MASIGNCLEAN103

Oleh-Oleh Ilmu dari Talkshow Milad 3 Tapis Blogger

tapis blogger

Demi nge-guide Abang @toekangkulineran yang sudah jauh datang dari pulau sebrang, saya bela-belain membelah padatnya lalu-lintas kota Bandar Lampung di bawah guyuran terik matahari yang siang itu tepat sejajar ubun-ubun. Kami melaju dari Rajabasa menuju daerah Teluk Betung, untuk seporsi Mie Khodon yang terkenal seantero kuliner Lampung itu.

“Ini, mienya macem mie tek-tek, ya.” Komentarnya macam kritikus makanan di film-film. “Kuahnya sih yang bikin enak. Pantesan cepet abis.”

Saya mengagguk. Manut saja pada ucapannya, sembari mengelap peluh. Akhir-akhir ini panasnya kota Balam benar-benar gak bisa santuy!


Tapi, alih-alih mendapat pujian, perjuangan guide lokal amatiran ini justru menuai kritikan dengan bubuhan omelan. Mengingatkan saya pada momen mengomel sore kemarin, saat kami datang bersamaan dengan tukang Mie Khodon yang sedang berberes-beres untuk gulung lapak.

“Kamu dong, nulis!” Sinisnya tanpa tedeng aling-aling. 

“Apaan, sih?” Protes saya setelah mengunyah sesuap mie.

“Lihat nih, keyword: Mie Khodon Lampung. Masa, gak ada blogger lokal yang ulas. Semuanya blogger luar sama rewriter!”

Seketika saya rebut gawainya. ‘Ah, masa sih!’ Tidak percaya sekaligus tertohok. 

Ini bukan kali pertama saya menemani tamu berwisata dan kulineran di Bandar Lampung.  Dari teman-teman satu lab kerja praktek dulu, tamu-tamu kantor lama, bahkan teman-teman blogger luar daerah. Jika diakumulasi, tentu bahan tulisan wisata lokal saya sudah lebih dari cukup. Bahkan turah-turah!

Namun ironinya, hingga saat ini hanya beberapa tempat wisata saja yang berhasil saya tuliskan. Sisanya masih awet mengendap di memori penyimpanan laptop. Bahkan seri Wisata Pesisir Barat hingga saat ini tak kunjung bertambah episode.

Mendadak sebuah pertanyaan muncul di benak saya, “Apa teman-teman Blogger Lampung  juga mengalami dilema serupa, ya?”
*

Awal Bergabung di Tapis Blogger

Saya mulai aktif ngeblog Sejak tahun 2014 lalu. Alasannya sederhana, sebagai seorang mahasiswa baru, kala itu saya terlalu muak dengan agenda praktikum lagi-praktikum lagi, deadline laporan melulu, tugas fisika dasar terus-terusan, dan hapalan rumus termodinamika gak putus-putus.

Kemudian, kegiatan remeh-temeh serupa nulis curhat tentang senior yang bening, hingga dosen yang nyebelin ternyata sangat ampuh sebagai stress healing yang amat menyenangkan.

Tiga tahun kemudian, sekitar akhir tahun 2017 bersamaan dengan saya yang pulang dari Jawa karena masa cuti akademik yang berakhir, saya mendapati sebuah komunitas blogger di Lampung, bernama Tapis Blogger. Acara Gathering Netizen MPR di Swissbell Hotel dua tahun lalu tidak mungkin saya lupakan, sebab itu kegiatan blogger pertama yang saya ikuti. Menjadi cikal-bakal saya menjadi bagian dari keluarga Tapis Blogger hingga saat ini.

tapis blogger

Seiring berjalannya waktu, saya semakin aktif ikut berbagai kegiatan baik internal maupun eksternal di Tapis Blogger. Mulai dari acara gathering bulanan, undangan talkshow, workshop, pelatihan dan lain sebagainya. Senang sekali rasanya bisa berkumpul dan bertukar pikiran dengan teman-teman sehobi. Maka, selama saya ada waktu luang, pasti saya sempatkan untuk turut bergabung.

Lambat-laun, saya juga mulai menemukan gaya menulis yang nyaman dan tema postingan yang saya sukai. Apalagi saya punya banyak sekali persediaan cerita dan foto-foto traveling di Jawa—saat tinggal di Kediri, hingga sekembalinya ke Bandar Lampung. Menulis cerita perjalanan dan mengunggah foto-foto wisata menjadi kegiatan blogging dan pansos yang amat menyenangkan.

Tiga Tahun Tapis Blogger Berdiri

Tepat akhir agustus 2019, Tapis Blogger telah memasuki usia ke-3 tahun, itu berarti dua tahun sudah saya menjadi bagian dari bertumbuh dan berkembangnya komunitas ini.
“Jauh dalam lubuk hati terdalam, saya merasa bangga sekaligus haru, karena masih bisa turut mendampingi dan sama-sama berdiri dengan satu visi-misi hingga saat ini.”
Terlebih lagi, kalau mengingat bagaimana saya mendengar dan menyampaikan langsung salam sapa ramah dari teman-teman blogger luar daerah yang mengenal Blogger Lampung, selalu identik dengan Tapis Blogger. Sapaan itu pasti sepaket dengan salam untuk Ummi Naqiyyah Syam, sebagai Founder.

tapis blogger

Istilah seorang anak, usia tiga tahun merupakan usia keemasan. Usia seorang anak yang sedang lucu dan sangat aktif. Hal serupa juga yang selalu kita harapkan untuk teman-teman  Tapis Blogger. Tapi, layaknya ekspektasi dan realita yang kadang serupa dua kutub magnet, semangat ngeblog dan berkomunitas kadang seperti itu adanya. Tidak terkecuali yang saya sendiri rasakan. 

Memegang tanggung jawab utama menulis artikel tema milenial untuk sebuah media daring dengan tenggat harian yang cukup mencekik, seringnya membikin saya gampang bosan menulis artikel ulasan tempat wisata hingga tempat nongkrong kekinian, baik untuk blog maupun untuk media itu sendiri. Padahal bahan tulisan menumpuk, tapi tidak seimbang dengan semangat menulis yang kian meredup dan bonus rasa malas yang semakin memuncak.

Kadang saya merasa, ‘nulis artikel traveling kok, gini amat ya!’

Tentang Tema Talkshow Milad 3 Tapis Blogger

Saya rasa, bulan agustus-september adalah bulan-bulan yang amat sibuk. Sebab banyak sekali agenda kalender Kemenpar dan lain sebagainya yang harus diliput. Ini membuat saya jadi agak sibuk, dan tidak bisa berjanji apakah bisa ikut hadir pada acara syukuran Milad 3 Tapis Blogger, atau tidak.

Dan karena saya sibuk lobi-lobi agar minggu (1/9) itu luang, saya sampai gak sempat memperhatikan susunan acara mapun tema talkshow. Saya hanya berpikir, “oke minggu ini bisa free dan lokasinya di Warung Sudirman, kan. Selesai!”

Tepat pukul 08.45 WIB saya sampai di lokasi, sejujurnya saya sudah berusaha keras untuk gegas bangun dan rapi-rapi. Tapi apalah daya, lepas subuh tadi saya baru selesai lembur tulisan. Membikin saya sulit untuk datang tepat waktu, hahahalasan!

Begitu sampai Warung Soedirman dan sedikit sapa-sapa, seketika saya trenyuh kala melihat banner di belakang panggung, hati saya seperti tersentil. Ini gimana ceritanya kok saya baru tahu tema talkshow-nya?
“Mencintai Lampung dengan Narasi dan Fotografi” 
‘Kok bisa pas begini!’ Ya, saya pikir memang sudah saatnya untuk refresh ilmu. Biar kalo nulis gak mentok melulu, kemudian mengkambing-hitamkan writersblock demi menutupi rasa malas. ‘Aih, penulis macam apa aku ini?’

tapis blogger

Jika teman-teman merasakan kurang-lebih hal yang sama, mari simak Oleh-Oleh Ilmu dari Milad 3 Tapis Blogger yang saya rangkum berikut ini.

1. Mari Belajar Bernarasi dengan Hati

Pak Arief Nugroho, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung pagi itu turut hadir membuka acara talkshow. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa, mencintai dengan narasi semakna dengan berbicara tentang rasa. Dan rasa selalu erat kaitannya dengan perasaan yang bersumber dari hati.

tapis blogger

Saya setuju atas pendapat beliau, tentang keindahan pariwisata Lampung yang selama ini banyak digaungkan hanya dari mulut ke mulut saja. Ia mencontohkan tentang keindahan air terjun Way Lalaan di Tanggamus, yang sejauh ini banyak ditulis dengan informasi dasar saja.

Seperti ketinggian, rute, tiket masuk, fasilitas dan informasi umum lainnya. Sangat disayangkan tidak banyak blogger maupun penulis yang menuliskan dengan rasa. Sebuah cerita yang mengandung nilai histori, atau pengalaman yang detail dan mendalam.

Seiring berkembangnya informasi media sosial dan internet, beliau menaruh harapan agar kelak pariwisata Lampung tidak melulu menjadi ajang pameran foto-foto yang cantik saja, namun juga disertai caption-caption yang informatif dan membantu wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah agar tergugah untuk berkunjung.

2. Cobalah Mulai dari Hal Terkecil dan Terdekat

Siapa yang tidak kenal dengan Bang Yopie Pangkey, fotografer pemilik @kelilinglampung_. Foto-fotonya sudah banyak sekali nangkring di mana-mana. Selain memberikan materi teknik fotografi dasar seputar komposisi, sudut pandang, hingga detail pengambilan foto bertema wisata.

tapis blogger

Saya salut dengan beliau yang begitu woles, mendapati foto-foto karyanya digunakan tanpa izin oleh berbagai macam pihak. Dan tetap teguh pada pendirian, untuk tidak mencantumkan watermark pada foto karyanya. Beliau berpendapat, hasil fotonya yang sudah sempurna itu tidak akan sebagus itu jikalau harus ditimpa oleh watermark. Beliau bahkan mempersilakan siapapun yang hendak menggunakan fotonya.

Mengenai artikel traveling, menurut Bang Yopie tidak melulu harus jalan-jalan lho. Ia mencontohkan, untuk mulai me-review dari hal terdekat dari kita, yang bahkan mungkin orang lain tidak terpikirkan untuk menuliskan ulasannya karena mungkin dianggap terlalu remeh.

3. Semua Tulisan Akan Menemukan Pembacanya

Berbicara narasi tentu erat kaitannya dengan karya berupa tulisan. Menurut Bang Adian Saputra, Pimred jejamo.com untuk menulis artikel yang baik dan viral, tulisan seorang blogger tidak harus mengikuti kaidah menulis media daring. Justru di situlah letak perbedaan dan keunikan dari tulisan blogger. Karena dengan begitu akan terasa lebih personal dan spesial. Apalagi umumya blogger menulis berdasarkan pengalaman pribadi.
tapis blogger


Ia juga sempat menyinggung tentang karya jurnalistik yang sangat dekat dengan tulisan blogger, yaitu gaya menulis feature. Sebuah berita yang dilaporkan dengan menggambarkan suatu keadaan secara mendetail. Tidak melulu menonjolkan 5W+1H dalam lead, namun ada pula karya jurnalistik yang menonjolkan detail-detail suatu ulasan.

Gaya menulis feature inilah yang sangat mungkin untuk menjadi refrensi teori menulis, yang sangat mungkin untuk teman-teman blogger pelajari. Bang Adian juga mengingatkan bahwa semua tulisan pasti akan menemukan jodohnya, sebuah artikel hanya perlu ditulis dan ditulis.

“Karena semua tulisan pasti akan bermanfaat bagi pembacanya, ketimbang sebuah hal besar yang tidak ditulus sama sekali.”

4. Jangan Menyepelekan Pondasi Personal Branding

Talkshow ditutup dengan materi Personal Branding dari Smart Mom, Founder Tapis Blogger. Karena branding ini yang nantinya mengenalkan siapa diri kita kepada pembaca, maka sangat penting pembaca mengenal siapa penulis artikel yang dibacanya.

Branding Smart Mom memang sangat sejalan dengan Ummi Naqiyyah yang tema tulisannya banyak mengarah ke dunia parenting. Seperti tips saaat traveling ke Pulau Pahawang dengan membawa anak-anak.
tapis blogger

Berbicara branding, saya sebelum menggunakan domain mantuidaman.com dan memutuskan mengganti nama semua akun media sosial, saya dulu sempat memakai nama belakang sebagai alamat domain, yaitu lustikasari.com. Tapi setahun berlalu, saya merasa nama itu kurang mengigit.

Tahun berikutnya saya mikir keras mencari branding diri yang terasa earcatching dan eyecatching. Hingga ketemulah nama ‘Mantu Idaman’ singkatan dari kata ‘Menantu Idaman’ kebetulan sekali saat itu belum ada yang menggunakan domain tersebut dan masih saya gunakan hingga saat ini.

Selain itu, saya juga membaranding diri sebagai #BloggerLampung, ini membuat teman-teman blogger yang singgah ke Lampung pasti ingat dan hampir pasti segera menghubungi saya. Atau kalau kebetulan saya yang pergi ke luar kota, pasti kebagian curhatan dari teman-teman yang ingin singgah kembali lagi ke lampung, bahkan ingin berkunjung ke Lampung.

5. Isi Ulang Semangat Ngeblog dengan Bersilaturahmi

Seperti tujuan awal gabung di komunitas Taps Blogger, untuk bisa saling berbagi dengan teman-teman sehobi, maka satu hal yang kadang saya—mungkin juga kamu—lupakan. Ya, mengisi ulang semangat dengan bertemu langsung teman-teman blogger. Kesibukan dan pekerjaan kadang membikin kita sulit sekali untuk memiliki waktu luang yang bersamaan.

Kesibukan dan pekerjaan juga, seringnya membuat kita tidak sempat untuk menulis artikel blog. Maka dengan mengadendakan sedikit menyempatkan diri untuk bersilatruahmi dengan sesama blogger inilah, yang secara tidak sadar menginspirasi kita. Bahkan dengan saling berbagi cerita, pengalaman dan berkegiatan bersama mampu membuat kita mendadak kangen ngeblog. Energi untuk kembali menulis blog seperti kembali terisi aja, gitu.
tapis blogger

Bukan Tapis Blogger namanya kalau kumpul-kumpul tanpa bagi-bagi hadiah dan doorprize. Bukan hanya ilmu yang kita bawa pulang dari acara Milad Ke-3 Tapis Blogger ini, namun cendramata juga.
Saya merasa tidak sia-sia telah meluangkan waktu pekan ini untuk menghadiri Milad dan Talkshow Tapis Blogger sekalipun baru sempat tidur kurang dari tiga jam.

Di lain sisi, output yang ditargetkan dari acara upgrade ilmu ini adalah menulis buku bertema perjalanan bersama anggota Tapis Blogger. Bagaimana, kita akan membuat buku traveling bersama, keren sekali bukan.

Bahkan sebagai pra-event Milad 3 ini, bersama Kak Tri Sujarwo, Kolumnis Majalah dan Pengajar Muda sempat digelar Kulwap Menulis Artikel Perjalanan di WAG Tapis Blogger. Agar ilmu menulis bertema wisata semakin mantap untuk Anggota Tapis Blogger.

Akhir kata, mengutip kalimat keren dari seorang Nelson Mandela “It Always Seems Impossible Until It’s Done.”

Kadang saya—atau kamu juga, kadang merasa sulit dan ribet sendiri dengan teknik menulis dan kelas menulis ini-itu, bahkan sebelum kita mulai menulis. Padahal tips menulis paling ampuh adalah menulis itu sendiri. Memulainya dengan menulis saat ini juga. Karena menulis itu bukan bakat namun kemampuan yang diasah.

Bang Adian bahkan berkali-kali mengingatkan, bahwa tidak ada tulisan yang tidak memiliki pembaca, setiap tulisan pasti akan menemukan jodohnya. Juga bersesuaian dengan yang Bang Yopie sampaikan, bahwa segala pengalaman dan informasi yang telah ditulis pasti akan bermanfaat untuk orang lain. Kejadian sebesar apapun dan seinspiratif apapun jika tidak dituliskan maka tidak akan ada yang membaca sehingga akan menguap dan tidak lagi bermanfaat.

Pada akhirnya pilihan ada di tangan kita masing-masing, ya. Ingin menjadikan hobi ngeblog sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain atau mungkin untuk dijadikan sebuah profesi yang penghasilan. Keduanya tidak ada yang salah, selama dijalankan dengan bahagia.


Namun satu hal yang pasti, kita semua, teman-teman blogger Lampung, kita semua punya keluarga maya tempat berkumpul, berbagi, singgah maupun pulang, Tapis Blogger. Selamat menjalani usia yang Ke-3 untuk komunitas blogger tercinta, Tapis Blogger. Tetaplah menjadi keluarga yang menyenangkan seperti saat ini, baik lima maupun sepuluh tahun ke depan, bahkan selamanya .

Terimakasih, kepada:
tapis blogger



Disclaimer: Tulisan ini disertakan dalam Lomba Blog Milad Ke-3 Tapis Blogger 


Salam Cinta,

dari Kesayangan Mama Mertua

Share This :
Latifah

Latifah Desti Lustikasari, akrab disapa Latifah, Tifa, Fah, atau Ay! Blogger dan Penulis asal Lampung ini masih bergelar 'Calon Mantu' kok. Merima paket martabak tiap malem minggu.

Terimakasih sudah berkunjung. Silakan Berkomentar agar saya dapat mengunjungi balik blog kamu. Mohon maaf jika mendapati komentar dimoderasi, mengingat maraknya spam yang nganu.