Yang Harus Kamu Lakukan Saat Berkunjung Ke Kabupaten Pringsewu

berkunjung ke pringsewu

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ‘Pringsewu’. Tempat makan yang ada di Jalur Pantura Pulau Jawa kah, atau sebuah sebuah kota kecil yang berada di Provinsi Lampung? 

Jika jawabanmu yang ke dua, maka itulah yang akan kita bahas pasa postingan kali ini. Namun jika jawabanmu adalah opsi yang pertama maka saya tidak akan menyalahkan. Sebab kota Pringsewu yang letaknya ada di sebelah barat Kota Bandarlampung dengan jarak sekitar 37 KM ini sering disebut-sebut sebagai Miniatur Pulau Jawa. Lho kok bisa ya? 

Begini Kabupaten Pringsewu yang pada bulan maret 2018 ini tengah merayakan hut yang ke 9, memiliki banyak daerah yang namanya sama dengan daerah di Jawa. Sebut saja daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran yaitu Kecamatan Gadingrejo. Lokasi Rest Area, Desa Wates. Geser lagi ada Desa Sidoharjo. Lokasi berdirinya kantor pemerintahan yaitu Desa Yogyakarta. Atau yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Tengah yaitu Bandung Baru

Sejauh ini, kita sepakat ya kalau Pringsewu ini layak disebut sebagai Pulau Jawa versi mini. Tentu hal ini tidak lepas dari campur tangan program transmigrasi yang ada sejak jaman pemerintahan Kolonial Belanda. Hal ini juga yang membikin Kota Pringsewu menjadi wilayah heterogen, yang kaya akan keberagaman suku bangsa. 

Suku jawa memang yang paling mendominasi, kemudian ada suku asli Lampung baik pepadun maupun saibatin, suku sunda, suku palembang dan masih banyak lagi. Namun segala lapisan suku dan budaya ini dapat hidup berdampingan dengan rukun, damai dan sentausa. Tanpa dicidrai dengan isu SARA. Jika berkunjung ke Pringsewu, saya jamin kamu akan bertemu dengan orang-orang ramah dan murah senyum. 

Sedikit cerita tentang Kabupaten Pringsewu, di awal berdiri Pemkab Pringsewu berhasil memperoleh penghargaan dari MURI sebab telah menyelenggarakan event nasional bertajuk Gebyar Seni Budaya KB Nusantara yang diikuti oleh 33 provinsi se-Indonesia. Pada event ini diselenggarkan pula Pagelaran wayang kulit yang didalangi dan disindeni oleh 3 Bupati sekaligus. Berlokasi di Pendopo Pringsewu. Kolaborasi Seni Budaya KB Nusantara yang spektakuler ini, merupaka event pertama dan baru satu-satunya di Indonesia. 

Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Makutoromo ini didalangi oleh bupati aktif yaitu Bupati Sragen (H. Untung Wiyono), Bupati Wonogiri (H. Begug Poernomosidi) dan disindeni oleh Bupati Karanganyar (Hj. Rina Iriani). Wah keren sekali ya. Semoga cerita singkat ini bisa semakin memupuk rasa cinta terhadap Kota Pringsewu kita tercinta ya. 

Dan bagi kamu yang penasaran ingin berkunjung ke Kota kecil nan damai kami, maka saya sarankan untuk kamu melakukan beberapa hal berikut ini: 

1. Sarapan Pagi Di Nggruput Pringsewu 

Digagas pertama kali oleh Pringsewu Community, festival jajanan dan dolanan tradisional ini diselenggarakan setiap hari minggu mulai subuh hingga menjelang siang. Sekitar pukul 06.00-10.00 WIB. Nggruput (Minggu Meruput) sangat menarik untuk dikunjungi. Sebab di sana kita akan di suguhkan sensasi deja vu. Utamanya untuk generasi tahun 90-an ke atas.

nggruput pringsewu
Hayo tebak, ini namaya kue apa?
(Via: https://www.instagram.com/ronie.fw)
Bagaimana tidak, di acara Nggruput kita akan menjumpai puluhan pedagang makanan dan jajanan tradisional yang saat ini sudah mulai langkan dan jarang ditemui. Sebut saja sengkulun, tiwul, sawut, gatot, klepon, kerupuk gadung, cenil, kumbu dan masih banyak lagi jajanan tradisiona lainnya yang mungkin asing di telinga kids jaman now. Ini juga bisa dijadikan sebagai ajang pengenalan panganan tradisional ke generasi milenial nih. 

Lokasi: Jalur dua Lingkungan Pemda Kabupaten Pringsewu (Desa Yogyakarta, Kec. Gadingrejo, Kab Pringsewu) 

2. Menikmati Bentangan Alam Indah Kota Pringsewu 

Meskipun namanya Pringsewu, yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bermakna bambu seribu tapi di kota ini kamu tidak akan menemukan banyak rumpun pohon bambu berjajar-jajar. Sebab penamaan ini relevannya dengan jaman dahulu, saat orang-orang yang bertransmigrasi dari Pulau Jawa pertama kali membuka lokasi di sini. Terdapat banyak sekali pohon bambu dan menjadi cikal-bakal penamaan Pringsewu.

Tapi kini Pringsewu selain menjelma menjadi sebuah kota, tetapi juga masih memiliki areal persawaan yang sangat luas, area perbukitan dan bentang alam indah yang masih alami. Jadi di manapun kamu berdiri, pasti akan menjumpai hijaunya bentanga areal persawahan, deretan perbukitan dan pegunungan yang seolah berjajar-jajar rapi. Kamu bisa menikmati bentang alam yang menenangkan jiwa ini dengan optimal dari daerah wisata perbukitan seperti bukit PJR (Panjerejo), BLT (Blitarejo) dan Pangonan.

wisata pringsewu
Menikmati bentangan indah alam Pringsewu
(Sumber: Doc. Pribadi penulis)
Jika ingin menikmati pemandangan ini dengan sensasi antimainstream, kamu harus mengunjunginya di pagi hari, dengan sensasi pemandangan areal persawahan berkabut dan udara sejuk berembun. Atau saat sore hari jelang matahari terbenam, dengan pemandangan semburat jingga sang surya yang eksotis di balik jajaran perbukitan dan pegunungan.

Lokasi: Bukit BLT, Bukit PJR dan Bukit Pangonan di Sini

3. Kulineran Di Sekitaran Pringsewu Kota 

Jika berkunjung ke sebuah daerah, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi makanan yang ada di daerah tersebut. Saya merekomendasikan tempat makan legendaris Sate dan Gule Bu Mul. Tempat makan ini sudah eksis dari generasi ke generasi, bahkan ibu saya dulu saat masih hamil saya sempat ngidam gule Bu Mul. Jika berkunjung ke sana, saya merekomendasikan agar kamu mencoba menu tongsengnya.

Mie Teluk, berada di Jalan Raya Pajaresuk, sebelah kanan jalan dari arah Bandarlampung, dan Tidak jauh dari pom bensin Pajaresuk. Saking pesatnya berkembang, kini mie teluk sudah memiliki dua gerai yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter saja. Menu favorit saya adalah mie goreng dan mie ayam yang porsinya memang jumbo dengan tambahan baso.

mie teluk pringsewu
Icip-icip Mie Teluk Pringsewu
(Via : https://www.instagram.com/kuliner_lampung)
Eka Siomay, awal hadir siomay ini amat berani dengan membandrol harga hingga dua kali-lipat dari harga siomay biasanya. Namun harga tidak pernah bisa berbohong, sebab siomay ini memang memiliki cita rasa dari segi bumbu dan tekstur siomay yang terbaik di antara pesaingnya. Seiring berkembangnya waktu Siomay Eka berkembang tidak hanya melulu dengan menu siomay kol, pare, tahu, kentang, tapi juga hingga batagor, pempek, otak-otak dan lain sebagainya. Suasananya juga  asik buat sekadar nongkrong dan kongkow bareng teman-teman.

eka siomay pringsewu
Tadaaa, ini dia si Eka Siomay
(Via: https://www.instagram.com/ekasiomay)

Lokasi: 
Sate dan Gule Bu Mul, Pringsewu Timur, Kab. Pringsewu 
Mie Teluk, Jl/ Jend. A. Yani, Pajaresuk, Kab. Pringsewu 
Eka Siomay, Jl. Melati III, Pringsewu Timur, Kab. Pringsewu

4. Berkunjung Ke Lokasi Ikonik Pringsewu 

Tugu bambu seribu dan Pendopo Pringsewu yang memiliki lokasi berdekatan tentu wajib sekali kamu sambangi sebagai spot foto dan bukti bahwa kamu pernah mengunjungi kota bertajuk bambu seribu ini. Kemudian kamu bisa bergeser ke Rest Area Wates yang di lokasinya terdapat gapura bambu melengkung, ikon Pringsewu dan tugu gajah angkat barbel. Rest area ini tidak melulu tentang tempat nongkrong hitsnya para pemuda-pemudi setempat lho.

tugu bambu seribu
Mencoba menghitung jumlah bambu di Tugu Bambu Seribu
(Via: https://www.instagram.com/pringsewustory)
Di lokasi ini kamu juga bisa puas berfoto dengan ikon-ikon pringsewu, seraya memperoleh bonus puas memandangi area persawaan Kota Pringsewu yang terhampar hijau dan luas sepanjang mata memandang. Menjelang sore hari ketika matahari mulai meredup dan awan mulai turun kamu akan melihat sensasi gugusan pegunungan dan perbukitan di ujung persawahan yang tampak seperti tertelan awan putih. Mungkin karena hal ini, gugusan perbukitan dan pegunungan di daerah Sidoharjo itu sering disebut dengan Gunung Sukma Ilang oleh warga sekitar.

Lokasi: Pendopo Pringsewu, Tugu Bambu Seribu, Tugu Gajah Angkat Barbel, Gapura Selamat Datang dapat dilihat Di Sini.

5. Tips Berkunjung Ke Kota Pringsewu

A. Transportasi 

Jika kamu datang ke Pringsewu dengan cara backpacker-an alias dengan moda transportasi umum maka tidak perlu khawatir, sebab terdapat moda transportasi angkutan yang menjangkau dalam kota dan perbatasan berupa angkot. Bahkan moda transportasi kekinian berupa ojek online (gojek dan grab) sudah tersedia di Kabupaten Pringsewu lho. Tapi jika kamu membawa kendaraan pribadi lebih mudah lagi, sebab Pringsewu adalah kota kecil yang jalan-jalannya sangat mudah dihafalkan. Saya jamin kemungkinan kamu untuk tersesat di Pringsewu amatlah kecil. Lagipula kamu bisa Gunakan Penduduk Sekitar (GPS) Pringsewu yang ramah-ramah untuk membantumu memandu perjalanan kan.

B. Penginapan

Jika kamu masih belum puas meng-explore seharian penuh dan berencana untuk menginap beberapa hari, juga bisa. Di Pringsewu sudah tersedia fasilitas hotel murah hingga premium kok. Tinggal disesuaikan dengan budget yang kamu punya. Sebut saja Urban Point Hotel, Balongkuring Hotel & Resort, Royal Marisa Hotel, Homestay Cendrawasih dan lain sebagainya.

C. Outfit Jalan-jalan

Pringsewu masuk ke dalam golongan dataran rendah, cuacanya sebelas-dua belas dengan kota Bandarlampung tidak terlalu panas namun kalau siang ya cukup terik. Tidak seperti daerah Gisiting, Kabupaten Tanggamus yang sejuk cenderung dingin. Jadi kamu bisa menyesuaikan untuk membawa pakaian kasual yang nyaman dan menyerap keringat untuk jalan-jalan di Kabupaten Pringsewu. Dan gak perlu bawa-bawa bikini sebab di Kota Pringsewu tidak ada pantai untuk sunbathing Haha.

D. Pilihan Alas Kaki

Kemanapun kamu jalan-jalan saya selalu menyarankan untuk memakai alas kaki yang tangguh di segala medan. Maksunya nyaman untuk apapun. Baik berjalan jauh maupun di jalan tanah dan berbatu. Terutama jika kamu berniat untuk mengunjungi salah satu bukit di Pringsewu. Misal BLT dan PJR. Sebab kalau sampai kamu salah pilih alas kaki, kemudian kakimu lecet maka hilang sudah mood jalan-jalan yang seharusnya berkesan fun. Ya gak?

E. Trik Berwisata

Ajak keluarga, teman ataupun sahabat yang asik, seru dan konyol. Inilah makna jalan-jalan dan berwisata yang sesungguhnya versi saya. Percuma jalan-jalan jauh ke Benua Eropa, percuma juga jalan-jalan mahal ke Raja Ampat kalau kamu sendiri tidak merasa bahagia. Sebab kebahagiaan itu gak akan bisa setara dengan mata uang apapun dan nominal berapapun. Kebahagiaan itu sesungguhnya, bisa kita peroleh dengan sesederhana kompak melakukan aktifitas bersama keluarga, sahabat atau teman yang yang kita sayangi. Apalagi kalau sedang wisata-wisata lucuk bersama-sama. Percaya deh sama saya.

Oke, sekian ulasan mengenai hal apa saja yang harus kamu lakukan saat berkunjung ke Kabupaten Pringsewu. Dan bagi saya hal yang paling penting saat berwisata adalah tidak meninggalkan jejak vandaisme dan tidak mengotori tempat wisata tersebut. Terlepas dari apapun dan di manapun lokasi wisata itu sendiri.

pringsewu

Ingat jadilah wisatawan yang berintegritas. “Jangan meninggalkan jejak kecuali jejak kaki. Jangan merusak apapun kecuali suasana hati yang buruk. Dan jangan mengambil apapun kecuali gambar dan ilmu pengetahuan.” 

Semua hal yang ada di tempat wisata sudah menempati dan memiliki peran masing-masing. Biarkan mereka tetap utuh pada perannya untuk kemudian didatangi dan dinikmati keindahannya oleh pengunjung lain. Okey!

Setuju, ya.


Catatan:
1. Sumber gambar diambil dari dokumen pribadi penulis dan beberapa sumber (tersemat). 
2. Sumber informasi dari pengalaman dan buah pemikiran pribadi penulis. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Web Blog “Hut Kabupaten Pringsewu Ke-9” yang diselenggarakan oleh BEM STMIK Pringsewu 2018.



Sekian dari saya, salam sayang dari Calon Mantu Idaman


20 komentar:

  1. enak sekali mbak hari2 mu, hehehe....

    jalan2 dan refresing.... stress hilang , dapat modal menulis... dan sepertinya bakal menang lomba, sebab artikelnya padat info dan menarik sekali utk dibaca. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, kang nata ini bisa aja kalo soal muji memuji. Jadi malu gini kan wkwkkw

      Tapi aaaaaammi kang aammiin terimakasih untuk doanya

      Hapus
  2. Pringsewu emang identik sama rumah makan di Pantura Pulau Jawa ya, di kota gue aja ada namanya :D

    Btw, tulisannya Bagus nih.. Detail dan menarik buat dibaca. Kayaknya bakal lebih menarik kalo fotonya dibanyakin, tapi bakal berat kali yak blognya hehe

    Btw, apakah disana ada oknum semacam calo2 yang suka menaikkan harga tiket sesukanya nggak? Atau ada oknum penjual makanan di sekitar tempat wisata yang suka naikin harga seenak udel nggak? Kadang hal begitu tuh yang suka bikin was was :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu ya bang, sebab aku bingung fotonya mau ditaruh di mana lagi soalnya postingan satunya sudah banyak gambar heheu.

      Baiklah terimakasih untuk sarannya akan aku coba untuk menambahkan gamgam lagi biar menarik

      Hapus
  3. Tiwul, cenil, dan klepon tau kok, pas masih bocah udah pernah nyobain, tapi sekarang udah jarang nemuin penjualnya kecuali lagi main ke daerah pedesaan.

    Kok foto satenya enggak disertain sih? Jadinya cuma bisa dibayangin doing nih. Duh duh duh. >_<

    Lagi serius-serius baca tips berwisata ke Pringsewu, eh pas bagian GPS kok agak nyeleneh ya kepanjangannya tik: gunakan penduduk sekitar. Ada2 aja ini anak kalo nulis artikel blog. Haha ^_^

    Well, buat pembaca yang tinggalnya dijawa jadi tahu sedikit2 soal pringsewu lewat postingan ini. Thank lustika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh dikomemin bang agung nih hahaha, nah iya bener banget jajanan tradisional kan sekarang emang syulit dicari.

      Menurutku sih lebih ampuh gps yang ini bang ketimbang yang pake satelit haha

      Hapus
  4. Terimakasih buat informasinya kaak...

    Buat kita jadi pingin ke sana.
    Maunya, di Indonesia ada lebih banyak lagi penulis yang bisa promoin keindahan negri kita..
    Biar makin terkenal..

    Sayang saya jauh di Medan, jadi gabisa kesana..
    :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali kak felic, daripada sulit sulit cari penulis yang mau mending ayolah kita mulai dari diri sendiri, untuk menyempatkan menulis wisata daerah masing2 hehe

      Hapus
  5. pertama kukira piring sewuu, soalnya di foto pertama kek foto di depan piring. setelah dilihat lagi ternyata jam wkwk.
    tipsnya berguna banget terutama transport dan penginapan, sayangnya penginapan gak ada kisaran harganya :"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya kisaran harganya bisa dicek di traveloka kak. Tadinya mau dikasih tapikok malah terkesan kayak review hotel. Maybe next time aku bikinin postingan hotel tersendiri aja yahh. Okesip

      Hapus
  6. Wah, gue dari Medan, yang notabenenya kaga punya kesempatan besar untuk ngelancong ke kota lain dengan travel, cuma bisa ngeliat postingan beginian. Piringsewu. kepingan daerah Indonesia yang kaya budaya dan bentang alamnya. Mungkin ini efek karena foto-foto yang diambil bagus-bagus ya, jadi perasaannya seperti PiringSewu ini pantas jadi spot wisata yang bagus. Coba tambahin sedikit efek tuh di foto kamunya, biar makin ketjeh.

    Btw, semoga sukses lomba blognya.

    Dear Dewan Juri, jika kau melihat ini, gue rasa kalau tulisan ini pantas menjadi salah satu juaranya. Good luck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah Mardi kamu kok pinter sih merayu rayu juri demi aku gitu. Bikin meleleh yg nulis aja kamu. Ahhh kan jadi enakk akunya hahaha

      Ayo ayo mainlah ke lampung sesekali.

      Hapus
  7. Jadi penasaran ama mie teluk. Kayaknya enak kalau dilihat dari foto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. The power of shot haha. Haris coba kak kalo ke Pringsewu, recomended

      Hapus
  8. Jadi kangen Pringsewu! Hehe... Setuju sih, klo pringsewu itu bisa dikatakan Jawa Mini. :D

    Oh iya, Sering liat Nggruput di ig tuh beberapa waktu lalu. Dan baru tau itu namanya. HAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu anak rantau segera pulang untuk melepas rindu. Kalo sekarang ditahan pake baca postposti ini dulu aja ya haha

      Hapus
  9. Banyak ya ternyata yang bisa dilakukan di Pringsewu, kalau kami kesini liat sawahnya aja udah seneng banget. pemandangan sawah Pringsewu salah satu yang apik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya bener banget itu. Aku setuju sama kamu mas. Dan selalu bikin kangen

      Hapus
  10. Ikoniknya Pringsewu unik ... ,kira-kira ada berapa bambu disana ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bisa kapan kapan mampir dan coba hitung mas. Biar enggak penasaran hehe

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.