MASIGNCLEAN103

Persiapan Penting Sebelum Menghadapi New Normal


Belum ditemukannya vaksin untuk pengobatan virus corona, memaksa kita  untuk menghadapi tatanan baru kehidupan atau yang biasa disebut dengan new normal. 

Definisi new normal menurut Pemerintah Indonesia adalah tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19. 

Bahkan Jubir Pemerintah RI,  Achmad Yurianto pernah mengatakan: masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru.

Diterapkannya new normal bukan bermakna virus coronanya hilang ya, Gaes. Maka kita butuh persiapan sebelum berhadapan langsung dengan new normal ini. Semata-mata untuk menjaga diri dari paparan virus corona dan produktivitas tetap lancar maka hal wajib yang harus kita persiapkan:

1. Menjaga Asupan Gizi dan Vitamin

Setelah menjalani hampir 3 bulan masa WFH tentu tubuh kita butuh beradaptasi lagi untuk kembali beraktivitas di luar rumah. Apalagi kalo mbak-mbak kantoran seperti saya yang saban pagi dan sore harus menggunakan transportasi umum. 
Asupan makanan yang bergizi dan sehat ada di daftar pertama persiapan menjalani kehidupan di era new normal. Makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi akan lebih sempurna jika diimbangi dengan asupan vitamin agar sistem imun tetap kuat.

2. Olahraga Rutin

Selain asupan gizi hal ke dua yang gak kalah penting adalah menjaga kebugaran tubuh, olahraga tidak hanya menyehatkan fisik, namun juga dapat melepas stress akibat tekanan deadline dan tutuntutan pekerjaan kantor. Jangan salah ya, stress juga dapat memicu imun tubuh melemah. 
Tidak perlu olahraga yang mahal atau aktivitas berat, cukup lari pagi saat akhir pekan di sekitar kompleks rumah atau lari sore beberapa kilometer saja.

3. Kenakan Masker dan Bawa Handsanitizer saat Bepergian


Benda ini adalah benda wajib yang harus kita punya di masa pandemi seperti saat ini, pastikan masker kain cukup menutupi area hidung dan mulut, jangan lupa juga untuk bawa beberapa masker cadangan jika pergi dalam tempo waktu yang lama. 

Pastikan gunakan handsanitizer setelah memegang atau menyentuh area publik, dan gunakan jika saat darurat tidak ada tempat mencuci tangan.

4. Sering Mencuci Tangan


Ini adalah salah satu hal yang sederhana dan penting sekali kita lakukan. Cuci tangan setiap baru pulang atau baru dari luar rumah, hendak makan, hendak memegang area wajah, pastikan mencuci tangan sesuai standar dan anjuran WHO dengan air yang mengalir dan juga sabun.

5. Instal Aplikasi Kesehatan di Smartphone


Untuk menggunakan Halodoc kita bisa mendownload aplikasi atau cukupmembuka situs saja. Berisi tentang informasi kesehatan, cara akses kesehatan hingga konsultasi dengan dokter ahli secara daring dengan cakupan yang amat  lengkap sekali. Amat mudah mencari informasi apapun seputar kesehatan dengan hanya mengetik keyword.

Hal yang paling menyenangkan dari Halodoc bagi saya yang mbak-mbak kantoran super sibuk merangkap sebagai anak kos adalah dengan adanya informasi mengenai macam-macam jenis multivitamin, obat-obatan yang bisa langsung kita pesan untuk kemudian di antar ke alamat tinggal. Hal yang sangat membantu untuk menjaga kesehatan di tengah situasi pandemi, bukan.

rapid test jakarta
Ketika informasi kesehatan hanya dalam genggaman
Ada lagi fitur  tanya-jawab dengan dokter secara langsung, lho. Tau lah ketimbang menghabiskan waktu untuk ke pusat kesehatan langsung, kita bisa mendiagnosa lebih dini, mengenai  penyakit yang tengah diderita   kalau-kalau tak sempat ke klinik atau Rumah Sakit Terdekat.

6. Miliki Pengetahuan Mengenai Faskes Terdekat

Melalui Halodoc bahkan saya tahu beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 terdekat dari tempat kos saya. Tentu saja saya harus jaga-jaga akan kemungkinan terburuk yang mungkin saja  akan saya hadapi. Bahkan saya tahu hingga informasi berapa biaya awal yang harus saya keluarkan untuk Rapid Test Jakarta.

Saya ambil contoh RS Omni Pulomas  yang cukup dekat dengan tempat tinggal dan worth it untuk dijadikan rujukan. Beralamat di Jl. Pulo Mas Bar. Vi, Kayu Putih, Pulo Gadung,  Jakarta Timur. Di sana ada Poliklinik Drive Thru Rapid Test, cukup dengan merogoh kocek sedalam Rp 299.000 dan menunggu 2-3 jam, maka hasil Rapid Test kita sudah keluar. Mudah sekali, kan.

Tentu saya tidak akan mengetahui hal tersebut jika saja saya tidak pernah mengakses Halodoc.

Jadi, Apa itu Rapid test?


Untuk diketahui, rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Artinya jika di ubuh kita terdeteksi antibodi tersebut maka kita pernah terpapar virus Corona.

Tapi pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bisa sampai beberapa minggu. Inilah yangmembuat keakuratan dari rapid test cukup rendah.

Jadi, rapid test di sini hanya pemeriksaan skrining awal, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi COVID-19. Untuk memastikan apakah positif terinfeksi virus Corona hanya polymerase chain reaction (PCR).

7. Cukup Tabungan untuk Jaga-jaga


Hal terakhir yang  perlu diingat dan amat penting adalah menyiapkan tabungan yang cukup untuk berjaga-jaga hal terburuk yang mungkin akan kita hadapi di tengah beijakan new normal. Sekalipun kita memiliki asuransi kesehatan, kita harus gali info dan pastikan layanan kesehatan jenis apa saja yang dicover oleh pihak penyedia jasa asuransi.

Bahkan sekalipun tercover penuh, kita tetap harus menyiapkan saving money untuk keperluan terdesak yang kadang tidak terduga, bukan begitu Guys?

Oke akhir kata, sejak tanggal 14 juni lalu pusat-pusat perbelanjaan satu persatu mulai beroperasi, maka  jangan lupa untuk selalu kenakan masker saat di tempat umum, usahakan selalu menjaga jark satu sama lain, dan jangan memegang area wajah terlebih dahulu saat di tempat umum, pastikan cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau gunakan hand sanitizer saat tidak memungkinkan untuk jaga jarak.

Tetap produktif dan stay save ya teman-teman. Semoga vaksin corona segera ditemukan dan dipasarkan secara luas agar pandmi ini segera berakhir.



Salam sayang,

Latifah Desti Lustikasari

Share This :
Latifah

Latifah Desti Lustikasari, akrab disapa Latifah, Tifa, Fah, atau Ay! Blogger dan Penulis asal Lampung ini masih bergelar 'Calon Mantu' kok. Merima paket martabak tiap malem minggu.

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.