Day 6: 5 Fakta Tentang Pemilik Blog Mantuidaman

#BPN30DayChallenge2018,
SIAPA PEMILIK BLOG INI? SIAPAH!!!

Dari sekian tantangan #BPN30DayChallenge2018 tema ini yang paling gak saya suka. Menarsiskan diri sendiri. Huh.

Jika boleh berkata jujur saya paling gak suka mencitrakan diri sendiri secara langsung. Saya lebih suka dinilai oleh orang lain senatural mungkin. apa adanya yang mereka lihat dan rasakan ketika berada di linkungan saya.

Mau kesan baik atau buruk, terserah saja. Saya lebih suka diterima apa adanya ketimbang karena citra saya yang baik. Mau suka ya silakan, enggak juga nggih monggo. Sebab saya tidak terlalu peduli dengan omongan-omongan dari luar.

Tapi baiklah, di sini saya akan mencoba menjabarkan 5 fakta tentang diri saya. Demi menyelesaikan challence. Bismillah ya Allah.

1. Anak Perempuan Satu-Satunya

Saya terlahir sebagai anak ke dua dari 4 bersaudara. Kakak saya laki-laki sudah menikah dan dua adik saya juga laki-laki masih usia remaja SMA.

Jadi anak perempuan satu-satunya tuh enak. Enak bangettt. Berasa punya empat body guard yang siap mengantar ke mana aja. Terus kalau mau manja-manjaan sama orangtua gak ada yang iri, sebab adik-adik saya tengsin kalau masih dicipika-cipiki sama Ibuk haha.

Tapi gak enaknya, saya musti mengemban beban berat. Sebab tiap ada masalah di keluarga, pasti telinga sayalah yang akan menampung semua uneg-uneg anggota keluarga yang bersangkutan.

Kalau sudah begitu saya musti putar otak gimana caranya agar tetap netral dan berlaku adil pada semuanya. Saya mengemban tugas berat, harus mampu menengahi dan memadamkan kobaran api di tengah keluarga.

2. Tidak Permanen Tinggal Di Rumah Sejak Lulus SD

Selepas lulus SD, saya masuk ke SMP di kota kabupaten sebelah, karena pertimbangan sistem pendidikan yang lebih baik. Mengikuti jejak kakak saya yang sudah duluan sekolah di sana.

Di Kabupaten Pringsewu, dulu saya tinggal di rumah Bude. Lalu mulai ngekos setahun sebelum lulus dan sampai jadi mahasiswa sekarang ini. Jadi hal yang wajar kalau banyak orang-orang di kampung yang tidak kenal dengan saya. Padahal si Bapak cuku femes di kampung.

Sebenernya nyaris tiap weekend saya pulang kampung, jaraknya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandarlampung. Tapi biasanya kalau di rumah saya jadi anak cupu. Cuma bobo-bobo lucuk aja di dalam rumah.

Akibatnya sering sekali saya dikira istrinya kakak saya atau malah si penanya terheran akalu ternyata Bapak saya selama ini punya anak perempuan. Dikiranya anak orangtua saya lelaki semua hahaha.

3. Pernah Jadi Anak Bungsu

Sebelum adik saya lahir, yang jarak usianya enam tahun dengan saya, keluarga saya pernah taat pada program KB pemerintah. Yaitu dua anak lebih baik. Kala itu saya amat happy punya kakak laki-laki satu tanpa memiliki adik. Singkat kata, saya ini anak wedok kesayangan.

Namun enam tahun kemudian negara api menyerang, ibu saya hamil dan lahirlah adik saya. Kala itu saya semacam gak terima gitu kalau kudu punya adik, hamir setiap malam sebelum tidur, perut ibu saya tonjokin sembari menangis dan berteriak "enggak mau punya adik!" Saya kakak yang jahat ternyata haha.

4. Suka Membaca dari Kecil

Dulu saat saya masih kecil, kalau Ibuk hendak tanding voli atau ada acara dengan ibu-ibu PKK, saya pasti ikut Bapak ngajar, sebelum pindah ke dinas, Bapak itu guru SMP. Nah saat bapak di kelas, beliau sering menitipkan saya di perpus atau meninggalkan saya di ruangannya dengan segelas besar teh hangat, buku cerita dan sepiring kue.

Waktu kecil saya hobi banget baca buku cerita dan majalah bobo. Bahkan mbak pustakawan sekolah tempat bapak mengajar itu gak keberatan kalau buku cerita macem sepasang pejuang kemerdekaan, burung perenjak, mengunjungi rumah paman, desaku yang permai dan lain sebagainya itu saya bawa pulang dan tidak dikembalikan haha.

Belakangan saya sadar, ternyata intu juga buku-buku milik negara, woles aae Bray! Haha

5. Penulis yang Gak Suka Menulis

Rata-rata teman yang pernah sekelas sama saya baik di bangku SMA maupun di bangku kuliah sering mengkomplain perihal tulisan tangan saya yang luarbiasa buruk. Bahkan ada seorang teman blogger yang berkomentar, "Ini tulisan elo Fah? Gak nyangka gue penulis macem elo tulisan tangannya parah!" Takjub.

Saya gak suka menulis itu bukan tanpa alasan, sebab seringya beberapa hari kemudian saya sendiri bahkan tidak mampu membaca tulisan yang tangan saya sendiri goreskan, jadi saya males nulis percuma juga kan, kelak saya juga akan kesulitan membacanya haha.

Entahlah tapi tulisan tangan saya benar-benar payah. Untungnya tulisan yang dipublish di blog ini hasil ketikan yha, bukan hasil tulisan tangan :D

Jadi tolong ya, berhentilah beranggapan bahwa penulis itu piawai menulis tangan dan pasti tulisannya bagus-bagus mendekati artisktik. Sebab saya enggak Bro!

Notebook-notebook hasil souvenir event biasanya hanya numpuk aja di kosan tanpa pernah saya sentuh. Paling buat cooret-coretan kotor projek apa gitu aja sih.

Oke sekian fakta-fakta tentang pemilik Blog Mantuidaman ini. Semoga lebih dari cukup untuk bikin kamu heran. Sekian dari saya, salam sayang.



Kiss






Tulisan ini disertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge #BloggerPerempuan #BPN30DayChallenge2018

10 komentar:

  1. Haahaha... hampir mirip eeei...
    Aku anak kedua, punya kaka cewek tapi 2 adek cowok. Akunya dikira anak pertama, juga gak percya aku anak kedua karena jarang dirumah, SD - SMP banyak tinggal sama nenek, MA-nya sibuk di sekolah, kulihanya rantau jarang pulang, Umi lebih nyaman cerita masalahnya sama aku,
    Suka baca dari kecil juga hahaha asli kutu buku...

    Cuma bedanya tulisan tangaku bagus 😀

    BalasHapus
  2. point no 5 gokil loh hehe..
    tapi aku salut. dari pertama kali baca tulisan mantu idaman langsung tersepona, gurih-gurih gimana gitu dibacanya.. keren keren.. semoga semakin menginspirasi.

    BalasHapus
  3. penulis tapi enggak suka menulis. piye toh jan jaaaan wkwk. tapi your the best. fighting :)

    BalasHapus
  4. Penulis yang gak suka nulis, eeem iku ki minta tulisin dong isi blog nya hehe mba mantuuu

    BalasHapus
  5. Eh eh itu gue kan ya yang bilang tulisan elu jelek wkwk. Ya gak sesuai aja wkwkw. Keknya ngeliat orgnya rapih kalo nulis, gaktau Hahaha suprisee

    Anw. Gpp lah sekali2 nulis deskripsi tentang diri sendiri, ada perlunya biar kita lebih saling mengenal. Kan kamu yang paling tau kamu itu gimana~

    BalasHapus
  6. Aku juga g suka nulis tangan. Sekalipun cuma nulis presensi kegiatan. Wkwkwkwkwk. Malu. Bahkan suka ganti2 gaya tulisannya

    BalasHapus
  7. Fakta penulis yang ga suka nulis. Wes hari gini nulisya di note saja dan mudah dipindahkan kemana-mana. Tapi tetap semangat nulis kan?

    BalasHapus
  8. kasihan kamu, nyaris jadi anak bungsu. tos dulu kita, hahaha. enam tahun kemudian adikku lahir dan dia laki-laki kesayangan satu-satunya, kumerasa terabaikan, HUH. wkwk

    BalasHapus
  9. Gimana rasanya jadi anak perempuan sendiri ya Latifah apalagi jarang di rumah pasti sangat disayang-sayang ya? Eh iya, Latifah nggak bisa nggak suka nulis tapi tulisannya keren Gimana kalau tambah suka nulisnya Hehehe

    BalasHapus
  10. Nggak apa-apa tulisan tangannya jelek mbak. Yang penting hasil tulisan tangannya keren. Kan bisa ditulis di blog:). semangat mbakkku

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.