MASIGNCLEAN103

Pulau Pisang Lampung, Bagaimana Cara Traveling Ke Sana?

foto pulau pisang lampung

Di postingan ini saya akan bercerita pengalaman traveling ke Pulau Pisang Lampung.  Lokasinya ada di Kabupaten Pesisir Barat. Karena selain di Lampung ada juga Pulau Pisang Bengkulu dan Pulau Pisang Padang.

Jadi kamu lagi riset untuk itinerary wisata ke Pulau Pisang yang mana? Pastikan jangan salah memasukan kata kunci di pencarian google.

Cerita ini adalah bagian dari catatan perjalanan saya ke Pesisir Barat untuk explore wisata di Krui.

Pulau eksotis yang wajib banget kamu kunjungi kalau singgah di Krui (Ibukota Kab. Pesisir Barat) ini lokasinya berada di lepas Samudra Hindia. Kalau kamu lihat peta, letaknya persis di sebelah barat Johor, Malaysia.

Cara Menuju Pulau Pisang Lampung

Ada dua cara untuk mencapai pulau yang sudah menjadi kecamatan mandiri ini, di antaranya:

1. Via Dermaga Kuala Stabas

Dermaga Kuala Stabas lokasinya ada di Kota Krui. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan biaya kisaran Rp 35.000,- menggunakan kapal nelayan berukuran sedang.

2. Via Dermaga Tembakak

Dermaga Tembakak ada di Pekon Way Sindi, sekitar 15 menit dari Krui dengan naik ojeg (gak ada grab atau gojek ya di sini). Perjalanan ke Pulau Pisang dari dermaga ini memang cukup singkat. Hanya 20 menit dengan biaya Rp 20.000,- saja.

Tapi kapal kayu yang digunakan relatif lebih kecil, warga setempat menyebutnya jukung.

Penyebrangan menuju Pulau Pisang mulai dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore, bergantung kondisi cuaca dan obak.

Perlu diingat, pulai ini menghadap langsung Samudra Hindia, jadi ombak dan gelombang laut relatif tinggi dan menyeramkan. 

Kala itu, saya mengira  akan menjadi traveling terakhir. Dalam kata lain saya akan pulang tinggal nama. Sebab saat pulang dari Pulau Pisang jukung kami mesinnya mati di tengah laut dong.

"Di tengah laut, Guys. Bayangkan!"

Kalaupun kamu sanggup berenang ke tepi, percuma. Sebab ombaknya lagi ganas dan itu tepi pantai Way Sindi konturnya bebatuan karang super besar menjulang.

Saya yakin, sesampainya di tepian, kepala ini keburu bocor  duluan dihempas onbak dan dihantam batu karang yang tajam.

Beberapa menit kami terombang-ambing dihempas obak samudra berasa lamaaa sekali. Nyawa berasa ada di ujung ubun-ubun.

Saya dan kawan-kawan memanjatkan segala doa-doa sembari menyumpahi Pak Ngah nelayan yang mukanya lempeng aja.

Tapi ternyata itu cuma overthinking kami yang norak. Pak Ngah Nelayan berkata kalau ombak terlalu tinggi dan tidak memungkinkan dilalui, mereka tidak akan mengantar wisatawan ke sebrang.

Note:

  • Kalau kamu niat nge-trip ke Pulau Pisang Lampung, pastikan pilih momen yang tepat. Misalnya saat musim kemarau, di mana ombak cenderung stabil.
  • Kalau sedang beruntung, kamu bisa bertemu dengan kawanan lumba-lumba saat perjalanan menyebrang ke Pulau Pisang.
  • Bukannya melipir karena ada perahu yang melintas, mereka justru berenang mengiringi, seolah menyambut para turis.

Momen langka sekaligus luar biasa yang gak akan terlupakan kala melihat langsung lumba-lumba di habitatnya, bukan di wanawisata.

Yuk, Explore Pulau Pisang

Sesampainya di sana, kamu akan merasakan suasana tenang khas perkampungan di pesisir yang kental sekali. Jauh dari polusi dan bising kendaraan. 

paket wisata pulau pisang lampung
view Pulau Pisang dari puncak menara Rambu Suar | Doc. Pribadi

Kita akan dikenakan harga masuk Pulau Pisang sebesar Rp 15.000,-. Lalu aktivitas apa aja sih yang bisa dilakukan di sini?

1. Wisata Pantai

Kalau kamu masih gak kebayang mau ngapain aja di Pulau Pisang, nih saya jabarkan kegiatan seru yang bisa kamu pilih selain selfie-selfie, main tik-tok dan bikin story.

  • Menikmati pantai-pantai berpasir putih yang halus dan bersih dari sampah. Sungguh pulau yang masih alami dan menakjubkan.
  • Megagumi pemandangan lautan jernih yang luas tak berujung dengan awan biru cerah.
  • Berenang dan bermain air terdengar seperti aktifitas yang biasa aja, tapi sumpah pantai di Pulau Pisang airnya jernih banget serta minim sampah plastik.
  • Diving dan snorkeling di kedalaman air laut yang jernih. Saking jernihnya air laut di sini, jarak pandang bisa mencapai hingga 9 meter.
  • Berselancar (surfing) aktivitas menaklukan ombak ini paling diminati sama wisatawan bule.
  • Memancing berbagai jenis ikan, dari yang berukuran kecil hingga besar juga menjadi tujuan lain wisatawan datang ke pualau ini.
  • Melihat langsung nelayan membawa ikan besar seperti blue marlin dan tuna sirip kuning.

2. Belajar Sejarah dan Budaya

Semakin masuk ke perkampungan warga, saya terkesima dengan bangunan rumah penduduk yang kental sekali nuansa rumah klask masyarakat lampung. Saya berasa dilemparkan ke era tahun 90-an.

Harga masuk Pulau Pisang
salah satu rumah penduduk di Pulau Pisang | Doc. Pribadi
  • Mengagumi uniknya arsitektur rumah adat Lampung yang usianya sudah puluhan bahkan mungkin ratusan tahun.
  • Meneliti lebih detail bahan kayu, struktur bangunan dan ornamen klasiklamban balak (rumah panggung khas adat Lampung pesisir).
  • Menyaksikan langsung rumah-rumah tua nan rapuh di makan usia yang tidak berpenghuni akibat ditinggal pemiliknya saat krisis cengkeh tahun 1980.
  • Menelisik bangunan pemerintahan seperti sekolah, kantor kecamata, kantor KUA hingga puskesmas Pulau Pisang Lampung dengan bangunan gak kalah klasik.

3. Mengenal Bahasa Lampung

Buat saya, kegiatan yang gak kalah seru adalah bercengkrama dengan warga lokal. Saya selalu penasaran dengan aktivitas dan kebiasaan warga tiap daerang yang saya kunjungi.

  • FYI warga Pulau Pisang ini ramah-ramah banget.  Mereka  gak akan sungkan mengajari kamu kosa-kata sederhana dalam bahasa Lampung.
  • Warga Pulau Pisang mayoritas suku Lampung Pesisir yang menggunakan bahasa Lampung berdialek A (Api).

4. Wisata Kuliner

Pada prinsipnya cita rasa kuliner di pulau ini gak akan berbeda jauh dengan yang ada di Krui seperti.

  • Gulai Taboh Ikan, ini semacam sayur santan ikan yang sangat kental dengan cita rasa khas Lampung banget. Gurih-gurih asin, nikmat banget.
  • Sayur Bening Daun Kelor, hei Kisanak daunn kelor ya bukan kelor, ini enak banget sih dimakan sama nasi anget dan ikan bakar pake sambal rampai. Rampai adalah sejenis tomat hutan yang gak bisa lepas dari kuliner dan sambal khas Lampung.
  • Serabi Khas Pulau Pisang, mencicipi kuliner satu ini menyadarkan saya kalau kuliner lampung itu gak bisa lepas dari santan dan cita-rasa kelapa.
  • Baso Ikan, melimpahnya hasil laut emang banyak memengaruhi banyaknya komposisi ikan pada  baso di sini.

Spot Wisata Wajib di Pulau Pisang

Udah jauh-jauh singgah di Banana Islan, the hidden paradise of Lampung Province, jangan sampai terlewat untuk take picture di beberapa spot berikut:

Gimana  gaya bahasa saya, udah macem anak Jaksel belum?

1. Pantai Dermaga

Pantai ini yang akan auto nyambut kamu begitu berlabuh di Pulau Pisang. Lokasinya di Pekon Pasar.

Dengan tiang-tiang beton sisa banguan dermaga yang sudah tak terpakai,kontras banget sama pasir putih lembut dan langit biru cerah, Pantai Dermaga  ini bener-bener instagramable banget.

Gak ngerti lagi deh, dipotret dari angle manapun luarbiasa cantik, Guys. Akan lebih sempurna lagi jelang matahari terbenam dan saat laut lagi surut.

Kalau kamu suka berenang, di sini ombaknya yang paling aman. Kamu bisa leloncatan dari atas dermaga sambil menikmati air laut Pulau Pisang yang jernih banget.

Saking jernihnya, kamu bisa banget mengamati koloni ikan-ikan kecil lagi berenang di bawah dermaga. Bawa google atau alat snorkling sekalian gih kamu kalo ke sini.

trip ke pulau pisang lampung
Malak iwa tuhuk dari Bapak Nelayan Pulau Pisang | Dok. Pribadi

2. Pantai Batu Inton

Geser sedikit, masih di area Pekon Pasar ada pantai yang namanya Batu Inton. Disebut demikian karena kalo di amati pantai ini akan kelihatan berkilauan kayak batu intan saat terpapar sinar matahari.

Eksotis banget, anjir! Pantai ini terdiri dari bebatuan besar yang terkikis ombak. Kamu jangan berenang di sini ya, bahaya. Sebab ombaknya relatif tinggi. Cukup dinikmati aja.

3. Pantai Batu Bughi (Ghuri)

Menurut saya ini spot yang paling keren untuk berfoto sepuasnya. Kamu pemburu sunset? Wajib banget datang ke lokasi ini.

Masuk ke dalam Pekon Labuhan, di Pantai Batu Bughi kamu akan menemukan bangkai kapalpengeruk yang berasal dari Padang. Kapal itu terdapar sampai ke Pulau Pisang akibat hantaman ombak yang sangat besar.

4. Menara Rambu Suar

Di tengah pulau yang berbukit ada menara pantau yang saya perkirakan tingginya lebih dari 20 meter. Dari atas menara angin laut cukup kencang dan pemandangan indah banget.

Kalau kamu anaknya takut ketinggian saya gak menyarankan untuk naik Menara Rambu Suar di Pulau Pisang, karena tangganya licin dan serem turunnya. Tapi gak papa sih sesekali memacu adrenalin, kapan lagi kan main ke Pulau Pisang?

5. Agrowisata Kebun Cengkeh

Saya ingat banget, dulu punya temen kecil anak Jakarta yang pulang kampungnya setahun sekali pas lebaran. Si temen ini gak tahu seperti apa pohon cengkeh, bahkan gak tahu kalau ada tanaman semacam ini.

Lalu saya bully dia sampe nangis dan ngadu ke maminya, wqwq! Ternyata dari kecil saya udah ada bakat psyco, ya.

Nah kalau kamu anak kota macem temen saya, gak pernah lihat pohon cengkeh, jangan lewatkan kesempatan ini. Melihat langsung tanaman komponen pelengkap rokok.

Tanaman ini banyak tumbuh di kebun warga yang kamulalui menuju lokasi Rambu Suar. Konon perkebunan cengkeh ini udah ada sejak jamab Belanda lho.

6. Bangunan Bersejarah

SD Negeri Pasar Pulau Pisang ini punya bangunan yang unik banget. Di mana bangunan sekolahnya udah ada dari jaman penjajahan belanda sekitar tahun 1892.

Semacam bangunan SD di film Laskar Pelangi gitu. Sempatkan deh kamu lihat-lihat bangunan SD di Pulau Pisang.

foto pulau pisang lampung
SD Laskar Pelangi versi Pulau Pisang

Selain bangunan sekolah, kantor pemerintahan setempat seperti Puskesmas, Kantor Kecamatan, Kantor KUA , Kantor UPTD Dinpar dan lain-lain juga  bernuansa klasik gitu.

Meskipun saya perkirakan sudah berusia tua, tapi masih kokoh berdiri dan tetap difungsikan.

7. Gua Liang

Di wilayah Pekon Bandar Dalam ada gua yang lokasinya di pinggir pantai. Spot ini cocok banget  untuk neduh sembarimenatap lama laut biru memesona Samudra Hindia.

Di sini kamu akan merasakan sensasi berbeda, menyaksikan deburan ombak samudra yang seolah lagi nunjukin kegagahannya.

Jangan terkejut ketika menemukan banyak sekali kera ekor panjang di sepanjang perjalanan menuju Gua Liang. Sensasi serem-serem seru  yang sulit untuk dilupakan.

8. Pantai Batu Tiga

Kalau kamu hobi mancing, bawa deh alat pancingke Pulau Pisang. Karena lazim banget di Pantai Batu Tiga kamu mendapati warga lokal yang lagi mancing sembari ngudud.

Lokasinya di Pekon Sukamarga.Nama Batu Tiga terinspirasi dari tiga batu besar yang tersebar menjulang di bibir pantai.

Di pantai ini saya juga gak menyarankan kamu untuk berenang, karena pantai ini terbentuk akibat terkikisnya bebatuan karang super besar yang dihantam ombak.

Guys, percaya deh sebenernya masih banyak banget spot-spot wisata keren di Pulau Pisang yan menunggu untuk dieksplore. Sangat disesali saya gak menyisikan waktu lebih lama lagi saat singgah di sana.

Someday, pengen deh saya stay dalam waktu yang lama di Pulau Pisang, macem bule-bule macanegara. Yup, jangan kaget kalau nemu banyak turis di sini. Karena kabupaten Pesisir Barat ini udah macem Balinya Lampung.

Kan syahdu kalau bisa leyeh-leyeh di tepian pulau sembari sesekali berenang, bersepeda menjelajah pulau menyambangi spot-spot keren dan sesekali bercengkrama sama warga sambil diceritain legenda-legenda lokal.

Cara Menjangkau Spot Wisata di Pulau Pisang

Ya saya udah menguraikan secara detail spot-spot yang harus kamu kunjungi saat traveling ke Pulau Pisang. Terus, gimana cara menjangkau spot sebanyak itu?

Wahai Kisanak, simaklah penjabaran saya berikut:

- Sewa Sepeda

Kamu bisa langsung menyewa sepeda di Kantor UPTD Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat yang ada di pulau pisang.

Harganya kisaran Rp 50.000,- banyak sekali pilihan jenis sepeda mulai dari singgle berkeranjang hingga couple. Sweet banget kan, keliling pantai sepedaan sama pasangan. Dengan catatan kalau punya pasangan ya.

- Sewa Motor

Kamu bisa menyewa motor di homestay tempatmu menginap atau langsung aja caper nanya ke warga lokal, dengan kisaran harga sewa antara Rp50.000,- sampai Rp 100.000,-

Harus diingat kalau kamu sewa motor tentu harus menyisikan budget lebih untuk membeli bahan bakar.

- Jalan Kaki

Ini yang saya lakukan saat berada di Pulau Pisang. Ke mana-mana by sikil, ya namanya juga backpacker kere.

Sebenarnya Pulau Pisang ini gak terlalu luas, masih terjangkau kok kalau ke mana-mana jalan kaki. Apalagi kalau beramai-ramai, seru sekali.

Ya, capek dikit lah, betis agak ngilu-ngilu. Tapi ditempel koyo juga selesai masalah. Kalau males capek saya lebih menyarankan kamu untuk bobo syantik aja di rumah, gaosah backpackeran ke Pulau Pisang!

Jalan santai saja, kalau lelah ya berhenti, ada banyak warga yang berjualan makanan dan minuman ringan di teras rumah yang bisa kita singgahi sembari bercengkrama sama warga yang ramah-ramah sekali.

Enaknya jalan kaki itu, kalau kita nemu spot foto bisa langsung keluarin kameran dan take picture.

FYI, beberapa lokasi seperti Menara Rambu Suar gak bisa dijangkau pakai kendaraan. Karena posisinya ada di atas bukit dan harus melewati perkebunan cengkeh milik warga.

Penginapan di Pulau Pisang

Pulau Pisang adalah sebuah pulau yang masih belum didenggam kapitalis sektor pariwisata, cukup sulit menemukan penginapan di Pulau Pisang yang literally penginapan serupa hostel/ motel/ wisma.

Tapi warga setempat yang ramah-ramah akan dengan senang hati menawarkan rumah atau satu petak ruang di rumahnya untuk kamu jadikan homestay selama kamu traveling.

Patikan kamu punya kecakapan komukiasi dan negosiasi yang tinggi agar dapat harga miring. Saya estimasikan mulai dari Rp 100.00,- hingga Rp 350.000,- per malam.

Saya justru malah kepikiran untuk bawa tenda dan ngecamp aja di pinggir pantai Pulau Pisang, biar lebih hemat. Kalau kamu sependapat sama saya, pastikan minta ijin dahulu dengan tokoh adat setempat. 

Ya kali aja kan, ternyata Pak Kepala Pekon punya anak gadis yang smlehoy. Rejeki kamu bisa spik-spik mulei (gadis) suku lampung asli haha!

Fasilitas Umum di Pulau Pisang

FYI, Pulau Pisang merupakann salah satu pulau terluar Indonesia dan bisa dikatakan sebagai pulau tertinggal.

Sekalipun pariwisata mulai gencar dipromosikan beberapa tahun terakhir, namun faktanya ini tidak banyak memengaruhi perekonomian warga maupun fasilitas umum yang tersedia.

Bagi kamu yang suka berpetualang dan demen explore wisata yangmasih alami, mengunjungi pulau ini bisa kadipengalaman yang sangat berkesan nan menyenangkan.

Sebaliknya, kalo kamu tipikal anak manja kemenye, udahlah ya. Pulang aja, nanti dicariin mamalho! Mimpi buruk nanti kamu main ke Pulau Pisang. Kenapa?

  • Di Pulau Pisang, signal provider apapun sangat sulit diperoleh.
  • Listrik hanya tersedia mulai jam 6 sore hingga jam 12 malam saja, yang bersumber dari genset.
  • Ketersediaan air bersih cukup sulit, sekalipun di masjid kampung.
  • Tidak ada mesin ATM, jadi pastikan kamu bawa uang tunai yang cukup.
  • Jangan memimpikan ada minimarket ya, di sini cuma ada warung kelontong.
  • Kabar baiknya seluruh jalanan di pulau ini sudah dibeton, seru banget deh main sepedaan di Pulau Pisang.
  • Fasilitas kesehatan berupa puskesmas saja.

Karena sudah berdiri sebagai kecamatan sendiri, di Pulau Pisang ini tersedia kantor KUA lho. Ya, kali aja kan kamu niat traveling malah kepincut bunga desa dan berniat untuk nikah di tempat. Gak perlu jauh-jauh ngurus surat nikah deh.

Sejarah Pulau Pisang Lampung

Pulau seluas 2.310 hektare ini dihuni hampir 1000 penduduk yang terbagi dalam 6 pekon (desa) yaitu: Sukamarga, Pekon Lok, Bandar Dalam, Pasar Pulau Pisang, Sukadana dan Labuhan.

Banyak cerita simpang-siur mengenai sejarah Pulau Pisang. Ada yang mengatakan bahwa bentuk pulau ini menyerupai buah pisang jika dilihat dari ketinggian menara Rambu Suar. 

Beredar juga cerita versi lain, bahwa dahulu kala penemu pulau ini tiba dengan menggukan batang pisang yang dirangkai menjadi rakit. Sebab itu pulau eksotis ini diberi nama Pulau Pisang.

Di sisi lain, saya amati pulai ini memang banyak sekali ditumbuhi pepohon pisang yang amat subur. 

Tapi saya udah rangkumin khusus buat kamu, mengenai sejarah Pulau Pisang Lampung lengkap dari website Direktori Pulau-Pulau Kecil Indonesia.

- Berawal dari Adat Marga Way Sindi Olok

Dikisahkan oleh Hj. Zafrullah Khan Gelar Suntan Simbangan Ratu, saat itu abad ke 17 M. Warga Way Sindi yang tinggal di Olok Pandan (7 KM dari Krui) bermaksud memperluas daerah. Lalu Saibatin (Pemangku Adat) mengutus Bathor (pesuruh) untuk mensurvey kelayakan pulau yang ada diseberang desa.

Bathor menyebrang ke pulau menggunakan batang pisang yang dahulu banyak tumbuh di daerah Way Sindi.

Setelah sampai dipulau dan bermalam beberapa hari kembalilah Bathor menuju Way Sindi untuk melapor kepada Saibatin Bahwa Pulau tersebut bisa ditempati masyarakat.

- Migrasi Masyarakat ke Pulau Pisang

Singkat cerita pulau tersebut ternyata layak huni. Lalu Pangeran Sangun Ratu anak ke dua Mail Gelar Raja Pesirah, yang kala itu memimpin Marga Way Sindi mengajak sebagian masyarakatnya bermigrasi ke pulau sebrang untuk kehidupan yang lebih baik.

Sampai di sini bisa saya simpulkan bahwa masyarakat Indonesia sudah mengenal budaya bermigrasi bahakan sebelum Pemerintah Hindia Belanda menjajah Nusantara.

- Warisan Budaya Agraris Pulau Pisang

Di Pulau Pisang masyarakat menempati gubuk besar yang disebut Sapu Balak sembari mulai bertani cengkeh dan kopra. Untuk makanan pokok , mereka memanfaatkan buah pisang hutan yang banyak tumbuh dipulau. Inilah cikal-bakal penamaan Pulau Pisang.

Pada Tahun 1933, ditetapkan Muhammad Fadel Gelar Raja Kapitan sebagai  Saibatin pertama marga Way Sindi Olok Pandan di Pulau Pisang.

- Masa Kejayaan Warga Pulau Pisang

Kala itu kehidupan masyarakat amat makmur dengan hasil bumi berupa cengkeh dan  kopra yang melimpah. Bahkan di tahun 1968 pulau ini menjadi daerah dengan pendapatan perkapita tertinggi se-Provinsi Lampung. 

Namun di tahun 1980, masa kejayaan pertanian cengkeh di Pulau Pisang harus berakhir. Ini akibat seluruh tanaman mati mendadak kerena daunnya terkena penyakit. Hingga menyebabkan kesulitan ekonomi dan banyak warga setempat yang pergi merantau bahkan meninggalkan pulau.

Harapan untuk Pulau Pisang

Berdasarkan pengamatan saya, kurangnya SDM membuat geliat perekonomian di Pulau Pisang Lampung sangat lemah. Padahal SDA sangat melimpah. Bener-bener hidden paradise deh.

Masyarakat setempat masih menggantungkan penghasilan dari melaut dan bertani. Sedangkan para pemudanya memilih merantau ke Pulau Sumatra atau Jawa untuk mencari penghidupan yang lebih layak. 

Miris sekali, padahal kalau dikelola dengan baik, Pulau Pisang ini potensial banget untuk jadi salah satu sumber pendapatan daerah  dari sektor Pariwisata. Lihat aja foto-foto Pulau Pisang Lampung yang tersebra di sosmed. Kurang visitable apa coba?

Tuhan udah ngasih anugrah berupa bentang alam yang memesona, lengkap sama hasil laut dan aneka-rupa biota laut,  dan kearifan budaya lokalnya. Paket lengkap yang layak banget untuk mengundang turis berkunjung.

Tapi karena kurang fokusnya target promosi wisata, keterbatasan fasilitas  umum dan minim fasilitas pendukung, serta kurangnya kesadaran pengelolaan wisata yang bernilai jual membuat Pulau Pisang jarang dikunjungi wisatawan umum. 

Someday, 5 atau 10 tahun lagi, saya membayangkan kembali mengunjungi Pulau Pisang dengan akses yang lebih mudah. Di mana perahu motor yang lebih besar  hilir-mudik sandar di dermaga baru bersisian dengan dermaga lama yang eksotis.

Anak-anak lokal yang kental berlogat Lampung juga fasih berbahasa inggris memandu wisatawan mancanegara untuk tour de Banana Island. Jukung-jukung berjajar di pesisir pantai siap menganta siapapun yang hendak ke spot diving atau melihat lumba-lumba di habitatnya. 

Sehingga istilah Balinya Lampung, gak cuma istilah. Tapi benar-benar terealisasikan. Pulau Pisang yang indah, alami, bersih  dan dikenal wisatawan lokal maupun internasional, ya semoga saja.

UPDATE! Pulau Pisang di Masa Pandemi Covid 19

Kepatuhan masyarakat  Pulau Pisang terhadap imbauan pemerintah terkait kebijakan menekan penyebaran virus corona  menurut saya layak dipresiasi. Karena sempat ada penolakan wisatawan yang nekat berkunjung di tengah pandemi tanpa memakai masker.

Ya, memang terdengar 'agak' ekstrem . Tapi ini demi jaminan rasa aman warga Pulau Pisang dari penularan virus SARS-CoV. Saya sendiri berkunjung ke pulau ini beberapa bulan sebelum pandemi, ya.

Bagi wisatawa yang tetap nekat berlabuh di pulau ini, siap-siap aja disambut dan digiring masyarakat menuju faskes terdekat untuk diperiksa dan didata kesehatannya. 

Jika kamu berniat berwisata ke Pulau Pisang saya sarankan untuk terus update berita terbaru. Ini untuk menghindari kamu diminta dengan hormat  kembali ke Krui oleh masyarakat setempat.

Kan sayang aja, udah jauh-jauh ke Pesisir Barat, gak sempat menginjak pasir pantai di Pulau Pisang. Ya, semoga pandemi covid-19 segera berakhir dan semoga vaksinnya segera ditemukan dan dipasarkan secara luas, ya.

Terkesan berlebihan sih, padahal kan kedatangan wisatawan itu bisa bantu perekonimian warga. Tapi saya jadi teringat dengan pepatah lama yang berkata begini: 

"Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung."

Ya, saya percaya setiap daerah pasti punya aturan adat masing-masing yang dianut sekalipun tidak tertulis, begitu pula di Pulau Pisang yang kental sekali dengan adat -istiadat Lampung Pesisirnya.

Kalau kamu traveler sejati, saya sih yakin banget kamu pasti punya kesadaran tinggi untuk menghargai dan menghormati aturan yang berlaku di Pulau Pisang Lampung ini atau bahkan pulau-pulau eksotis lain di Indoneisa.


Salam sayang,

Mantuidaman blog


Share This :
Latifah

Latifah Desti Lustikasari, akrab disapa Latifah, Tifa, Fah, atau Ay! Blogger dan Penulis asal Lampung ini masih bergelar 'Calon Mantu' kok. Merima paket martabak tiap malem minggu.

avatar
Aji bintang

Ulasannya menarik dan lengkap kak. Aku pengen banget ke Pesisir Barat Terima kasih atas informasinya nya. Fotonya juga ciamik deh . Maju terus kak Latifa

27 September 2020 17.14
avatar

Terima kasih, sayang (fokus ke dalam terakhir). Wkwk.

Ah rasanya asik juga nih kalau main-main ke Pulau Pisang Lampung. Tapi rasanya seenak Es Pisang Ijo gak ya? Wkwk.

Ulasan Pulau Pisang Lampung yang paling lengkap, ada biaya transportasinya, cara menujunya, ah pokoknya review Pulau Pisang Lampung yang terlengkap yang pernah kubaca.

Makasih yahhh

27 September 2020 19.56
Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.