Bantu Jaga Bumi dari Perubahan Iklim Sambil Ngopi, dengan Mitigasi Muali dari Diri Sendiri

 
mitigasiperubahan-iklim


Perubahan iklim atau fenomena pemanasan global merupakan sebutan untuk perubahan signifikan iklim, suhu udara dan curah hujan dalam kurun waktu mulai dari puluhan sampai jutaan tahun. 

Perubahan iklim terjadi akibat peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca. 

Efek rumah kaca disebabkan oleh berbagai kegiatan kita sebagai manusia seperti emisi bahan bakar fosil, perubahan fungsi lahan, limbah baik industri maupun rumah tangga dan kegiatan-kegiatan industri lainnya.

Faktor Penyebab Perubahan Iklim

  1. Efek gas rumah kaca
  2. Pemanasan Global
  3. Kerusakan lapisan ozon
  4. Kerusakan fungsi hutan
  5. Penggunaan Cloro Flour Carbon (CFC) yang tidak terkontrol
  6. Gas buang industri

Fenomena alam ini, semakin tahun semakin terasa saja dampaknya bagi kehidupan kita. Gak perlu susah bayangin dataran es di Greenland sana mencair itu gimana, deh.

Sesederhana #MudaMudiBumi pengen ngechill di pantai di rentang bulan mei yang harusnya udah masuk musim kemarau, eh malah hujan melulu. Sesederhana cuaca di sekitar kita udah enggak bisa ditebak lagi karena cuaca berubah semakin cepat. 

Dampak Perubahan Iklim

  1. Curah hujan tinggi
  2. Musim kemarau yang berkepanjangan
  3. Peningkatan volume air akibat mencairnya es di kutub
  4. Terjadinya bencana alam angina puting beliung
  5. Berkurangnya sumber air

Kabar baik, warganet yang hobi rebahan seperti kita bisa kok ikut berperan dalam mitigasi perubahan iklim dengan melakukan hal kecil tapi bisa bantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan usaha #UntukmuBumiku lainnya.

Misalnya membatasi penggunaan kendaraan bermotor, menghemat penggunaan listrik dan air dan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Inilah langkah mitigasi perubahan iklim paling gampang dilakuin versi saya. Dan kamu bareng saya juga bisa #TimeforActionIndonesia sejak dini.

Sadari Limbah Rumah Tangga Menyumbang Pemanasan Global

Upaya mengurangi emisi gas rumah kaca tidak lepas dari dari hal dasar di kehidupan sehari-hari kita. Sampah yang masing-masing individu hasilkan perhari, yang menumpuk. Mulai dari sisa makanan yang tidak habis (organik) maupun sisa plastik packingan paket (anorganik).

Oleh karena itu beberapa cara yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat di antaranya meningkatkan pengelolaan limbah air di daerah perkotaan, menerapkan teknik 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam proses penanggulangan timbunan sampah. 

Namun, bantuan akan lebih efektif kslau kita sejak awal punya kesadaran untuk menghentikan derasnya aliran limbah sampah dengan meminimalisir sampah yang dihasilkan. Saya mengistilahkannya menghentikan air mengalir dengan menutup keranya.

Kurangi Mengikuti Tren Racun Belanja Sosmed

Kita pasti udah enggak asing dengan pay day setiap tanggal cantik yang dilakukan marketplace tiap bulan. Event 10.10, 11.11 atau 12.12 tiap bulan. Belum lagi derasnya arus racum belanja yang menyebar cepat di tik tok maupun instagram.

Kamu dan saya sama kok, sama-sama hobi rebahan sambil scrolling media sosial karena bosan dengan kebijakan PPKM da arahan untuk tetap di rumah saja. 

Udah deh mulai bulan depan kurangi rasio belanja barang barang lucu yang sebenarnya kita enggak perlu-perlu amat. Dengan adanya kesadaran ini pada tiap-tiap individu, akan bantu mengurangi limbah yang tercipta akibat ulang kita. 

Saya tidak mengatakan orang yang menerapkan hidup minimlisme itu golongan terbaik. Namun dengan tetap menggunakan barang-barang yang sudah kita miliki dengan optimal tanpa mengikuti tren racun belanja secara berlebihan adalah kesadaran yang paling bijaksana.

Yuk mulai Bergadet Secukupnya

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor energi dan transportasi yaitu dengan menggunakan bahan bakar yang lebih bersih dengan beralih ke energi terbarukan seperti energi angin, energi panas, dan energi bumi demi menggantikan energi minyak bumi.

Misalnya untuk transportasi masal beralih menggunakan yang rendah akan emisi serta ramah lingkungan. Strategi dalam lingkup lebih kecil dengan mengubah pola penggunaan kendaraan pribadi ke pola transportasi rendah karbon.

Ya kita semua tahu ini sulit dilakukan perorangan. Namun kita bisa menggantikannya dengan bermain gadget atau memiliki gadget secukupnya. Baik kualitas maupun kuantitas.

Sesederhana tidak ikut tren membeli gadget terbaru hanya sebatas gaya, atau cukup dengan gadget yang dimiliki karena spesifikasi sudah mencukupi kebutuhan saat ini adalah hal heroik yang bisa bantu bumi untuk enggak makin panas akibat global warming.

Sayangnya mitigasi perubahan iklim yang kita lakukan tampak setitik kecil dan tidak terlalu berefek apapun. Namun ketika kesadaran ini mulai meluas dan semakin menjadi budaya, kita bisa bantu bumi untuk mengurangi suhu panasnnya dengan nyeduh kopi buatan sendiri sambil memandangi senja dan agin semilir di teras rumah saja.

Sementara pemerintah berupaya meminimalisasi peningkatan karbon dioksida dalam skala besar sebagai langkah strategis untuk menahan laju pemanasan suhu global.

1 komentar

  1. Iya racun belanja online tak hanya bikin konsumtif tapi juga meningkatkan limbah kardus paket ya

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.