MASIGNCLEAN103

Stop Pandemi! Ini Alasan Kita Harus Divaksin Covid-19

Corona virus setiap hari semakin dekat dengan kita. Kamu belum pernah positif dan masih konsisten menjaga kesehatan tubuh? Jangan lengah dulu.

Pandemi masih belum sepenuhnya teratasi. Secara kumulatif hingga Sabtu 6 maret 2021 kasus positif mencapai 1.373.836 orang, kasus sembuh 1.189.510 orang, dan kasus meninggal 37.154 orang.

Data harian di lapangan memang sangat fluktiatif. Kadang menurun, tak jarang juga naik. Sejauh ini masih belum ada peunrunan kasus secara signifikan. 

Bayangkan, ada begitu banyak jiwa yang menjadi korban. Di rumah sakit dan pusat fasilitas kesehatan lain ada begitu banyak pasien yang perlu diisolasi dan segera diobati. 

Update terkini situasi covid-19

Selain pemerintah, kita semua punya tanggung jawab untuk membantu atasi pandemi. Salah satunya dengan berikhtiar bersama program vaksin Covid-19

Nah, berikut alasan kenapa kita semua butuh vaksin Covid-19:

1. Perilaku 3M Bukan Solusi Utama 

Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak hanya salah satu bentuk perlindungan diri yang persentase keamanannya sangat kecil. 

Terlebih untuk kita yang dituntut untuk bekerja dan berkegiatan di luar. Perilaku ini tidak sepenuhnya menghentikan penularan virus corona. Hanya sebatas pencegahan. 

Ketika virus menjangkit tubuh, tentu kita akan memperpanjang daftar angka kasus. Celakanya lagi usia muda seperti kita yang berpotensi OTG. 

Tanpa pencegahan lebih lanjut, kita justru akan menjadi sumber penular virus untuk keluarga tercinta. Gak mau kan hal ini terjadi? 

2. Belum Ada Obat untuk Penyakit Corona

Ya, sejauh ini memang belum ada obat yang secara spesifik untuk menyembuhkan infeksi covid-19. Sebab itu vaksin merupakan upaya pelindung terbaik yang bisa kita harapkan untuk menanggulangi wabah. 

Meski saat ini, berbagai negara sedang berpacu untuk mengembangkan obat yang efektif untuk penyakit Covid-19, namun belum ada kejelasan kapan obat itu aman untuk diedarkan meluas. 

Ya, sangat sulit menemukan obat untuk mengatasi virus Covid-19, mengingat virus tidak mereproduksi dirinya sendiri. 

Mereka menyerang sel inang lalu membajak mesin untuk membuat salinan diri mereka sendiri. Sehingga amat sulit menemukan obat yang secara spesifik menargetkan virus tetapi tidak merusak sel juga.

3. Vaksin Sebagai Bentuk Pertahanan Alami Tubuh 

Secara prinsip, vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh. 

Ini dilakukan dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap virus penyebab penyakit tertentu dalam hal ini virus corona. 

Tubuh kita akan mengingat virus pembawa penyakit tersebut. Ketika kita terjangkit, maka tubuh akan mengenali dan tahu cara melawannya. 

Setelah kita divaksinasi, jika suatu hari nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, maka tubuh segera siap memusnahkannya dan mencegah timbulnya penyakit. 

Jika cakupan vaksinasi Covid-19 tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). 

Kemudian akan terjadi perisai masal di mana kita akan ambil andil menjaga orang-orang di sekeliling dengan memusnahkan virus di tubuh kita sebelum sempat menjangkit orang lain. 

4. Sebagai Perisai untuk Orang Tersayang

Ketika virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh kita, virus ini bisa saja menyebabkan berbagai macam komplikasi. Tergantung kondisi tubuh dan riwayat penyakit yang pernah diderita. 

Mulai dari komplikasi saluran pernapasan, pneumonia gangguan pernapasan akut, gagal jantung, Penggumpalan darah hingga kerusaknya otot dan matinya jaringan tubuh.  otot dan matinya jaringan tubuh. Seram sekali bukan? 

Berbagai komplikasi di atas bisa sangat fatal ketika yang terjangkit adalah orang-orang dengan usia lanjut. Tentu kita tidak ingin hal ini menimpa lingkaran teman dan keluarga. 

Namun ini dapat dicegah jika kita semua sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Sehingga fungsinya tidak hanya melindungi kita dari penyebaran virus corona. 

Tapi juga orang-orang di sekitar kita baik balita maupun lanjut usia, bahkan mereka yang belum atau tidak bisa mendapatkan vaksin.

Jadi secara tidak langsung kita yang sudah divaksin masal bisa menjadi perisai tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mereka yang berisiko mengidap komplikasi yang disebabkan virus Covid-19. 

5. Menghentikan Pandemi

Semain banyak orang yang disuntik vaksin Covid-19, maka semakin banyak juga individu yang imunitasnya siap menghadapi virus Covid-19, dengan demikian diharapkan mata rantai penyebaran virus dapat diputus. 

Jika vaksin Covid-19 sudah diedarkan secara menyeluruh ke semua masyarakat di sebuah negara, kemungkinan besar pandemi virus corona dapat segera dihentikan.

Tentu dengan catatan semua vaksin yang diedarkan ke masyarakat sudah melalui uji keamanan dan efektivitas yang ketat.

Di Indonesia sendiri saat ini tengah dilakukan tahap kedua vaksinasi Covid-19. Meliputi Petugas pelayanan publik, dan kelompok usia lanjut (di atas 60 tahun).

Sasarannya mencapai sekitar 33 juta orang, termasuk 16,9 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia.

Nah meskipun vaksin Covid-19 sudah berjalan dan terus meluas, bukan berarti kita boleh menyepelekan virus corona. 

Karena sejatinya virus corona tetap ada. Sekalipun kamu sudah mendapatkan jatah vaksin Covid-19, tetaplah terapkan protokol kesehatan dan 3M. 

Jika kamu ingin tahu informasi lebih jauh mengenai seluk-beluk vaksin Covid-19, kamu bisa langsung tanya dokter kapan saja dan di mana saja melalui Halodoc. 

Konsultasi dokter sambil kerja chek!

Kita bisa tanya jawab dengan dokter secara langsung tanpa harus keluar rumah dan meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dengan tarif yang sangat terjangkau, mulai dari 10k saja. Giamana? Murah banget kan. 

Untuk menggunakan  kita bisa download aplikasi via smartphone atau cukup membuka situs Halodoc saja. Amat mudah mencari informasi apapun seputar kesehatan mulai dari kunjungan rumah sakit terdekat, beli obat, cek lab, update kondisi terkini covid hingga chat langsung dengan dokter.


Salam sayang,

Latifah

Share This :
Latifah

Latifah Desti Lustikasari, akrab disapa Latifah, Tifa, Fah, atau Ay! Blogger dan Penulis asal Lampung ini masih bergelar 'Calon Mantu' kok. Merima paket martabak tiap malem minggu.

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.