lain. Sampai lupa kalau kota sendiri, tempat kita tinggal memiliki segudang tempat wisata yang tak kalah keren dengan yang di luar sana.

Seperti kata pepatah “Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di ujung lautan justru tampak jelas”.

Padahal nih, kalau bukan kita yang bangga akan potensi daerah sendiri, kalau bukan kita yang memajukan dan mempromosikan wisata lokal, kalau bukan kita yang menjaga dan melindungi kekayaan alam daerah, mau siapa lagi?

Tentu ada alasan, kenapa saat Kabupaten Pringsewu dibentuk dan diperingati hari jadinya pada tanggal 03 April 2009, disematkan kata ‘Jejama Secancanan’ dalam logo kabupaten. Sebab Jejama Secancanan memiliki filosofi bersama-sama kita saling bergandengan tangan, dengan makna lain, bersama-sama kita saling bergotong-royong, saling meringankan beban, dan saling bersinergi. Termasuk, dengan bersama-sama dan bergandengan tangan kita bisa memajukan dan mempromosikan potensi wisata Kabupaten Pringsewu.

OKE, SIAP!!!

Sebenarnya itu hanya sebagian kecil potensi wisata yang ada di Kabupaten Pringsewu. Mungkin di lain waktu, kita akan bahas tempat wisata Kabupaten Pringsewu yang lain.

Jadi kalau kamu ke Pringsewu, berniat berkunjung ke tempat wisata yang mana duluan nih? Share di kolom komentar ya.

wisata-kabupaten-pringsewu


Catatan: 
1. Sumber gambar diambil dari dokumen pribadi penulis dan beberapa sumber (tersemat). 
2. Sumber informasi dari pengalaman pribadi penulis dan dari referensi beberapa sumber: 
    http://goamaria-padangbulan.blogspot.co.id,
    http://www.lampost.co/,
    https://disporpar.pringsewukab.go.id/
    http://humaspemkabpringsewu.blogspot.co.id,
    https://www.kompasiana.com,
    http://www.lampungtelevisi.com,
    https://www.cendananews.com 



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Web Blog “Hut Kabupaten Pringsewu Ke-9” yang diselenggarakan oleh BEM STMIK Pringsewu 2018 



Sekian dari saya, salam sayang dari Calon Mantu Idaman


18 komentar:

  1. Pesona Wisata Kabupaten Pringsewu memang memukau, semoga banyak wisatawan dan para blogger yang berkunjung kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gesit banget kang nata komentarnya. Aku aja input foto belum kelar. baru edit text hahahahahaha

      Hapus
  2. Wah. Baru tau asli Pringsewu. Klo gue di Pagelaran. Tapi sekarang lagi merantau dulu. :D

    Pringsewu beberapa tahun belakangan ini emang lagi gencar promosi tempat wisata. Ya terbukti sekarang makin banyak aja wisata di pringsewu yang hits. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lo anak pagelaran bang??? Serius?? OMG dunia emang sesempit itu ya haha

      Hapus
  3. Asik ya, wisatanya langsung ke semua elemen. Alam, kota, religi. Abis advanture bukit-bukitan dibuai alam, langsung jadi religius karena wisata religi dan kembali lagi menjadi anak kota sejati, eheheh. Namai goa Mari nya keren ya, belanda banget kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener jev, wisa apapun tajuknya pasti asik heheu

      Hapus
  4. Haaaaa banyak yaa tempat wisatanya, kemaren desember aku pulang ke lampung tpi gak sempet main ke pringsewu. Padahal ada Keluarga juga di sana dan gak jauh" amat sih dari Branti. Next time klo pulang pengen mampir ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya mbak, harus banget itu mampir hehe.
      Ternyata mbak orang lampung juga yah. baru tahu

      dan pada muncul kan akhirnya blogger-blogger lampung di kolom komentar hehe

      Hapus
  5. Aku pikir pringsewu dari jawa kalau dilihat dari namanya sekilas. Ternyata dari lampung haha. Nice info. Jadi nambah referensi jalan-jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sekilas aja kak, nanti ada yg missing, dibacanya full dlng hehe

      Hapus
  6. Pertama banget pas buka link postinganmu ini, kupikir Pringsewu ini adanya di Pulau Jawa. Habis nama tempatnya taste jawa gitu

    Tapi selanjutnya aku jadi terpukau sama Lampung. Aku selama ini kalo jalan, belum sampai eksplore Lampung pula. Apalagi foto Telaga Gupit sama Patung Gajah Angkat Barbel. Menggoda buat disambangi banget deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berati efek penasarannya buat pembaca itu dapet ya kak heheu.

      Silakan mamlir kak kalau singgah di pringsewu

      Hapus
  7. Lengkap ulasannya. jadi pengen mengunjungi semua wisata yang ada di pringsewu. aku sendiri yang tinggal di wilayah kabupaten pringsewu belum merambah semuanya... next time harus ke tkp nih. semoga banyak yang membaca blognya supaya pada tau keberadaan wisata yang ada di pringsewu.

    BalasHapus
  8. Wiiiih.. Lengkap bener ya.. Dr wisata alam, kota, edukasi sampe religi ada.. Komplit dah, seharian baca banyak review ttg pringsewu.. Semoga kedepannya pringsewu mendunia. Btw, itu pure buatan siapa y? Dibukit gitu..ckckkck

    BalasHapus
  9. Wiihhh mantuuu, lebih enak nih kalo udah dirangkum gini. Jadi tinggal milih ya mau ngunjungin tempat wisata mana yang duluan, hehehe. Belum terlalu banyak eksplor Pringsewu, semoga setelah ini jadi gak bingung-bingung mau liburan kemana, Pringsewu aja banyak kann yang kece :D

    BalasHapus
  10. Ternyata begitu banyak potensi Pringsewu. Semakin bangga dengan Lampung jadinya. Untuk apa sibuk jauh-jauh ke luar negeri buat wisata. Di Pringsewu semua ada.Semoga bisa kesana someday

    BalasHapus
  11. Mantap banget baca artikel pemenang juara 1 ini. Semoga Prengsewu makin maju, sukses dan sejahtera ya

    BalasHapus
  12. Ternyata banyak banget tempat wisatanya, dan saya...baru melewati tugu pringsewunya

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.