Mengulik Potensi Desa Sumber Agung

sumber agung kemiling

Matahari hampir menyejajari posisi kepala ketika saya sampai di desa Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung. Teriknya yang teras menyengat selama dalam perjalanan dari kota, sedikit demi sedikit tereduksi ketika mendekati desa yang masuk dalam cakupan kawasan Wan Abdul Rachman (WAR) ini, karena banyaknya lahan pertanian, pepohonan rapat dan udara sejuk khas pegunungan.

Berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota, saya dibuat terkesima oleh desa Sumber Agung. Maksud saya, bagaimana bisa! Daerah yang lokasinya hanya berjarak beberapa menit saja dari hiruk-pikuk dan bising kota ini, masih memiliki suasana pedesaan hijau yang amat kental. Suasana yang lazimnya saya temui di perkampungan daerah pegunungan. 

Kemudian angan-angan liar saya bergejolak, membayangkan betapa bahagianya jika saya punya rumah dan sebidang tanah di desa ini. Jika ingin ke kota amat dekat, namun lingkungan tinggal tetap suasana sepi dan menyenangkan seperti sedang pulang kampung setiap hari. Ah, betapa indahnya hidup, setelah bersetres-setres ria dengan tekan pekerjaan, begitu pulang ke rumah mendapati udara bersih nan sejuk lengkap dengan suasana hijau yang memanjakan mata.

Ya, desa Sumber Agung, belakangan ini memang sedang gencar-gencarnya dikembangkan sebagai destinasi pariwisata unggulan di Lampung. Sebut saja Penangkaran Rusa, Taman Kupu-Kupu, Kampung Durian, Agroforesrty, Air terjun Batu Lapis, Rumah Pohon Tahura WAR, hingga Pasar 1000 Batoe.

Salah seorang pemuda setempat Dani (27 tahun) bertutur, "Wisatawan, terutama ketika weekend banyak yang berkunjung ke sini. Yang sedang hangat itu wisata Pasar 1000 Batoe. Tapi kalau sudah berkeluarga dan punya anak kecil biasanya senang lihat-lihat hewan ke Penangkaran Rusa yang jumlahnya mencapai 50 ekor." Dengan raut bangga pada desa kelahirannya itu. 

Tidak hanya Bang Dani, biasa pemuda itu disapa. Anak-anak desa Sumber Agung yang saya temui juga turut senang dengan kehadiran kami, meskipun terlihat agak malu-malu berdialog dengan pengunjung. Tapi sepertinya mereka memang sudah terbiasa dengan kehadiran wisatawa di kampungnya.

sumber agung kemiling
Menatap keindahan pemandangan alam bersama anak-anak Desa Sumber Agung
Doc, Pribadi mantuidaman.com

Ketika saya ajak berbicara, sontak saja bercerita kalau mereka baru pulang dari bermain di air terjun Batu Lapis sembari bercanda gurau satu sama lain. Membuat saya sesaat memutar memori indah masa kecil saat tinggal di kampung dulu. Tanpa gadget dan game yang membikin candu. Saban hari bertandang dan mandi di kali.

Bagi sebagian orang mungkin terdengar membahayakan: anak-anak tanpa pengawasan orangtua main-main di kawasan hutan dan mandi di air terjun. Padahal petualangan serupa yang mahalnya tidak ternilai dengan apapun. Pengalaman masa kecil yang tidak akan pernah diperoleh dari sebidang layar gadget di tangan.   

Potensi Pertanian Desa Sumber Agung

Tidak hanya pemuda desa semacam Bang Dani saja yang terswadaya dengan mengambil andil potensi wisata desa. Tetapi bapak-bapak an ibu-ibu juga turut sejahtera dengan hasil bumi tanah desa Sumber Agung yang subur. Sebut saja kemiri, lada, cokelat, kopi, aren dan masih banyak lagi. Semua hasil itu kemudian dilah dan dikoordinir oleh kelompok tani desa yang dipercaya mengolah hasil dari kawasan Tahura WAR.

Aren yang buahnya dapat diolah menjadi kolang-kaling, niranya untuk dijadikan gula merah, kopi khas daerah, lada sebagai rempah, cokelat hingga durian yang semuanya memiliki nilai jual sebagai motor penggerak roda perekonomian masyarakat desa Sumber Agung.

sumber agung kemiling
Cokelat/kakao siap panen di perkebunan milik warga
Doc. mantuidaman.com

Di samping itu, masyarakat desa juga telah memiliki pengetahuan dan kesadaran tinggi tentang pentingnya menjaga hutan sebagai mata pencaharian utama mereka, di bawah naungan dinas kehutanan setempat, warga sudah tahu tentang tanah yang diperbolehkan dibuka untuk pemukiman dan tidaknya. Bahkan mereka sudah paham kayu seperti apa saja yang boleh diambil dan dimanfaatkan dari kawasan Tahura WAR.

Desa potensial yang lokasinya amat strategis dari pusat kota bandarlampung ini amat cocok didatangi oleh siapapun dan pengunjung dari kalangan apapun. Baik tujuan edukasi maupun wisata penghilang penat hingga petualangan ekstrem.

Anak-anak pasti akan senang dan terkesima melihat banyaknya koleksi rusa di Penangkaran Rusa dan aneka ragam kupu-kupu di Taman Kupu-Kupu. Remaja dan anak muda yang tengah dimabuk asmara akan menikmati suasana romatis dari ketinggian rumah pohon dengan lenskep hijau dan puncak Gunung Betung dari kejauhan. Tak lupa para orangtua dan keluarga yang hendak bercengkrama sembari menyantap camilan yang diolah dari tanah desa Sumber Agung di Pasar 1000 Batoe. Yang mana semua wisata ini terhimpun dalam satu kawasan yang lokasinya berdekatan satu sama lain.

Datanglah Ke Desa Sumber Agung Saat Festival Durian

Selain wisata yang menyenangkan didatangi saat liburan dan akhir pekan, di desa Sumber Agung juga rutin digelar festival durian setelah panen raya. Saya menyarankan untuk datang ke Sumber Agung saat Festival Durian berlangsung.

Siapapun boleh berkunjung ke festival ini. Selain durian jatuhan yang legit, juga tersedia manggis hingga petai yang bisa pengunjung nikmati di tempat dengan gratis. Pengunjung juga bisa membeli hasil bumi dari warga desa Sumber Agung untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Festival ini biasanya berlangsung sekitar pertengahan tahun. Dilansir dari tribunlampung.co.id festival durian tahun ini yang berlangsung 11 maret 2018 lalu, berlokasi di Gedung Information Center Sumber Agung, tersedia hingga 2500 buah durian untuk pengunjung festival. 

Berdasarkan penuturan Kepala UPTD KPHK Tahura WAR Sumardi, kegiatan ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan rutin untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa hasil bumi khususunya hutan bukanlah kayu, masih banyak hasil hutan lain yang bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi bagi warga sekitar tanpa merusak ekosistem dan keseimbangan kehidupan di dalamnya.

Sumber Agung, Merupakan Satu-Satunya Kampung Berseri Astra
Setelah dilakukan kick off dengan pemukulan gong oleh camat Kemiling Thomas Americo, 29 Agustus 2017 di Balai Desa maka resmilah Desa Sumber Agung sebagai Kampung Berseri Astra. Menariknya Desa Sumber Agung merupakan Kampung Berseri Astra pertama dan baru satu-satunya di Provinsi Lampung.

Dilansir dari Saibumi.com, Lurah Sumber Agung Desi Hana, mengatakan bahwa Astra akan memberikan bantuan CSR kepada kelurahan Sumber Agung. Dalam momen ini Hana juga mengungkapkan permohonannya kepada pihak Astra Lampung. "Agar jangan memberikan bantuan secara fisik juga, namun juga dibimbing untuk penerapan dalam bidang usaha-usaha warga berupa gula aren, budidaya jamur dan lain sebagainya." Ujarnya.

Seperti diketahui hingga kini Astra telah memiliki sekitar 49 Kampung Berseri Astra yang tersebar di 17 provinsi di seluruh Indonesia. Kampung Berseri Astra sendiri merupakan program kontribusi sosial Astra untuk masyarakat yang berkonsep pada pengembangan terintegrasi empat pilar program CSR yaitu pendidikan, kewirausahaan, lingkungan dan kesehatan.
 
Program pembinaan ini diharapkan mampu berdampak positif kedepannya kepada masyarakat desa binaan. Sehingga nantinya masyarakat secara kolektif dapat mengambil tindakan yang bersifat perubahan secara mandiri demi mencapai kehidupan yang lebih baik dan menaikkan kesejahteraan.

Lokasi Desa Sumber Agung

Jika hendak berkunjung ke satu-satunya desa Pewarta Astra ini sangat mudah. Berpatokan dari terminal induk Rajabasa, melanjutkan rute Jl. Pramuka, Naik flyover ke Jl. Teuku Cik Ditiro lalu dilanjut ke Jl. Way Rahman. Lebih mudah jika menggunakan kendaraan pribadi. Karena sejauh ini memang belum ada angkutan umum yang menjangkau sampai desa Sumber Agung.
Opsi lain yaitu dengan mengunakan mode transportasi online.

sumber agung kemiling
Salah satu rumah pohon di Desa Sumber Agung
Doc. mantuidaman.com

Setiap kali berkunjung ke suatu tempat, saya selalu tetarik untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak kecilnya. Seba merekalah yang nantinya akan memikul tanggung jawab untuk terus memutar laju perekonomian.

Kesuksesan memajukan suatu daerah tidak akan berarti apapun tanpa diimbangi penyelarasan dengan potensi SDA di masa depan. Anak-anak yang sadar pendidikan, penanaman rasa cinta yang mendalam pada potensi daerah sendiri, merupakan cikal-bakal untuk kemajuan sebuah daerah. Sebab tidak ada yang lebih baik ketimbang SDA yang mumpuni mekar dan mewangi di daerah sendiri.


Salam sayang,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.