Siang itu, beberapa pengunjung sebuah pusat perbelanjaan mendadak berkumpul dan membentuk barisan. Tak berselang lama, sebuah musik membahana. Musik pengiring sebuah tarian yang tidak asing bagi warga Lampung. Pengunjung di dalam barisan itu kompak menari gemulai, mengikuti irama musik, Tari Bedana.
Belum selesai mengejutkan pengunjung pusat perbelanjaan yang refleks menatap penuh tanya, pengunjung lain, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, hingga anak-anak maupun orang dewasa turut ambil posisi. Seperti tidak mau kalah, mengikuti irama dan gerakan tarian daerah yang biasa dibawakan pemuda-pemudi, sebagai ungkapan rasa gembira itu.
Pada penghujung acara flashmop, seluruh penari yang sukses menghebohkan Mall Boemi Kedaton kompak mengangkat tangan sembari berseru,
"Lampung Krakatau Festival 2019, tunjukan pesonamu!!!"
Pada kesempatan lain, Ibu Wakil Gubernur, Chusnunia Chalim bahkan turut unjuk kebolehan. Melakukan flashmop Tari Bedana bersama warga di lokasi car free day.
Sebagaimana agenda Lampung Krakatau Festival yang dilaksanakan setiap akhir bulan agustus, kejutan demi kejutan ini sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi masyarakat secara luas untuk turut memeriahkan agenda pariwisata tahunan paling bergengsi di Provinsi Lampung.
Siapa pula yang tidak kenal dengan Gunung Anak Krakatau, ya?
Sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Selat Sunda. Gunung ini, merupakan reinkarnasi dari Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada agustus 1883 silam. Saat itu ledakannya terdengar hingga luar benua seperti Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika yang jauhnya 4.653 km. Bahkan iklim global sempat berubah akibat debu fulkanisnya menutupi atmosfer. Nah, bertahun-tahun pasca letusan, terbentuklah Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kita kenal saat ini.
Berbicara GAK, tidak akan lepas dengan sebuah gelaran festival kebudayaan yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Provinsi Lampung, pada tahun ini memasuki gelaran ke-29. Festival ini dimaksudkan untuk mengenang tragedi meletusnya Gunung Krakatau. Mengangkat tema seputar potensi budaya dan tradisi masyarakat Lampung, hingga pariwisata unggulannya.
Pada artikel ini, mari kita bahas tentang 5 keistimewaan gelaran Lampung Krakatau Festival (LKF) tahun 2019.
Jangan ngaku pecandu kuliner, jika teman-teman belum mengunjungi Nusarasa Food Festival dan Kanikan Festival, dua festival kuliner ini merupakan bagian dari rangkaian LKF 2019. Kuliner kekinian yang sedang digandrungi, kuliner yang unik-unik dan sudah pasti enak-enak, berkumpulnya di sini.
Jangan ngaku pecandu kuliner, jika teman-teman belum mengunjungi Nusarasa Food Festival dan Kanikan Festival, dua festival kuliner ini merupakan bagian dari rangkaian LKF 2019. Kuliner kekinian yang sedang digandrungi, kuliner yang unik-unik dan sudah pasti enak-enak, berkumpulnya di sini.

Kanikan sendiri, dalam bahasa lokal bermakna ‘makan’, mengusung konsep urban ethnic Kanikan Festival tidak hanya menjadi surga jajanan kekinian Lampung, namun juga dilengkapi panggung hiburan dan seni yang siap menghibur pengunjung saat bersantap santai. Mulai dari jajanan mangga bunga, cumi krispi bersayap, hingga favorit saya kopi susu aren yang bahan bakunya didatangkan langsung dari Lampung Barat ada di sini.
Jika apa yang kamu cari tidak ditemukan di Kanikan Festival, tidak perlu risau sebab masih ada Nusarasa Food Festival, saya rekomendasikan untuk mampir ke merchant kopi premium bernama Kopi Ridho. Olahan kopi Lampung satu ini tidak hanya unik, tapi juga bisa meredakan masuk angin karena dalam komposisinya diberi campuran rempah seperti lada hitam, jahe merah dan pinang.
Lampung Krakatau Festival 2019, berlangsung tanggal 23-25 agustus dengan panggung utama berlokasi di Lapangan Saburai. Namun sejak 5 hari sebelumnya sudah meriah dengan kehadiran Krakatau Expo. Aneka rupa produk UKM Ekonomi Kreatif khas Lampung dipamerkan di sini, mulai dari kerajinan tapis, kaos etnik, aksesoris, hingga produk makanan berupa keripik pisang, kopi susu dan olahan robusta Lampung lainnya.
Rangkaian kegiatan kegembiraan masyarakat Lampung ini semakin meriah saja dengan kehadiran Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai, deretan artis lokal dan nasional ternama, musik band, sendratari, kesenian modern maupun tradisional turut memeriahkan gelaran hiburan rakyat ini. Segala usia dan aneka keahlian memperoleh porsinya masing-masing untuk unjuk kebolehan.
Sehari setelah pembukaan resmi (23/08), acara LKF semakin meriah lagi oleh Parade Permainan Anak Tradisional. Mulai dari permainan Kuda Buta, Upih Ngisut, Gobak Sodor hingga Patil Lele. Hayo, kalau di daerahmu apa nama permainan tersebut?
Ajang nostalgia, pengenalan permainan tradisional, sekaligus penanaman rasa gotong-royong, kerjasama, dan semangat bermain permainan tradisional kepada generasi milenial sejak dini. Para peserta dari beberapa SD dan SMP di Bandar Lampung begitu antusias dan semangat sekali bermain, ini merupakan bukti bukan hanya gadget yang menggeser eksistensi permainan tradisional, tapi juga tidak adanya generasi yang mengenalkan.
Rangkaian hiburan akbar milik semua masyarakat ini, masih berlanjut dengan agenda demo masak, kelas khusus memasak (cooking class), Lomba olahan Kuliner Tradisional berbahan baku pisang, Lomba hias 1000 cupcakes untuk adik-adik usia 4-6 tahun, hingga sajian 5000 porsi mie seruit sebagai hasil modifikasi sambal khas Lampung yang dipadukan dengan mie, sebagai pengganti nasi.
Trip Krakatau adalah agenda utama dan paling dinanti dari rangkaian LKF 2019. Kapan lagi kan, bisa menyaksikan secara langsung dan dari jarak dekat kawah GAK. Ya, pasca erupsi akhir 2018 silam, pihak BKSDA Bengkulu memang melarang para wisatawan maupun masyarakat umum untuk menepi demi alasan keamanan.
Namun tidak perlu risau, sebab Trip Krakatau LKF 2019 ini hadir dengan konsep berbeda. Menggunakan kapal Jatra II milik ASDP, dengan start dan finish Dermaga Eksekutif Bakauheni, Lampung Selatan, lebih dari 730 peserta trip bisa turut menyaksikan kawah GAK dan merasakan getarannya dari jarak dekat.
Tidak seperti gunung berapi pada umumnya yang posisi kawah berada di tengah, kawah GAK posisinya berada di samping. Dari sana, sekali asap putih mengepul dengan suara gemuruh mengikuti. Saat ini kondisi GAK yang gagah memesona itu berstatus waspada, namun cenderung stabil untuk diamati dari atas kapal berjarak sekitar 4 km.
Tidak seperti gunung berapi pada umumnya yang posisi kawah berada di tengah, kawah GAK posisinya berada di samping. Dari sana, sekali asap putih mengepul dengan suara gemuruh mengikuti. Saat ini kondisi GAK yang gagah memesona itu berstatus waspada, namun cenderung stabil untuk diamati dari atas kapal berjarak sekitar 4 km.
Rangkaian acara LKF 2019 ditutup dengan amat mengesankan oleh Parade Budaya Lampung Culture and Tapis Carnival pada Minggu 25 Agustus. Parade diawali dengan tarian nginggol dan nyambai, diikuti hampir seluruh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Mereka unjuk kebolehan dengan membawa kontigen yang menampilkan kreasi busana daerah Lampung dan tarian terbaik, khas masing-masing wilayah.
Mulai dari siger—mahkota perempuan Lampung, aneka rupa kain tapis, hingga macam-macam kebaya sulam usus dapat kita lihat pada parade budaya ini. Semakin lengkap dengan kehadiran aneka busana fantasi bertemakan Lampung yang ikut turun ke jalan.
Sebagai lokasi program transmigrasi pertama di bumi nusantara sejak jaman kolonial Belanda, menjadikan Lampung memiliki ragam kekayaan adat dan budaya. Tidak hanya budaya Lampung, Persatuan Warga Tionghoa, pakaian adat suku Jawa, Bali, hingga Sunda turut unjuk kebolehan. Ini bukti nyata bahwa beragam latar belakang suku dan budaya hidup damai dan saling berdampingan di bumi tapis berseri.
Sudah ke Lampung dan menyaksikan langsung rangkaian acara LKF 2019, akan lebih sempurna lagi kalau kamu meluangkan waktu khusus untuk menikmati wisata alam bumi ruwai jurai. Untuk hal ini, Menteri Pariwisata, Arief Yahya bahkan turut mendorong agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Lampung untuk segera diwujudkan.
Ibukota provinsi Lampung yang terletak di daerah teluk, membuat wisata populer seperti Pulau Pahawang dengan keindahan terumbu karangnya, Pulau Tegal Mas yang serupa Maldives, Pantai Sari Ringgung dengan Krakatau view, Pantai Dewi Mandapa, Pantai mutun hingga Pantai Klara amat dekat dan mudah sekali untuk dijangkau.
Buat kamu yang baru pertama kali ke Lampung tidak perlu risau, sebab wisata unggulan di Lampung yang saya sajikan dalam infografis berikut, mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun umum.
Nah, sekarang sudah tahu kan, waktu yang tepat dan tempat yang wajib dikunjungi ketika ke Lampung, maka tidak ada lagi alasan ya, untuk tidak singgah ke provinsi gerbangnya Sumatra ini. Apalagi saat ini aksesabilitas melalui jalan darat sudah amat memadai dengan beroperasinya Tol Trans Sumatera (Lampung-Palembang).
Ayo ke Lampung, kapan lagi merasakan sensasi melalui ruas tol terpanjang di Indonesia—Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi. Jangan lupa sekalian mencoba dermaga penyeberangan eksekutif Pelabuhan Bakauheni yang dapat memangkas perjalanan penyebrangan pelabuhan Merak-Bakauheni cukup satu jam saja. Lebih cepat lagi, melalui bandara Raden Inten II yang akan segera resmi beroperasi sebagai bandara internasional.
Gimana, Provinsi Lampung ternyata amat mudah dijangkau ya, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Baiklah, sekian dari saya.
Rujukan:
Sumber gambar:
Gimana, Provinsi Lampung ternyata amat mudah dijangkau ya, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Baiklah, sekian dari saya.
kalau ada sumur di ladangboleh kita berjumpa lagikalau sudah wisata di Lampungharus bawa oleh-oleh kopi
*
- Tulisan ini diikutsertakan dalam Lampung Krakatau Festival Blogger Competition 2019
Rujukan:
- https://lampung.tribunnews.com/2019/08/04/video-wakil-gubernur-lampung-chusnunia-chalim-menari-dalam-flash-mob-car-free-day
- http://genpilampung.com/genpi-lampung-gelar-flashmob/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau
- https://kumparan.com/lampunggeh/lkf-2019-hadirkan-parade-permainan-anak-tradisional
Sumber gambar:
- Tercantum
- Dokumentasi pribadi
alhamdulilah sudah pernah ikut meliput Lampung Krakatau Festival tahun lalu, sayangnya tahun ini belum berjodoh. tapi sukses banget sih bikin pengen balik ke lampung lagi, buat nyari muli lampung muehehehe
BalasHapusCerita Bang Doel: berjodoh sama yg mana nih? Mulinya apa LKF?
HapusIni sudah bulan September, berarti mestinya festivalnya sudah selesai ya? Kan festivalnya bulan Agustus..
BalasHapusLathifah jadinya ikut acara yang mana..?
Vicky Laurentina : Iya bener banget kak, ini report dan gambaran untuk teman2 traveler tahun depan
HapusWah seru banget ya.. bnyak bgt kegiatan kegiatan menarik di festival lampung nya.
BalasHapusLuella Artistry : festival krakatau kak
HapusKeren banget ini acaranya Lampung Festivalnya ya mbak, aku pengen lagi suka banget mengabadikan moment seperti ini deh. Semoga tahun depan ada lagi dan kepengen ikutan deh.
BalasHapusSuciarti Wahyuningtyas (Chichie) : Iya kak ini Krakatau Festival
HapusPaling seneng hadir ke acara macam gini, keseruannya akan terasa sekali ya apalagi pas foto - foto atau video nya. Duh semoga soon saya bisa hadir ke Lampung Krakatau Festival ini.
BalasHapuskalau festival seperti ini biasanya seru banget ya mbak, dan puas nyicip banyak jajanan juga makanan tradisional :)
BalasHapusWah semoga bisa berkunjung ke lampung ya, menarik banget apalagi jajanannya sepertinya bakal sesuai2 aja sama lidah jawaku
BalasHapusYa ampun aku langsung nyesel deh nggak datang ke acara krakatau Festivalnya. Padahal cakep banget ini. Semuanya lengkap ada
BalasHapusWuih seru banget ya Festival Krakatau ini. Selalu bikin mupeng. Semoga suatu saat berkesempatan main ke festival ini. 😍
BalasHapusWaah seru banget deh acara Festival Krakatau-nya jadi pengen kesana pas bertepatan dengan festival deh hehe
BalasHapusBtw, aku paling ngincer menikmati wisata dan juga kulinernya
mba seru banget LKF ini ya ampun apalagi aku tuh suka banget sama pesta kuliner kayak gini. Dan terhenti sama cuci krispi bersayap plus kopi rempah karena aku kalo jalan mudah masuk angin deh. Seneng gitu ya bisa melihat kawah GAK sedekat itu, semoga aku berkesempatan k LKF tahun-tahun mendatang. bTw mba, aku sudah ikuti blog kaka yaa :)
BalasHapusaku baru tau ada festival kayak gini di Lampung, pasti seru banget! Liat makanannya jadi ngiler deehh XD
BalasHapusRinduuu sekali dengan lagu-lagu khas Sumatera ini.
BalasHapusAku dulu lahir di Sumatera Utara.
Tapi sepertinya belum pernah ke Lampung. Mau bangeeett...main ke Lampung.
Salah satu tempat yang udah dalam travel bucket list, wajib kesana mudah2an tahun ini terwujud
BalasHapuswahhh asik, ada festival kayak gini ternyta di lampung, marimar terpaku sama surga kuliner lampungnyaa. Pengen bgt ngerasain satu-satu setiap makanan khasnya :D
BalasHapusAda banyak kegiatan yang bisa dinikmati ya di event Lampung krakatau festival ini ya
BalasHapusTulisan ini bikin aku mupeng pengin ikutan trip Festival Krakatau mba. Mungkin tahun depan kalik ya jika cocok waktunya. Sementara Insya Allah ntar pertengahan bulan mau ikutan trip Festival Teluk Semaka dulu. Doakan lancar ya mbaaa...
BalasHapusPengalaman ke Lampung kemarin membuat saya ketagihan mau kesana lagi. Makasih ya infografisnya membantu saya untuk memilih tempat yang akan dikunjungi selain Pahawang hehehe
BalasHapusseru banget ya acara lampung krakatau festival, semoga kapan kapan bisa jalan jalan ke lampung pas ada krakatau festival ini
BalasHapus