MASIGNCLEAN103

Pertimbangan Melanjutkan Pendidikan Tinggi Di Kampus UM Metro

um metro

Saya ingat betul momen saat menjalani program KKN awal tahun 2017 lalu, di suatu desa yang berada di Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, di sela program kerja yang padat kami sekelompok agent of change ini, diminta oleh Pak Kadus untuk sharing kepada adik-adik dan (utamanya) orang tua di desa tersebut mengenai biaya kuliah dan beasiswa.

Tidak bisa dimungkiri bahwa fakta ini yang acap kali kita jumpai di lapangan. Permasalahan terbesar warga di desa yaitu minimnya informasi dan kekurangan motivasi untuk mendukung cita-cita generasi bangsa hingga ke jenjang perguruan tinggi. 

Padahal menurut saya pribadi, pendidikan tinggi itu amat penting untuk bekal kita di masa depan dan seumur hidup. Mungkin ketika masih muda seperti saat ini kita belum terlalu merasakan manfaatnya, karena apa-apa masih dibantu orang tua, tapi saya mengutip sebuah pepatah:

Berikan seorang pria semangkuk nasi dan anda akan memberinya makan untuk sehari. Ajarkan seorang pria memelihara padi dan anda akan memberinya makanan seumur hidup”—Confusius

Inti dari hal yang kami sampaikan, perihal biaya kuliah sebetulnya dapat didatangkan dari banyak pintu. Kembali ke diri sendiri, memiliki kemauan untuk mengupayakan atau tidak. Petani atau nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu, bukan berarti tidak dapat membiayai anaknya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Selama ada usaha, pasti ada jalan.

Persiapan dan pertimbangan matang dalam memilih calon kampus sangat penting. Kuncinya adalah cermat dalam mencari informasi seperti program beasiswa yang ditawarkan oleh kampus yang hendak disasar. Kampus dengan jadwal kulah yang relatif fleksibel juga layak dipertimbangkan, dana yang minim tentu harus diimbangi oleh usaha ekstra. Degan begitu, di sisi kuliah sebagai mahasiswa juga harus berani belajar mandiri, misal dengan bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Yang perlu diingat, “Tempat kuliah yang paling ideal adalah kampus yang sesuai dengan kemampuan, jangkauan, minat serta bakat dari si peserta didik.

Pada hal ini saya merekomendasikan kampus UM Metro, sebagai kampus yang ideal untuk solusi sukses masa depan atas dasar pertimbangan beberapa hal berikut:

Banyak Pilihan Program Beasiswa

Program beasiswa seperti Bidikmisi dan Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sudah ada lho di UM Metro. Selain itu ada pula beasiswa yang langsung dari kampus seperti Beasiswa Potongan 50% Uang Pengembangan untuk lima program studi seperti Pendidikan Sejarah, Pendidikan Fisika, Pendidikan Bahasa Inggris, D3 Akutansi, serta D3 Keuangan dan Perbankan.  

Masih ada lagi? Ya tentu saja, Beasiswa Kader Utusan Persyarikatan se-Kota Metro bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berupa potongan biaya SPP mulai dari semester tiga hingga delapan, dengan syarat hafal Al Quran minimal 10 Juz dan mengajukan permohonan dari salah satu cabang Muhammadiyah di Metro dan Beasiswa Potongan 50% untuk biaya kuliah Pascasarjana bagi pekerja amal usaha Muhammadiyah di wilayah Lampung.

um metro

Program beasiswa yang ditawarkan oleh kampus UM Metro ini, selain meringankan biaya yang harus dikeluarkan orang tua, tentu menjadi pematik semangat tersendiri bagi mahasiswa untuk terus belajar dan berusaha. Sebab itu saya sampaikan dari awal, persiapan dan pertimbangan sangat penting dilakukan sejak dini.

Program Studi yang Cukup Lengkap

Berdiri sejak tahun 1967, UM Metro awalnya merupakan penggabungan dari empat sekolah tinggi yang telah terdaftar dan diakui oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini di UM Metro sendiri terdapat banyak program studi baik Diploma (D3), Sarjana (S1) maupun Pascasarjana (S2) yang terbagi menjadi enam fakultas yaitu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM).

um metro

Mayoritas program studi di UM Metro sudah memperoleh akreditasi B, bahkan beberapa di antaranya sudah terakreditasi A. Status akreditasi yang terbilang mumpuni dan sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai kampus solusi sukses masa depan. Terlebih berdasarkan L2Dikti Wilayah II menyatakan bahwa UM Metro merupakan kampus terbaik ke tiga kategori penilaian Aspek Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia tahun 2019 untuk kelompok Universitas dan Institut.  

Bahkan per tahun 2019 ini, UM Metro sudah memperoleh izin untuk membuka program PPG (Pendidikan Profesi Guru) untuk program studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Sejarah. Sebelumnya pada tahun 2017, UM Metro juga kembali membuka tiga prodi secara bersamaan yaitu S1 Ilmu Komputer, Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini serta satu fakultas baru yaitu Fakultas Ilmu Komputer (FIK) yang menaungi prodi S1 Ilmu Komputer dan D3 Sistem Informasi. 

Tenaga Pendidik yang Kompeten

UM Metro sebagai bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dalam melaksanakan tugas, fungsi serta peran di bidang pendidikan tinggi sudah tentu berdasarkan nilai-nilai islam dan Kemuhammadiyahan, untuk mencapai gerakan dakwah dan tajdid ini merupakan nilai tambah tersendiri untuk para mahasiswa yang menuntut ilmu di UM Metro.

Apalagi disokong dengan dosen-dosen pendidik profesional yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya dengan jumlah lebih dari 177 orang, seperti yang beberapa saya rangkum berikut beserta gelarnya.

um metro

Lokasi Kampus yang Strategis 

Kampus UM Metro berada di kota madya Metro yang sejak dahulu dikenal sebagai kota pelajarnya Lampung, berjarak sekitar 52 KM dari ibukota provinsi, Bandar Lampung. Sebagai kota terbesar ke dua di Lampung, tinggal di Metro adalah anugerah tersendiri sebab merupakan kota dengan tingkat kemacetan dan kriminalitas terendah di Lampung. Daerah yang masih terbilang sepi dan asri sangat kondusif untuk menunjang suasana pendidikan.

Kampus UM Metro, meski lokasinya terbagi menjadi beberapa kampus namun masih relatif berdekatan dan strategis karena letaknya berada di lingkup pusat kota Metro dengan fasilitas publik seperti taman kota, masjid agung, pusat perbelanjaan, terminal yang masih dalam jangkauan.

um metro

Di samping lokasi yang strategis, di dalam kampus sendiri fasilitas penunjang pembelajaran mahasiswa seperti perpustakaan, masjid kampus, area hotspot, gedung bertingkat, ruang kuliah yang nyaman, area parkir yang luas, lapangan olahraga, laboratorium penunjang di tiap prodi, unit kegiatan mahasiswa, lembaga bahasa hingga asrama juga disediakan oleh pihak kampus UM Metro.

Biaya Hidup Relatif Terjangkau

Hal krusial selanjutnya yang harus dipertimbangkan yaitu bagaimana memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah. Namun ini bukanlah masalah karena berdasarkan survey BPS tahun 2017, kota Metro termasuk ke dalam 10 kota di Indonesia dengan biaya hidup terendah serta ke dua di pulau Sumatra.

Harga sewa indekos dan biaya hidup relatif lebih rendah, jika dibandingkan dengan kota Bandar Lampung. Sebut saja di daerah seperti 15A yang dekat kampus I atau daerah 38 dekat kampus II UM Metro harga sewa indekos umumnya mulai dari 300-400 ribu rupiah/bulan atau 3-4 jutaan tiap tahun menyesuaikan dengan fasilitas.

Alternatif lain yaitu dengan patungan bersama beberapa teman untuk mengontrak suatu rumah seperti yang teman-teman saya lakukan yaitu di daerah 24 atau 38 dengan harga sewa mulai dari 6-8 juta/tahun. Tentu ini akan banyak memangkas pengeluaran untuk biaya tinggal. 

Untuk biaya hidup, di daerah seperti warung makan perasmanan di depan Kampus II, dengan uang delapan ribu kita sudah bisa menikmati nasi dengan lauk ayam, nasi lauk lele dengan harga tujuh ribu rupiah, atau nasi telur dengan harga enam ribu rupiah saja. Alternatif lain tentu dengan membeli bahan makanan untuk dimasak sendiri, ini akan jauh lebih terjangkau dengan higienitas terjamin.  

Lulusan Berkualitas

Pada prinsipnya kualitas seseorang bergantung kepada usaha setiap individu masing-masing. Lembaga pendidikan seperti UM Metro, memang berperanan penting dalam memberi fasilitas berupa tenaga pendidik berkualitas, kelengkapan fasilitas pembelajaran, hingga pilihan program studi bagi peserta didik untuk kepentingan mengepakkan sayap prestasi selebar-lebarnya. 

Ketika tahapan dan proses pendidikan telah seorang mahasiswa lalui dengan baik, diiringi dengan usaha dan doa yang maksimal, di situlah sebenarnya kita telah memupuk dan menyemai kualitas diri dengan sebaik-baik, walau bagaimanapun usaha tidak pernah mengkhianati hasil bukan? 

Saya jadi ingat pada momen wisuda ke-37 UM Metro beberapa bulan lalu, dilansir dari lampost.co tentang anak buruh tani yang menjadi salah satu Wisudawan terbaik di UM Metro. Dia adalah Muhammad Rifa’i dari program studi Pendidikan Ekonomi yang berhasil memperoleh IPK 3,90 dan sudah memperoleh pekerjaan di salah satu industri tekstil di Bogor sebelum diwisuda.

Latar belakang orang tua yang merupakan seorang buruh tani di Belitang, Sumatra Selatan, membawanya kuliah dengan beasiswa Bidik Misi dan terbukti Rifa’i bisa menjalani kuliah dengan baik meski harus bekerja serabutan mulai dari buruh tani hingga kuli bangunan untuk menutupi biaya indekos di Metro.

Kepada lampost.co (22/11/2018) ia mengatakan, “kemauan saya untuk kuliah sudah bulat, meski saat itu ayah sedang sakit dan memang benar-benar tidak ada biaya.”

um metro
Muhammad Rifa'i anak buruh tani yang menjadi salah satu Wisudawan terbaik di UM Metro

Pada hari ia diwisuda, Rifa’i mengajak orang tuanya untuk naik ke atas panggung senat sembari memberikan bunga kepada Rektor UM Metro sebagai rasa terimakasih atas gelar sarjana yang ia peroleh di kampus tercintanya.

Rifa’i hanya salah satu contoh mahasiswa berkualitas yang berhasil lulus dengan membanggakan dari UM Metro. Ia membuktikan bahwa siapapun bisa mengakses pendidikan tinggi selama ada usaha dan kemauan yang kuat, serta persiapan dan pertimbangan matang dalam memilih tempat kuliah paling ideal sesuai jangkauan, kemampuan, minat dan bakatnya.

Jadi kalau kamu gimana, sudah siap atau sudah mempertimbangkan masak-masak perjalanan menggapai cita-cita?




Disclaimer:
Sumber informasi dihimpun dari https://ummetro.ac.id/ dan https://id.wikipedia.org/ 
Sumber gambar tercantum dan dikumpulkan dari https://instagram.com/um_metro 
Sumber berita lansiran dari www.lampost.co/amp/anak-buruh-tani-jadi-wisudawan-terbaik-um-metro.html
Share This :
Latifah

Latifah Desti Lustikasari, akrab disapa Latifah, Tifa, Fah, atau Ay! Blogger dan Penulis asal Lampung ini masih bergelar 'Calon Mantu' kok. Merima paket martabak tiap malem minggu.

avatar

aku setuju banget, karena kuliah itu tahap pendidikan paling berat, harus bener bener pilih yang sesuai dan ideal sama masing-masing orang.

8 Mei 2019 20.54
avatar

Ideal adalah yang sesuai minat, bakat dan kemampuan diri, dan setiap orang itu pubya minat tan kemampuan masing masing, mantu bener banget aku setuju banget

8 Mei 2019 21.21
avatar

Enaknya kalo lagi ke Metro, dia kota tapi relatif lebih asri dan sepi. Ayem aja gitu rasanya, berasa lagi di jawa, tapi di tanah Sumatra, asik pasri tinggal dan kuliah di sana

8 Mei 2019 21.35
avatar

Salam kunjungan dan follow sini ya :)

11 Mei 2019 12.08
Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.